Kesehatan
COVID-19 Sebabkan Brain Fog, ini Cara Mengatasinya Brain fog sangat umum pada infeksi yang memengaruhi sistem pernapasan bagian atas. (123RF/iakovenko)

KEADAAN dunia yang tak menentu saat ini membuat banyak orang kewalahan. Dalam level tertentu, sebagian orang bahkan mengalami beberapa momen pikun. Demikian diaktakan Jessica Caldwell, PhD, seorang neuropsikolog dan Direktur Women’s Alzheimer’s Movement Prevention Center di Cleveland Clinic, AS.

“Sangat menggoda untuk berpikir bahwa brain fog atau kabut otak tidak akan terjadi sampai kamu jauh lebih tua. Namun, saya melihatnya pada banyak pasien di setiap usia. Stres merupakan pemicu yang diketahui,” katanya seperti diberitakan Prevention.com (8/7).

Ada sejumlah alasan pikiranmu terasa berkabut. Meskipun brain fog tidak ada dalam daftar resmi gejala COVID-19, beberapa infeksi, termasuk novel coronavirus dapat menghadirkan gejala itu.

BACA JUGA:

Tips Membedakan Flu Biasa dan COVID-19

“Ini sangat umum pada infeksi yang memengaruhi sistem pernapasan bagian atas. Berkurangnya aliran oksigen ke otak dan demam dapat menyebabkan gangguan mental,” kata Gayatri Devi, M.D., professor klinis neurologi di SUNY Downstate Medical Center yang juga merupakan dokter jaga di Lenox Hill Hospital, New York City.

Devi mengatakan, meskipun kabut otak bukanlah gejala umum COVID, itu bisa terjadi. Ia melihat hal itu sebagai komplikasi berkelanjutan bagi mereka yang sedang dalam pemulihan.

Penyebab kabut otak yang paling mungkin, ternyata, ialah hal-hal yang banyak dari kita hadapi saat ini, seperti stres, kurang tidur, menopause, dan efek samping obat. Selain itu, kondisi medis seperti cedera kepala, masalah tiroid, atau tahap awal multiple sclerosis juga dapat memicunya.

Stres tentu merupakan faktor besar di balik kepikunan. Menurut para ahli, faktanya, kelelahan menciptakan racun yang dapat menumpuk di otak dan memengaruhi kemampuan untuk fokus, berkonsentrasi, dan mengingat banyak hal. Demikian pernyataan Sandra Bond Chapman, PhD, Direktur Utama Center for BrainHealth di University of Texas di Dallas.

“Kita semua melakukan hal-hal yang menguras otak, dan kemudian kita bertanya-tanya mengapa kita tidak berpikiran jernih seperti dulu. Ketika tubuh kita lelah, kita menyadari bahwa kita perlu istirahat. Namun, ketika otak kita lelah, kita cenderung bekerja keras,” Chapman menjelaskan.

Semakin kamu mengabaikan brain fog, semakin menumpuk dan semakin besar kemungkinan akan terus mengalami hari-hari yang tidak produktif dan banyak momen 'ada di ujung lidah' tapi tidak teringat.

Di sisi lain, jika kamu mulai menerapkan strategi sederhana yang akan mengistirahatkan gray matter, kamu akan mulai dapat berpikir lebih jelas dengan cepat. "Ilmu pengetahuan telah mengungkapkan kebenaran yang mengejutkan bahwa kamu sebenarnya dapat berbuat lebih banyak untuk membuat otak sehat daripada bagian tubuh lain," lanjut Chapman.

Saat mengalami kabut otak, kamu mungkin meyakinkan diri sendiri bahwa itu akan hilang dengan sendirinya. Namun, meskipun otak bisa dengan mudah kembali baik, ternyata penting untuk melakukan sesuatu secara proaktif untuk membantu. Cobalah kiat-kiat berikut.

1. Kendalikan Reaksi Stres

stres
Mengakuinya dapat mematikan aliran hormon stres yang melelahkan hipokampus. (123RF/bowie15)

"Sangat mudah untuk masuk ke dalam pola pikir di mana segala sesuatunya negatif dan rasanya seperti tidak ada yang dapat kamu lakukan untuk mengatasi stres. Namun, jika benar-benar melihat apa yang membuat merasa paling cemas, kamu mungkin melihat hal-hal yang dapat dilepaskan atau berbagai cara untuk mengatasinya," kata Caldwell.

Bahkan sekadar mengakui apa yang membuatmu stres dapat membantu memperbaiki cara kamu mengatasi hal-hal sulit yang pasti akan ditemui dalam kehidupan. Lebih baik lagi, ini akan membantu otak mematikan aliran hormon stres yang melelahkan hipokampus.

2. Tanamkan Rutinitas Tidur

tidur
Kamu dapat melatih diri kembali ke rutinitas tidur yang baik. (123RF/choreograph)

“Terlalu banyak dari kita yang menganggap otak kita seperti motor yang dapat dinyalakan dan dimatikan, tetapi otak lebih seperti tanaman yang tumbuh dan berubah setiap saat. Dan tidak ada yang lebih kuat dari tidur untuk memberi makan tanaman itu untuk membuatnya tetap sehat,” kata Dr. Devi.

Satu atau dua malam mengalami tidur yang buruk tidak akan berdampak besar, tapi masalah tidur yang konsisten layak untuk diperbaiki. “Ada banyak cara yang terbukti untuk mengobati insomnia akhir-akhir ini. Kamu dapat melatih diri kembali ke rutinitas tidur yang baik,” dia melanjutkan.

BACA JUGA:

Pahami Ciri Gejala COVID-19 yang Memburuk

3. Gerakkan Tubuhmu

Aktif
Otak tidak akan mendapatkan darah kaya oksigen yang dibutuhkan untuk mendukung fungsi memori. (123RF/konradbak)

Apa yang baik untuk jantung (baca: olahraga) baik untuk otakmu. Itu karena lebih dari 40 persen darah dari jantung akhirnya beredar ke otak. Menurut Dr. Devi, “Ini adalah bukti seberapa banyak energi yang dibutuhkan otak, dan seberapa besar dia bergantung pada jantung untuk mendapatkan energi itu.” Jika jantung tidak memompa darah dengan benar, otak tidak akan mendapatkan darah kaya oksigen yang dibutuhkan untuk mendukung fungsi memori dan kewaspadaan.

Plus, olahraga meningkatkan suasana hati dan mengurangi stres. “Jika kamu dapat melakukan satu hal untuk mendapatkan banyak manfaat dalam hal mencegah atau mengobati kabut otak, olahraga adalah pilihan yang bagus,” kata Caldwell.

4. Istirahatkan Otak dan Hindari Multitasking

setop
Kamu bisa menutup mata dan beristirahat atau duduk di luar dan melihat pepohonan. (123RF/sifotography)

Cobalah latihan diresepkan Chapman resepkan untuk semua pasiennya yang dinamakan "five by five". Caranya, atur alarm untuk berbunyi pada lima interval sepanjang hari dan habiskan lima menit untuk menghentikan semua aktivitas otak, bahkan jangan bermeditasi! Cukup menjadi di saat ini. Kamu bisa menutup mata dan beristirahat atau duduk di luar dan melihat pepohonan. Berjalan-jalan, tanpa mendengarkan podcast. "Hanya lima menit tanpa masukan utama adalah cara terbaik untuk mengatur ulang otak," kata Chapman.

Dan, hentikan multitasking. Kebiasaan ini mungkin membuatmu merasa sangat produktif, tetapi multitasking sebenarnya mengganggu otak, dan pada akhirnya memperlambat. Menurut Chapman, alih-alih mencoba menyulap banyak hal sekaligus, fokuslah pada satu tujuan pada satu waktu, dan buat tugas itu bisa dilakukan dalam waktu 30 menit.

5. Latih Otak berpikir Lebih Dalam

latihan otak
Berpikir secara mendalam seperti push-up untuk otak. (123RF/nexusplexus)

"Berpikir secara mendalam seperti push-up untuk otak," kata Chapman. Ketika kamu membaca artikel yang menarik secara daring, luangkan waktu 15 menit untuk memikirkannya dan bagaimana kamu dapat menerapkannya dalam kehidupan. Jika kamu dan pasangan menonton film, bicarakan pesannya dan bagaimana film itu terhubung dengan hidupmu, daripada hanya mengulangi plotnya.

Penelitian Chapman telah menemukan, ketika orang terlibat dalam tingkat pemikiran yang lebih dalam, mereka meningkatkan kecepatan konektivitas di seluruh jaringan eksekutif pusat otak, di mana pengambilan keputusan, perencanaan, penetapan tujuan, dan pemikiran yang jernih terjadi, sebesar 30 persen. "Itu seperti mendapatkan kembali hampir dua dekade fungsi saraf," kata Chapman.

6. Lakukan Hal-hal Baru

latihan otak
Cobalah pendekatan berbeda untuk tugas yang telah kamu lakukan ribuan kali. (123RF/adam121)

Otakmu sebenarnya membenci pemikiran dan cara lama yang sama dalam melakukan sesuatu. Itu berarti cara terbaik untuk memberikan gray matter suntikan kegembiraan adalah dengan berinovasi. "Ini mendorong otak untuk memproduksi norepinefrin, zat kimia otak yang membuat kita bersemangat untuk belajar," kata Chapman.

Bahkan, hal-hal sederhana dapat membantu. Di tempat kerja, cobalah pendekatan berbeda untuk tugas yang telah kamu lakukan ribuan kali. Di waktu senggang, ambil rute baru ke supermarket atau dengarkan musik yang berbeda saat kamu berjalan.(aru)

BACA JUGA:

Prediksi Kondisi Pandemi COVID-19 di Indonesia Menurut Pakar Feng Shui

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Rayakan Hari Kartini dengan Menonton Film Tentang Perempuan Inspiratif
ShowBiz
Rayakan Hari Kartini dengan Menonton Film Tentang Perempuan Inspiratif

Deretan film dengan karakter perempuan inspiratif

Idap COVID-19 Bolehkah Berpuasa?
Fun
Idap COVID-19 Bolehkah Berpuasa?

Aman atau tidaknya bagi penderita COVID-19 untuk berpuasa tergantung pada kondisi fisiknya dan pengobatan yang sedang dijalaninya.

'Sifu' Dapatkan Update Terbaru untuk Pilih Tingkat Kesulitan
Fun
'Sifu' Dapatkan Update Terbaru untuk Pilih Tingkat Kesulitan

Tingkat kesulitan lebih menantang untuk pemain 'Sifu'.

Mengobati Sakit Kepala Tanpa Obat Kimia
Fun
Mengobati Sakit Kepala Tanpa Obat Kimia

Tak perlu langsung ke apotik saat sakit kepala menyerang.

Kemendikbudristek Tegaskan Pentingnya Gotong Royong Memulihkan Pendidikan Global
Hiburan & Gaya Hidup
Kemendikbudristek Tegaskan Pentingnya Gotong Royong Memulihkan Pendidikan Global

Kemendikbudristek juga menegaskan pentingnya nilai-nilai Pancasila.

Konser Hybrid dan Drive In Jadi Tren Baru Karena Pandemi
ShowBiz
Konser Hybrid dan Drive In Jadi Tren Baru Karena Pandemi

Beberapa konser yang sudah digelar cukup banyak menggunakan konsep hybrid.

5 Fakta Menarik Ronaldinho yang Wajib Kamu Tahu
Fun
5 Fakta Menarik Ronaldinho yang Wajib Kamu Tahu

Ronaldinho mantan pesepakbola dengan segudang prestasi.

Jason Aldean dan Carrie Underwood Raih Video of the Year dalam CMT Awards
ShowBiz
Jason Aldean dan Carrie Underwood Raih Video of the Year dalam CMT Awards

Acara penghargaan diadakan setiap tahun di Nashville, Tennessee.

Sepak Terjang Gerakan Cerdas Berdonasi
Hiburan & Gaya Hidup
Sepak Terjang Gerakan Cerdas Berdonasi

tidak menutup kemungkinan ada pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan jiwa sosial demi kepentingan pribadi atau kelompok tertentu yang bertujuan melanggar hukum.

Pasar Game Indie Itch.io Sebut NFT Penipuan
Hiburan & Gaya Hidup
Pasar Game Indie Itch.io Sebut NFT Penipuan

Dengan mengingat pasar digital yang aset hanya didapat secara nonfisik.