HUT 74 Republik Indonesia
Lagu Kebangsaan Indah dan Bangkitkan Nasionalisme, Indonesia Peringkat Pertama! Lagu Indonesia Raya dinobatkan sebagai lagu terindah (Sumber: Asset NST)

JATI diri suatu bangsa bisa dikenali lewat identitas yang melekat pada dirinya. Identitas tersebut meliputi bahasa, bendera, dan lagu kebangsaan. Sebuah lagu kebangsaan memiliki makna yang cukup mendalam bagi rakyat. Lirik yang terdapat dalam lagu kebangsaan bercerita banyak mengenai negaranya kepada dunia.

Beberapa lagu kebangsaan dibuat saat negaranya damai sentausa sementara yang lainnya justru dibuat untuk mengobarkan semangat nasionalis rakyatnya. Sejumlah lagu kebangsaan memiliki notasi dan lirik yang mampu membuat siapapun yang mendengarnya, tak hanya rakyatnya, merinding ketika lagu tersebut dikumandangkan. Mana sajakah negara dengan lagu kebangsaan terindah?

Baca juga:

Upacara Unik Memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia

4. Jerman - Deutschlandlied

Lagu tersebut secara khusus ditulis untuk Kaisar Austria, Francis pada 1797. Lalu Agustus Heinrich Hoffman von Fallersleben menambahkan lirik pada melodi lagu tersebut yang kemudian menjadi lagu kebangsaan Jerman di tahun 1841.

Setahun sebelum Hoffman von Fallersleben menggubah lagu tersebut, Jerman mulai membentuk sebuah negara dari beberapa kerajaan karena khawatir Perancis menyerang salah satu kekaisaran.

Itu bisa kita lihat dari lirik Deutschlandlied yang menyerukan penggabungan kerajaan-kerajaan Jerman untuk membentuk negara Jerman tunggal yang bersatu.

Pada beberapa bait terdapat kalimat "Deutschland, Deutschland uber alles (Jerman, Jerman di atas semua) yang membakar nasionalisme rakyat Jerman.

3. Perancis - La Marseillaise

Lagu ini disusun oleh perwira tentara dan musisi Perancis, Claude-Joseph Rouget de Lisle pada 24 April 1792 saat Revolusi Perancis. Kala itu Perancis mendeklarasikan perang terhadap Austria.

Untuk membakar semangat para tentara, Mayor Strasbourg yang bermarkas di Rhine, pangkalan yang sama dengan Rouget de Lisle meminta seseorang menulis lagu untuk para tentara.

Rouget de Lisle pun menerima tantangan tersebut dan menulis lagu "Chant de guerre de l'armee du Rhin" (Lagu Perang Tentara Rhine). Perancis lantas mengadopsi lagu tersebut sebagai lagu kebangsaan pada 14 Juli 1795. La Marseillaise menyerukan warga Perancis untuk mengangkat senjata melawan para tiran biadab yang ingin membunuh mereka.

Baca juga:

Rekomendasi Film Indonesia untuk Temani Libur Hari Kemerdekaan

2. Romania - Desteapta-te, Romane!

Desteapta-te, romane! (Bangkitlah Kamu, Rumania) awalnya adalah sebuah puisi berjudul Un Rasunet (Sebuah Echo) yang ditulis oleh penyair Rumania, Andrei Muresanu. Puisi tersebut ditulis untuk mendukung revolusi Rumania pada 1848.

Kala itu masyarakat Eropa melakukan revolusi besar-besaran atas masalah yang berkaitan dengan kelaparan dan pajak. Rumania pun turut berperan dalam revolusi di 11 Juni 1848. Puisi tersebut mulai dinyanyikan pertama kali 29 Juni 1848.

Lagu yang terdiri atas empat baris tersebut begitu indah dan mengobarkan semangat perjuangan warga Rumania. "Kami lebih baik mati dalam pertempuran, dalam kemuliaan tinggi daripada kembali diperbudak di tanah leluhur kita," demikian penggalan terakhir lagu tersebut.

1. Indonesia - Indonesia Raya

Indonesia Raya ditulis oleh Wage Rudolf Soepratman. Lagu tersebut pertama kali diperdengarkan di Konvensi Pemuda Nasional pada 28 Oktober 1928. Layaknya kekuatan kolonial lain pada masa itu, lagu tersebut seolah menggambarkan betapa Indonesia yang pada saat itu bernama Hindia Belanda ingin lepas dari cengkraman Belanda.

Ternyata, lagu tersebut justru mengilhami gerakan nasionalis Indonesia. Indonesia Raya disinyalir mempromosikan gagasan satu negara berdaulat.

Ketika lagu tersebut diciptakan, Belanda tidak pernah melarang rakyat mengumandangkannya. Namun mereka ingin lirik "Merdeka! Merdeka!" diganti menjadi "Yang Mulia! Mulia!" (avia)

Baca juga:

4 Hidangan Serba Merah Putih Meriahkan Hari Kemerdekaan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Wisata Domestik Diprediksi Masih Populer
Travel
Wisata Domestik Diprediksi Masih Populer

Mayarakat yang mulai berwisata staycation akan mulai mencoba road trip

Cocok untuk Pemula, Simak Tips Mendaki Gunung Prau
Travel
Cocok untuk Pemula, Simak Tips Mendaki Gunung Prau

Mendaki gunung ternyata enggak bisa sembarangan.

Menparekraf Siapkan Pariwisata Olahraga
Travel
Menparekraf Siapkan Pariwisata Olahraga

Sport Tourism akan hadir di Indonesia.

Museum Siwalima Pikat Pengunjung dengan Kreativitas Tradisional
Travel
Museum Siwalima Pikat Pengunjung dengan Kreativitas Tradisional

Ada sekitar 5.300 koleksi di Museum Siwalima Ambon.

Tari Barong, Pertunjukan Mistis ala Negeri Aing
Tradisi
Tari Barong, Pertunjukan Mistis ala Negeri Aing

Biarpun terkesan arkaik, hal-hal mistis itu justru jadi hal menarik di negeri aing.

Di tengah pandemi, Konsep Offline Jakarta Dessert Week Beradaptasi.
Kuliner
Di tengah pandemi, Konsep Offline Jakarta Dessert Week Beradaptasi.

Jakarta Dessert Week menjadi satu-satunya festival di Indonesia yang menantang partisipan untuk menciptakan dessert tematik.

Museum Layang-layang, Kepedulian pada Budaya Bangsa
Travel
Museum Layang-layang, Kepedulian pada Budaya Bangsa

Di Museum Layang-Layang dapat melihat budaya layang-layang di Indonesia.

4 Aktivitas Wisata Ini Kudu Masuk 'Bucket List' saat Mengunjungi Kepulauan Riau
Travel
4 Aktivitas Wisata Ini Kudu Masuk 'Bucket List' saat Mengunjungi Kepulauan Riau

Hanya 40 menit dari Singapura, Kepulauan Riau juga punya aktivitas wisata menarik untuk pelancong.

Ketatnya Penerapan Protokol Anti COVID-19 di Hotel Surabaya Ini
Travel
Ketatnya Penerapan Protokol Anti COVID-19 di Hotel Surabaya Ini

Para tamu hotel harus mematuhi protokol kesehatan anti COVID-19.

Memotret Bekas Dendam Damai di Aceh
Tradisi
Memotret Bekas Dendam Damai di Aceh

Dalam kisruh antara pemerintah Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), penyiksaan yang diterima oleh warga sipil yakni dari kedua belah pihak yang bertikai