Eks Pegawai Sebut Ada Tangan Berkuasa yang Ingin Membunuh KPK Ilustrasi. (ANTARA)

MerahPutih.com - Eks pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nanang Farid Syam menyebut ada pihak-pihak yang memang berupaya melemahkan lembaga antirasuah. Hal itu tercermin dari upaya memecat pegawai KPK yang berintegritas lewat tes wawasan kebangsaan (TWK).

"Orang-orang yang selama ini berjuang tegak lurus di atas integritas itu dengan mudah dipatahkan oleh enggak tahu ini tangan siapa. Saya kira tangan-tangan yang berkuasa dan tentu inilah yang terjadi di internal KPK hari ini," kata Nanang saat dikonfirmasi, Sabtu (29/5).

Baca Juga

Novel Baswedan: Stigma Pegawai KPK Tak Bisa Dibina Bentuk Penghinaan

Nanang menilai KPK saat ini menghadapi sakratul maut. Di sisi lain, menurut dia, negara memang tidak berniat memberantas korupsi di negeri ini. Hal itu melihat praktik TWK untuk menjegal para pegawai KPK berintegritas.

"Selanjutnya, kita sudah tidak punya lagi standar nilai-nilai integritas, tidak punya lagi standar wawasan kebangsaan yang seperti apa yang diharapkan negara ini. Dan terakhir tentu kita sangat menyayangkan dan tentu beriba hati anak-anak yang 75 pegawai KPK itu plus mereka yang sekarang masih berjuang di KPK," ujarnya.

Nanang Farid Syam
Nanang Farid Syam

Nanang menyatakan, dirinya juga pasti akan menolak pelaksanaan TWK yang bermasalah itu. Dia menyatakan tidak keberatan apabila dipecat sebagai pegawai KPK.

"Saya enggak akan ikut sesuatu yang tidak benar. Dulu saya ambil langkah keluar karena melihat sesuatu ketidakberesan ini," imbuhnya.

Menurut Nanag, puluhan alumni KPK juga memantau perkembangan kasus tersebut. Termasuk pimpinan KPK jilid pertama dan para pegawai lembaga antirasuah yang kini sudah kembali ke polisi, kejaksaan, dan instansi lainnya. Dia menyatakan pihaknya terus memberikan dukungan kepada para pegawai KPK yang hendak dipecat.

"Sifatnya adalah dukungan morel, empati, kepada temen-temen yang sedang berjuang di KPK. Hari ini alumni enggak punya kekuasaan apa-apa kecuali prihatin dan berempati saja. Toh, sebagian besar alumni itu masih punya jabatan di pemerintahan. Kan ada yang komisaris, macam-macam," tutup dia.

Diketahui, sebanyak 51 dari 75 pegawai KPK yang tidak lulus asesmen TWK terpaksa dipecat. Kebijakan tersebut diambil bedasarkan penilaian asesor dan disepakati bersama antara KPK, Kemenpan RB, dan BKN dalam rapat yang digelar di Kantor BKN, Jakarta, Selasa (25/5).

Sementara, 24 pegawai lainnya dinilai masih dimungkinkan untuk dilakukan pembinaan sebelum diangkat menjadi ASN. Mereka akan diminta kesediaannya untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan bela negara. (Pon)

Baca Juga

Demokrat Minta KPK Transparan Terkait Pemberhentian 51 Pegawai

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
ASN Protes Tunjangannya Dipotong, Gibran: Sudah Saya Selesaikan
Indonesia
ASN Protes Tunjangannya Dipotong, Gibran: Sudah Saya Selesaikan

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengumpulkan semua aparatur sipil negara (ASN) di Balai Kota Solo, Senin (30/8).

KRL Solo-Yogyakarta Tetap Beroperasi pada 6-17 Mei
Indonesia
KRL Solo-Yogyakarta Tetap Beroperasi pada 6-17 Mei

KRL Solo-Yogyakarta tetap beroperasi karena masuk kategori transportasi aglomerasi antar daerah derah perbatasan.

[HOAKS atau FAKTA]: Pertamina Bagi-bagi Hadiah Rp 150 Juta Lewat SMS
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pertamina Bagi-bagi Hadiah Rp 150 Juta Lewat SMS

Beredar SMS pemberian hadiah sebesar Rp 150 juta yang mengatasnamakan Pertamina. Dalam SMS tersebut juga terdapat PIN serta link.

Kapolda Jateng Tegaskan PPKM Mikro Berjalan Baik
Indonesia
Kapolda Jateng Tegaskan PPKM Mikro Berjalan Baik

Di Jawa Tengah terdapat 1.062 kelurahan yang telah mendirikan posko COVID-19. Perangkat Babinsa dan Babinkamtibmas juga siap

Guru Mulai Divaksin, Belajar Tatap Muka Diharap Dimulai Semester 2
Indonesia
Guru Mulai Divaksin, Belajar Tatap Muka Diharap Dimulai Semester 2

Presiden menargetkan, pada Juni mendatang vaksinasi bisa dilakukan terhadap 5 juta guru atau tenaga pendidik, sesuai target.

Cak Imin Minta Warga Jangan Senang Dulu Sejumlah Daerah Turun Level
Indonesia
Cak Imin Minta Warga Jangan Senang Dulu Sejumlah Daerah Turun Level

Daerah yang menerapkan PPKM level 2 bertambah dari 2 kabupaten/kota menjadi 10 kabupaten/kota

Korban Berjatuhan, AS Kembali Keluarkan Sanksi Bagi Militer Myanmar
Dunia
Korban Berjatuhan, AS Kembali Keluarkan Sanksi Bagi Militer Myanmar

Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan bahwa sedikitnya 54 orang telah tewas sejak kudeta tersebut. Lebih dari 1.700 orang telah ditangkap, termasuk 29 wartawan.

Polri Mungkin Bakal Hadiri Sidang Praperadilan Rizieq Shihab
Indonesia
Polri Mungkin Bakal Hadiri Sidang Praperadilan Rizieq Shihab

Rusdi belum dapat menjelaskan lebih lanjut mengenai alasan ketidakhadiran pihaknya

Ekonomi Diyakini Pulih, Anies Ajukan APBD 2022 Rp 80 Triliun
Indonesia
Ekonomi Diyakini Pulih, Anies Ajukan APBD 2022 Rp 80 Triliun

Sedangkan postur belanja dengan nilai Rp 72,10 triliun diproyeksikan untuk Belanja Operasi Rp 60,07 triliun, Belanja Modal Rp 9,42 triliun, Belanja Tidak Terduga (BTT) Rp 2,51 triliun dan Belanja Transfer Rp 392,86 miliar

Petugas Bandara Soetta Diminta Perketat Pengawasan Bagi WNI dan WNA
Indonesia
Petugas Bandara Soetta Diminta Perketat Pengawasan Bagi WNI dan WNA

Aparat diminta pastikan mereka yang dari luar negeri sudah divaksin atau belum