Begini Caranya Atasi ‘Sleep Regression’ pada Anak! Kenali sleep regression pada anak (Foto Pexels/Shahbaz Akram)

TERKADANG si kecil terbangun dari tidur di malam hari. Ada berbagai sebab seperti salah satunya sleep regression. Faktornya bisa jadi karena perubahan aktivitas anak, tumbuh gigi, tanda terserang penyakit atau saat perjalanan jauh. Perilaku anak yang terbangun saat tengah malam biasanya, dialami bayi hingga usia 1,5 tahun.

Dalam hal ini orangtua berperan penting di dalamnya. Orangtua harus mencukupi jam tidur anak. Waktu tidur anak yang tercukup memengaruhi tumbuh kembang fisik dan otak si kecil. Berikut ini laman alodokter membagikan informasi terkait sleep regression.

Baca Juga: 'Baby' 'Walker' Sebabkan Kelainan Pada Anatomi Kaki Si Kecil


1. Atur jam tidur

anak
Jadwalkan jam tidur si kecil (Foto Pexels/Pixabay)


Umumnya, anak yang mengalami sleep regression dikarenakan jadwal tidur yang kurang teratur. Untuk itu, orangtua perlu memberikan aturan agar si kecil lebih disiplin. Mulailah dengan membiasakan si kecil mandi, minum susu dan mendengarkan dongeng sebelum tidur. Tak hanya itu, orangtua juga harus membiarkan anak beraktivitas seharian. Biarkan si kecil beraktivitas di pagi, siang atau sore hari. Hal ini akan membuat anak yang kelelahan sehingga tertidur lelap saat malam hari setelah beraktivitas seharian.

2. Terapkan toilet training

anak
Ajarkan anak ke toilet sejak dini (Foto CBC)


Buang air menjadi salah satu penyebab anak terbangun saat tengah malam. Ketidaknyamanan kondisi popok bayi bisa memengaruhi jam tidurnya. Lakukan toilet training sejak dini. Toilet training akan membuat buang air si kecil menjadi lebih teratur. Penerapan ini bisa dilakukan sejak anak berusia 1 tahun 6 bulan.

Perhatikan tanda-tanda si kecil jelang buang air besar (BAB) dan buang air kecil (BAK). Ajaklah ke toilet dengan memberikan penjelasan singkat. Biasanya, orangtua memberitahu dengan bercerita sehingga lebih mudah dipahami. Jika kesulitan, gunakan pispot agar lebih praktis.

Baca Juga: Trik Agar Anak Disiplin Saat Buang Air Besar

3. Redupkan lampu kamar

anak
Redupkan cahaya ruang tidur si kecil (Foto Unsplash/Marie Despeyroux)


Beberapa anak yang terbangun saat tengah malam dikarenakan cahaya lampu yang terlalu terang. Ketika si kecil tidur, biasakan ruangan dalam kondisi gelap. Biasanya, cahaya yang redup akan lebih menenangkan. Jika tetap terbangun, tenangkan si kecil dengan menepuk lembut tubuhnya dan jangan menyalakan lampu. Kondisi ruangan yang gelap akan membuatnya tertidur kembali.

Nyalakan lampu saat pagi harinya. Cahaya lampu bisa memberikan rangsang ke otak si kecil untuk terbangun. Lakukan ini secara rutin hingga anak memahami siklus tidurnya.

4. Biasakan beradaptasi

anak
Biarkan si kecil beraktivitas seharian (Foto Pexels/Pixabay)


Anak yang sudah bersekolah memiliki kewajiban tambahan. Aktivitas di sekolah yang melelahkan, ditambah tugas-tugas bisa membuat anak merasa tertekan. Tugas sekolah dijadikan sebagai beban yang menuntut. Berdampak buruk pada pikiran si kecil. Terbayang-bayang tugas.

Dibutuhkan pembiasaan pada anak dalam beradaptasi hingga menemukan pola belajarnya tersendiri. Ajaklah si kecil untuk terbiasa belajar setiap harinya. Meski tak ada tugas. Peran orangtua dalam menjalin interaksi juga berpengaruh. Tanyalah dengan menambahkan kata positif, seperti menanyakan keseruan atau cerita menyenangkan di sekolah.

5. Batasi pemakaian gawai

anak
Hindari pemberian gawai ke si kecil (Foto Pexels/Pixabay)


Banyak anak yang dibekali gawai. Tak heran candu gawai menyerang berbagai usia. Mulanya, pemakaian gawai untuk menunjukkan tampilan audio visual interaktif. Tujuannya untuk meningkatkan tumbuh kembang anak. Meski begitu, penggunaan gawai tak sepenuhnya baik. Pemberian gawai yang berlebihan bisa mengganggu kualitas dan pola tidur si kecil. Diperlukan batasan pemakaian di malam hari sebelum tidur. (dys)


Baca Juga: Tips Memaksimalkan Waktu Tidur Si Kecil


Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH