'Baby' 'Walker' Sebabkan Kelainan Pada Anatomi Kaki Si Kecil Penggunaan baby walker bisa sebabkan kelainan pada kaki si kecil (Sumber: Mom Junction)

BAGI orang tua, momen anaknya belajar berjalan untuk pertama kali merupakan momen paling ditunggu-tunggu. Meskipun langkah kakinya masih satu persatu dan tergopoh-gopoh tetap saja membuat para orang tua bahagia. Mereka pun tak sungkan membanjiri anaknya dengan fasilitas pendukung. Salah satunya adalah memberikan baby walker.

Apa sih baby walker itu? Baby walker merupakan alat bantu si kecil untuk berjalan berbentuk persegi. Pada bagian tengah terdapat lubang yang dilengkapi dengan kain sebagai tempat duduk anak. Roda di beberapa sisi membuat mobilitas si kecil lebih dinamis. Anak-anak pun semakin bersemangat belajar berjalan dengan baby walker dengan adanya beberapa mainan di depan mereka.
Baby Walker
Bayi di atas baby walker (Sumber: First Cry Parenting)
Namun, apakah bayi benar-benar membutuhkan baby walker? Jawabannya tidak. Belajar berjalan dengan baby walker bukan saja tidak efektif tetapi juga dapat memengaruhi fisiologis telapak kaki bayi.
Dokter Spesialis Fisik dan Rehabilitasi, Dr. dr Syarief Hasan Lutfie Sp KFR mengatakan penggunaan baby walker pada bayi bisa menyebabkan pes planus (kaki datar/kaki bebek).
"Ketika belum lancar berjalan, kaki anak dalam kondisi tidak stabil karena hanya menjadikan satu sisi kakinya sebagai pijakan. Jalannya masih miring karena ligamen mereka belum kuat," urai dokter Syarief. Penggunaan baby walker saat si kecil belum lancar berjalan ini justru membuat ligamen anak makin lemah karena mereka hanya mengandalkan otot kaki bagian bawah, bukannya otot pinggul dan otot paha.
Baby Walker
Bayi di atas baby walker (Sumber: Self)
Dokter Syarief mengatakan orang-orang yang menggunakan baby walker saat bayi cenderung mudah lecet jika menggunakan sepatu saat dewasa. "Arah kakinya mudah sekali terbentuk ke sisi lateral pada saat sudah dewasa. Kaki mereka pun mudah lecet karena tidak kuat menumpu berat badan dan langkahnya pun tidak bisa benar-benar seimbang," jelasnya.
Proses mendarat ke tanah yang tidak tepat kala si kecil berada di atas baby walker juga membuat telapak kaki anak tidak terbentuk sempurna. "Ketika berada di baby walker, telapak kaki anak tidak bertumpu dengan sempurna. Hal tersebut membuat mereka berpotensi memiliki kaki datar saat dewasa.
Anak belajar jalan
Proses belajar berjalan yang benar (Sumber: Working Mom)
Meski sekilas terlihat sama, pemilik telapak kaki datar berjalan dengan cara yang berbeda.
Ketika mereka melakukan toe off (gerakan mengungkit telapak kaki), berat badan mereka bertumpu di jempol kaki. Kontraksi otot tungkai akan bertambah. "Itu akan menyebabkan mereka cepat capek otot," tutur dokter Syarief.
Untuk itu dokter Syarief pun merekomendasikan para orang tua untuk mengajari anaknya berjalan dengan cara konvensional, berjalan titah. Ketika orang tua menuntun kedua tangan anaknya, mereka lebih bisa memperkirakan posisi kakinya dan cara berjalannya. Otot kaki dan telapak kaki pun akan terbentuk sempurna.
Walaupun banyak dampak negatif yang ditimbulkan dari penggunaan baby walker, dokter Syarief tidak sepenuhnya melarang orang tua untuk memberikan baby walker. "Penggunaan baby walker bisa digunakan jika ligamen anak sudah kuat dan stabil," tukasnya. (avia)
Kredit : iftinavia


Iftinavia Pradinantia

LAINNYA DARI MERAH PUTIH