Berawal dari Iseng, Bisnis Ikan Cupang Raup Omzet Rp500 juta Bisnis ikan cupang raih omzet Rp500 juta sebulan (Foto: MP/Ahmad Dani)

WAJIB coba nih bisnis ikan cupang. Berawal dari hobi dan keisengan, Ivan Prima Kosalim membangun usaha ikan cupang. Tak disangka, usaha yang dirintis sejak tahun 2017 itu kini sudah mendatangkan omzet hingga Rp500 juta per bulan.

Pria 30 tahun itu semula ialah seorang pengusaha besar pengolahan biji plastik. Usaha yang dimulai sejak belia ini mulai menunjukkan masalah pada tahun 2017 silam. Bahkan, boleh dibilang usaha Ivan nyaris bangkrut.

Baca juga:

Mengenal Pesona Ikan Cupang dari Komunitas Cupang Sahabat Tangsel

Akhirnya Ivan memutuskan menutup usaha pengolahan biji plastiknya pada November 2017. "Bahkan anak yang lahir bulan Januari 2018 saya gak punya duit sedikitpun," cerita Ivan kepada merahputih.com saat ditemui di Depok, Minggu (5/7).

Usaha Ivan bangkrut karena ia memiliki hutang dengan sejumlah suplier dan rekanan di bisnis biji plastik. "Utang saya sampai 800 jutaan," ujarnya mengenang.

Satu rumah dan satu mobil HRV milik Ivan harus dilepas untuk bisa membayar hutang. "Setelah utang saya selesaikan baru saya pelan-pelan bangkit," paparnya.

Ivan sempat bangkrut sebelum menjalani bisnis ikan cupang Foto: MP/Ahmad Dani)

Berbekal modal dari sisa jual aset dan bisnis aksesori ikan cupang secara online yang dimulai sejak 2017, Ivan mulai bangkit dan menggeluti bisnis baru.

Pelan tapi pasti, Ivan bisa mulai bangkit. Dimulai dengan cara menyisihkan laba dari bisnis online akesori ikan cupang, Ivan terus menambah produk supaya terus meningkat.

"Duit laba yang saya dapat gak dipake semua, sebagian saya sisihkan untuk belanja produk. Terus nambah begitu sampai akhirnya saya bisa membeli tanah 300 meter," ujar Ivan.

Baca juga:

Menuai Berbagai Manfaat dari Bercocok Tanam

Di tanah itulah kemudian Ivan membangun peternakan ikan yang diberi nama dari anak pertamanya Maddie, sehingga dinamai Maddie Land Beta Farm.

Sejak 2017 hingga kini terdapat ribuan ekor ikan cupang dari berbagai jenis yang ia miliki. Di peternakan ikan yang memiliki nama latin Betta channoides itu bisnis Ivan mulai merangkak naik hingga akhirnya dia memutuskan untuk dirilis kepada masyarakat.

"Saya bangun bertahap nyicil dulu. Begitu sudah jadi tepatnya Oktober 2019 lalu saya baru berani launching. Jadi usia bisnis saya sebenarnya belum genap setahun," ujarnya.

Bisnis cupang semakin tren sejak pandemi (Foto: MP/Ahmad Dani)

Ivan mengaku pendapatan bisnisnya melonjak semenjak pandemi COVID-19. "Kenaikan drastis sampai dua kali lipat dibandingkan sebelum Corona," ujarnya.

Ivan pun tak sungkan berbagi cerita apa yang dilakukan di balik kesuksesan. Dia mengaku sebelum mendalami bisnis ikan cupang, dirinya terlebih dahulu memahami persoalan yang dihadapi para pecinta ikan cupang. "Dari pengalaman saya mengalami kesulitan itu kemudian yang menjadi ide untuk saya berjualan asesori ikan cupang,"ujar Ivan.

Dia mencontohkan ketika dia mengalami kesulitan mendapatkan pakan jentik nyamuk dan cacing maka dia pun terbesit ide untuk menjual pelet sebagai pakan ikan.

"Jadi dari situ saya paham pasti akan ada banyak orang yang juga mengalami kesulitan seperti saya. Di situlah saya lihat ada peluang bisnis," ujarnya. (Ahmad Dani/Jabodetabek)

Baca juga:

Nih Bedanya Brompton Tipe S, M, P, dan H


Tags Artikel Ini

Ikhsan Digdo