Beras Premium Langka, Warga DKI Diimbau Tak Panic Buying
Beras premium di Jakarta mengalami kelangkaan. Foto: Unsplash/ Pierre Bamin
MerahPutih.com - Masyarakat mengeluhkan soal kelangkaan beras jenis premium di warung sembako dan minimarket di Jakarta.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Suharini Eliawati mengatakan, jika beras premium memang mengalami kelangkaan di Ibu Kota.
Baca juga:
Jokowi Masif Bagikan Bansos Beras, Bulog: Mengurangi Tekanan Gejolak Harga
Eli, sapaan akrab Suharini menjelaskan, alasan beras premium sulit dicari di pasaran. Hal itu disebabkan belum masuknya masa panen raya dan diperkirakan baru akan terjadi pada pertengahan Maret 2024. Dengan begitu, terjadi ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan.
"Berkurangnya aktivitas pedagang akibat adanya libur panjang dan masa pengisian ulang pihak ritel terhadap stok beras," tutur Eli di Jakarta, Senin (12/2).
Meski begitu, Dinas KPKP DKI memastikan, stok pangan Jakarta aman dan masyarakat tidak perlu panic buying.
Baca juga:
Langkah Pemprov DKI untuk memenuhi permintaan pangan khususnya beras, akan menjaga pasokan yang masuk ke Ibu Kota dengan berkolaborasi bersama Pemerintah Pusat dan antar pelaku usaha (B2B). Lalu, mengoptimalkan peran PT Food Station Tjipinang Jaya.
"Melakukan pemantauan stok, harga dan mutu secara rutin bersama Satgas Pangan," tuturnya.
Eli juga menambahkan, pengendalian ekspektasi inflasi dilakukan lewat kegiatan Sembako Murah dan Gerakan Pangan Murah (GPM) bagi masyarakat umum, kemudian pendistribusian pangan bersubsidi bagi masyarakat tertentu.
Pihaknya juga bekerja sama dengan Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Perum Bulog, dan ID Food untuk mengendalikan harga.
"Melalui penyaluran beras SPHP kualitas medium ke masyarakat dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 54.500,- per kantong isi 5 kg di toko-toko beras dan pasar modern," tutupnya. (Asp)
Baca juga:
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
DPRD DKI Ingatkan Dinas SDA untuk Singkirkan Ego Sektoral atau Jakarta Tetap Jadi Langganan Banjir
Tanggapan Santai Pramono Pedagang Daging di Jakarta Ancam Mogok Jualan 3 Hari
Jakarta Dikepung Genangan, Polisi Turun Tangan Cegah Warga Terjebak Banjir
Pramono Sebut Pembayar QRIS di Jakarta Meroket Hingga 177 Persen di 2025, Tembus 5 Miliar Transaksi
Pemprov DKI Kucurkan Subsidi Rp 6,4 Triliun untuk Urusan Transportasi, Perut Sampai Pengelolaan Air Limbah
Pramono Tegaskan Ekonomi Jakarta 2025 Surplus Rp3,89 Triliun, Investasi Tembus Target
No Mercy untuk Bandar! Raperda P4GN Jadi Benteng Terakhir Lindungi Generasi Emas Jakarta dari Sabu Hingga Ekstasi
Bukan Sekadar Bongkar Tiang, Pemprov DKI Jakarta Bakal Melakukan Penataan Drainase di Jalan Rasuna Said
Tiang Mangkrak Rasuna Said, Pramono Anung Pastikan Pembongkaran Berjalan Humanis
Prakiraan Cuaca Jakarta 14 Januari: Waspada Hujan Ringan dari Pagi Hingga Siang Hari