Dua Faktor Utama untuk Mendorong Pasar Mobil Listrik di Indonesia

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Selasa, 06 Februari 2024
Dua Faktor Utama untuk Mendorong Pasar Mobil Listrik di Indonesia

Ilustrasi. Foto: Chery Indonesia

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Untuk meningkatkan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia, pemerintah sudah mengeluarkan sejumlah kebijakan berupa subsidi dan insentif.

Pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp7 juta per unit kepada masyarakat yang membeli sepeda motor listrik atau melakukan konversi sepeda motor berbahan bakar minyak (BBM) miliknya ke sepeda motor listrik.

Baca Juga:

Waktu Tepat Mengecas Mobil Listrik

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, setidaknya dua faktor utama untuk mendorong pasar mobil listrik di Indonesia adalah harga yang kompetitif dan modernisasi kendaraan. Dengan dua faktor ini, pasar mobil listrik di Indonesia akan tumbuh pesat.

"Salah satu yang harus kita dorong adalah kendaraan listrik yang harganya terjangkau bagi masyarakat," ujarnya.

Baca Juga:

Suhu Panas Pengaruhi Jangkauan Mobil Listrik

Selain itu, insentif juga diberikan dalam bentuk pemotongan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 10 persen dari yang seharusnya 11 persen untuk pembelian mobil listrik. Dengan pemotongan itu masyarakat pengguna mobil listrik hanya membayar PPN 1 persen.

Pemerintah juga mengeluarkan insentif baru bagi produsen kendaraan listrik yang ingin masuk ke Indonesia.

Dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2023 tentang Perubahan Perpres Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB), yang diundangkan pada 9 Desember 2023, pemerintah akan memberikan insentif perpajakan kepada pabrikan mobil listrik dari luar negeri agar membangun industrinya di Indonesia sekaligus merangsang pertumbuhan mobil listrik dalam negeri.

Baca Juga:

Perhatikan Hal Ini saat Kendarai Mobil Listrik dalam Kondisi Hujan

Insentif yang diberikan, di antaranya insentif keringanan pajak bea masuk, pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM), dan pengurangan pajak daerah untuk KBLBB. Insentif ini berlaku untuk impor mobil dalam keadaan utuh (completely built up/CBU) dan mobil yang diimpor dalam keadaan terurai lengkap (completely knocked down/CKD) dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) di bawah 40 persen.

Selain untuk mendorong investasi dan mengembangkan ekosistem kendaraan listrik, insentif pajak ini diharapkan bisa menurunkan harga mobil listrik sehingga dapat meningkatkan penjualan mobil listrik di Indonesia.

#Mobil Listrik #Airlangga Hartarto
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
Changan Lumin dan Deepal S07 Mejeng di IIMS 2026, ini Spesifikasi dan Harganya
Changan Lumin dan Deepal S07 tampil di IIMS 2026. Keduanya debut dengan desain dan teknologi mumpuni.
Soffi Amira - Jumat, 06 Februari 2026
Changan Lumin dan Deepal S07 Mejeng di IIMS 2026, ini Spesifikasi dan Harganya
Lifestyle
Hyundai dan Kia Patenkan Sistem 'NOS Listrik', Performa EV Siap-Siap Jadi Gila Tanpa Boros Baterai
Fokus pada jangkauan sering kali mengorbankan output performa, begitu pula sebaliknya
Angga Yudha Pratama - Jumat, 06 Februari 2026
Hyundai dan Kia Patenkan Sistem 'NOS Listrik', Performa EV Siap-Siap Jadi Gila Tanpa Boros Baterai
Lifestyle
Mata Genit Changan Lumin Goda Pengunjung IIMS 2026, Cek Spesifikasi dan Harganya
Tak tanggung-tanggung, tujuh unit display dihadirkan selama pameran berlangsung hingga 15 Februari mendatang
Angga Yudha Pratama - Jumat, 06 Februari 2026
Mata Genit Changan Lumin Goda Pengunjung IIMS 2026, Cek Spesifikasi dan Harganya
Fun
Suzuki e Vitara Resmi Meluncur di IIMS 2026, Hadir dengan Baterai 61 kWh dan Fitur ADAS
Suzuki e Vitara resmi diperkenalkan di IIMS 2026 sebagai SUV listrik pertama Suzuki. Simak spesifikasi, fitur, baterai, dan harga lengkapnya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 05 Februari 2026
Suzuki e Vitara Resmi Meluncur di IIMS 2026, Hadir dengan Baterai 61 kWh dan Fitur ADAS
Indonesia
Rantai Pasok EV Indonesia Bakal Makin 'Lokal Pride' Dengan Target TKDN Tembus 60 Persen Mulai Tahun 2027
Kebijakan pengetatan TKDN ini merupakan bagian dari roadmap besar pemerintah dalam membangun kedaulatan industri hijau
Angga Yudha Pratama - Kamis, 05 Februari 2026
Rantai Pasok EV Indonesia Bakal Makin 'Lokal Pride' Dengan Target TKDN Tembus 60 Persen Mulai Tahun 2027
Lifestyle
Changan Unjuk Gigi di IIMS 2026, Bawa Teknologi Global dan Produksi Lokal
Changan kini melakukan debut perdananya di IIMS 2026. Changan Lumin dan Deepal S07 bisa dijajal di area test drive IIMS 2026.
Soffi Amira - Kamis, 05 Februari 2026
Changan Unjuk Gigi di IIMS 2026, Bawa Teknologi Global dan Produksi Lokal
Indonesia
Insentif Mobil Listrik 2026 Masih Digodok, Harga Mobil Hybrid Siap Meluncur Murah atau Malah Makin Mahal?
Pemerintah merancang skema insentif yang lebih spesifik, mencakup segmen kendaraan, teknologi yang digunakan, hingga persentase Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN)
Angga Yudha Pratama - Kamis, 05 Februari 2026
Insentif Mobil Listrik 2026 Masih Digodok, Harga Mobil Hybrid Siap Meluncur Murah atau Malah Makin Mahal?
Indonesia
Diskon Transportasi Hingga WFA, Cara Pemerintah Dongkrak Ekonomi Nasional
Pemerintah menyiapkan paket stimulus jangka pendek senilai Rp 12,83 triliun untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2026.
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Diskon Transportasi Hingga WFA, Cara Pemerintah Dongkrak Ekonomi Nasional
Indonesia
IHSG Anjlok Bikin Investasi Dana Pensiun Dinaikkan, Menko Airlangga Klaim Dalam Batas Aman
Selain peningkatan batas investasi dapen dan perusahaan asuransi, reformasi juga mencakup kebijakan peningkatan minimal free float saham menjadi 15 persen serta rencana demutualisasi BEI.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 03 Februari 2026
IHSG Anjlok Bikin Investasi Dana Pensiun Dinaikkan, Menko Airlangga Klaim Dalam Batas Aman
Lifestyle
Omoda & Jaecoo Raup 800 Ribu Konsumen di 64 Negara Dalam Waktu 3 Tahun
Meskipun tergolong baru, antusiasme masyarakat Indonesia terhadap merek ini sangat tinggi, terbukti dari angka pesanan awal yang sangat signifikan
Angga Yudha Pratama - Selasa, 03 Februari 2026
Omoda & Jaecoo Raup 800 Ribu Konsumen di 64 Negara Dalam Waktu 3 Tahun
Bagikan