Fashion
Barang Mewah Palsu Semakin Laris di Korea Selatan Selama Pandemi Barang mewah palsu semakin laris di Korea Selatan. (Foto Unsplash/Laura Chouette)

MEREK-merek mewah seperti Louis Vuitton, Fendi, Chanel, Gucci, Balenciaga, Supreme, dan lain-lain selalu berhasil menarik perhatian sebagian besar fashion enthusiast di seluruh dunia.

Walau pandemi COVID-19 menyebabkan krisis ekonomi dan kesehatan, tidak sedikit orang-orang yang masih tertarik untuk memiliki barang-barang mewah ini di seluruh dunia, baik asli maupun palsu.

Sayangnya, penerapan social distancing memaksakan kita untuk karantina mandiri sehingga sebagian besar kegiatan berbelanja harus dilakukan secara online. Metode berbelanja digital ini pun menimbulkan masalah baru di industri fesyen Korea Selatan.

Penjualan barang mewah palsu semakin meningkat. (Foto Unsplash/Laura Chouette)
Penjualan barang mewah palsu semakin meningkat. (Foto Unsplash/Laura Chouette)

Chung Kee-Hyun, direktur divisi investigasi kekayaan intelektual Korea Selatan mengatakan bahwa peningkatan permintaan produk-produk mewah palsu berkorelasi positif dengan peningkatan belanja online selama pandemi COVID-19.

BACA JUGA:

Pandemi Bikin Kehidupan Campur Aduk

Jadi, konsumen di Korea Selatan lebih memilih untuk membeli barang-barang bermerek mewah yang palsu semenjak menerapkan belanja online selama pandemi.

Dilansir dari Hypebeast, The Korean Intellectual Property Office (KIPO) alias Kantor Kekayaan Intelektual Korea saat ini sedang sibuk menindaklanjuti barang mewah palsu yang semakin merajalela di pasaran Korea Selatan.

Jumlah barang palsu yang terjual selama pandemi sudah melonjak sebesar 204% jika dibandingkan dengan periode Januari sampai Agustus 2019.

Telah ditindaklanjuti oleh KIPO. (Foto Unsplash/Laura Chouette)
Telah ditindaklanjuti oleh KIPO. (Foto Unsplash/Laura Chouette)

Jika dibandingkan dengan tahun lalu, Statistics Korea juga melaporkan bahwa kegiatan belanja online tahun ini telah mengalami peningkatan penjualan sebesar 15,2 triliun KRW atau sekitar Rp 196 triliun dalam periode Januari sampai Agustus.

Tas menjadi barang mewah palsu yang paling banyak digemari oleh masyarakat Korea Selatan dengan presentasi sebesar 31,7 %, diikuti dengan pakaian sebesar 26%. Sepatu, dompet, dan jam juga menyumbang proporsi sebesar 18%, 6%, dan 5%.

BACA JUGA:

'Menggila' Makan Biar Stres Hilang di Masa Pandemi

Meski begitu, hanya ada kurang dari 3% dari semua laporan penjualan barang mewah palsu yang berhasil diarahkan pada penyelidiktan aktual oleh polisi kehakiman.

Maka dari itu, saat ini KIPO berencana untuk meningkatkan langkah-langkah investigasi personel maupun yang memanfaatkan forensik digital.

Laman Hypebeast juga melaporkan bahwa KIPO akan bekerjasama dengan para pemegang merek dagang untuk memberikan kompensasi kepada para pembeli yang tertipu membeli barang palsu berupa uang kembali. (SHN)

BACA JUGA:

Jadi Clean Freaks dan Ajak Semua Orang Melakukan Hal yang Sama

Penulis : shenna shenna
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pentingnya Memberikan 'Bonus' kepada Karyawan, Termasuk Hampers Lebaran
Hiburan & Gaya Hidup
Pentingnya Memberikan 'Bonus' kepada Karyawan, Termasuk Hampers Lebaran

Kompensasi atau bonus tak selalu berupa uang.

Sariawan Bisa Menular? Ini Faktanya
Fun
Sariawan Bisa Menular? Ini Faktanya

Ada mitos yang beredar tentang sariawan.

Apple Buat Chip Sendiri untuk Gantikan Qualcomm
Fun
Apple Buat Chip Sendiri untuk Gantikan Qualcomm

Sampai saat ini chip tersebut masih dalam tahap pengembangan.

Perhatikan Hal ini setelah Vaksinasi COVID-19
Hiburan & Gaya Hidup
Perhatikan Hal ini setelah Vaksinasi COVID-19

Untuk memantau dan memastikan tidak ada kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI).

Raih Beragam Manfaat dari Buah Tin
Fun
Raih Beragam Manfaat dari Buah Tin

Hal itu karena terdapat beberapa kandungan lainnya seperti, serat, Vitamin B6, dan kaya akan antioksidan.

‘Mortal Kombat’ vs ‘Demon Slayer’ Sengit di Box Office
ShowBiz
‘Mortal Kombat’ vs ‘Demon Slayer’ Sengit di Box Office

Pendapatannya masih akan terus bertambah.

Bekerja Bersama Membangkitkan Pariwisata Bali
Travel
Bekerja Bersama Membangkitkan Pariwisata Bali

Produsen Bir Bintang ikut peduli keamanan wisata di Bali.

Dian Sastro Berbagi Pengalaman Syuting Film Bermodal Ponsel
ShowBiz
Dian Sastro Berbagi Pengalaman Syuting Film Bermodal Ponsel

Dian Sastrowardoyo baru-baru ini menceritakan pengalamannya melakukan syuting film pendek, yang hanya direkam menggunakan kamera ponsel pintar

Samsung Produksi Layar Lipat untuk Brand Ponsel Lain
Hiburan & Gaya Hidup
Samsung Produksi Layar Lipat untuk Brand Ponsel Lain

Berbagai ponsel cerdas yang menggunakan panel itu akan diluncurkan di tahun ini.

Candyman, Urban Legend yang kembali Hidup setelah 30 Tahun
ShowBiz
Candyman, Urban Legend yang kembali Hidup setelah 30 Tahun

Merupakan kisah urban legend Amerika.