Kesehatan Mental

Anxious Attachment Style Sadfishing, Mengumbar Kesedihan Demi Perhatian

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Jumat, 16 Desember 2022
Anxious Attachment Style Sadfishing, Mengumbar Kesedihan Demi Perhatian
Seseorang membutuhkan perhatian dari media sosial. (Foto: Unsplash/Noah Silliman)

APAKAH kamu pernah dengan sengaja mengumbar kesedihan di media sosial agar mendapat perhatian dari teman-teman? Kamu mungkin mengalami anxious attachment style dan hal ini bisa saja ada kaitannya dengan kondisi kejiwaan.

Mengutip laman Alodokter, anxious attachment style merupakan kondisi ketika seseorang menginginkan hubungan atau ikatan kuat dengan orang yang disayangi. Namun, keinginan ini diiringi dengan keraguan dan perasaan cemas, sehingga muncul rasa khawatir bahwa ia bisa saja ditinggalkan sewaktu-waktu.

Sedangkan sadfishing adalah suatu perbuatan atau tingkah laku ketika individu mengumbar perasaan, biasanya berupa kesedihan secara berlebihan melalui media sosial. Tujuannya adalah untuk mencari perhatian dari orang lain.

Jika keduanya disatukan, maka terjadi kondisi ketika seseorang yang mengumbar kesedihan melalui media sosial tentang hubungannya dengan individu lain. Ia mungin akan mendramatisir ceritanya, misalnya di satu sisi betapa ia sayang dan cinta terhadap pasangannya, serta mesra hubungannya. Namun di sisi lain, ia mergaukan kesetiaan hingga mencurigai pasangannya. Ini semua dikisahkan secara gamblang alias diumbar demi mendapat perhatian dari para 'pemirsa' dunia maya.

Baca juga:

Cara Move On Dari Kecanduan Media Sosial, Nomor 3 Solusi Terbaik!

Mengenal Anxious Attachment Style Sadfishing, Mengumbar Kesedihan Demi Perhatian
Media sosial terkemuka, seperti facebook, twitter, hingga instagram dijadikan sarana curhat untuk mengumbar cerita seprivasi apapun. (Foto: Unsplash/dole777)

Penyebab kondisi ini belum diketahui secara pasti. Namun, orang dengan anxious attachment style sadfishing diduga merupakan individu yang memiliki kecenderungan untuk bergantung dengan orang lain. Hal ini banyak dipengaruhi oleh pengalaman di masa kecil.

Misalnya, anak-anak yang terus menerus diabaikan oleh orang tua, termasuk saat anak mengutarakan perasaannya, bisa membuat ia menjadi pribadi yang cemas dan membutuhkan perhatian dari orang lain. Pengalaman tersebut juga bisa menyebabkan ia kurang menghargai diri sendiri.

Adanya keinginan untuk didengar dan diperhatikan bisa membuat anak tumbuh menjadi seorang people pleaser yang rela melakukan apapun demi menjaga hubungan dengan orang yang disukainya. Kemudian, saat ini dengan adanya media sosial dan mudahnya akses memberikan dan mendapatkan informasi, terciptalah ladang curhat. Media sosial terkemuka, seperti facebook, twitter, hingga instagram dijadikan sarana curhat untuk mengumbar cerita seprivasi apapun, termasuk tentang hubungan asmara.

Baca juga:

Kiat-kiat Membangun Citra Diri di Media Sosial

Mengenal Anxious Attachment Style Sadfishing, Mengumbar Kesedihan Demi Perhatian
Setiap orang membutukan perhatian, begitu pun dirimu. (Foto: Unsplash/Hannah Busing)

Seseorang yang mengalami anxious attachment style sadfishing biasanya ingin mendapatkan perhatian dan simpati dari banyak orang. Walaupun orang-orang yang mungkin membaca, merespons, hingga memberi saran adalah orang yang sama sekali asing baginya.

Ada beberapa langkah untuk menyikapi anxious attachment style sadfishing, yakni sadari kondisimu. Bila perlu minta bantuan orang terdekat untuk mengingatkanmu saat kamu mulai melakukan umbar kesedihan atau curhat berlebihan di media sosial.

Setiap orang membutukan perhatian, begitu pun dirimu. Jangan malu untuk menyatakan kebutuhanmu akan perhatian dari orang terdekat secara baik-baik dan biasakan diri juga untuk saling mendengarkan. (and)

Baca juga:

Anak Muda Jangan Sampai Dikendalikan Media Sosial

#Lipsus Desember Kesehatan Mental #Kesehatan Mental
Bagikan
Ditulis Oleh

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Bagikan