Amazon Prime Peringatkan Pelanggan Adanya Penipuan Amazon memperingatkan pada pelanggannya untuk lebih waspada. (Foto: Unsplash/Christian Wiediger)

AMAZON Prime memperingatkan penggunanya untuk berhati-hati terhadap tindakan penipuan. Para penipu ini mengatasnamakan Amazon Prime dan mencuri data korbannya.

Amazon mengatakan bahwa penjahat-penjahat itu mengelabuhi korban dengan menelepon dan menyebutkan dirinya resmi dari situs belanja itu. Kemudian mereka akan mengarahkan korbannya untuk menekan angka 1. Skenario berikutnya mereka akan mengindormasikan bahwa akun Amazon Prime korban diretas.

Baca Juga:

Para Pejabat PBB Dilarang Menggunakan WhatsApp, Ini Alasannya

tipu
Penjahat-penjahat itu mencuri data yang tak sadar diberikan pelanggan. (Foto: Unsplash/Markus Spiske)

Laman express menuliskan, proses ini dapat membuat korban mengungkapkan informasi perbankan mereka atau menyambungkan korban ke nomor telpon premium berbayar. Tidak hanya itu, korban juga akan diperintah untuk memasang perangkat lunak di perangkat komputernya. Tanpa korban sadari perangkat lunak tersebut berbahaya bagi komputer. Karena para peretas bisa memegang kendali penuh atas komputer yang dipasangi perangkat lunak tersebut.

Jika peretas sudah memegang kendali penuh atas komputer korban, maka peretas bisa melihat seluruh aktivitas korban. Termasuk mengambil informasi perbankan atau kartu kredit yang tersimpan di komputer. Bahkan mereka juga bisa mengambil dokumen-dokumen penting di komputer.

Baca Juga:

5 Tarian TikTok yang Viral di Sosial Media, Cocok untuk Seru-Seruan!

tipu
Pelanggan yang tertipu akan kehilangan sejumlah uang. (Foto: Unsplash/Sharon Mccutcheon)

Action Fraud UK, badan nasional di Inggris yang mengurusi kejahatan seperti ini seperti dilansir dari express, publik pasti berlangganan Amazon Prime atas kehendaknya sendiri dan tidak secara otomatis didaftarkan untuk berlangganan. Jika publik menerima panggilan yang mengatasnamakan Amazon Prime dan mereka berlangganan layanan tersebut dan merasa curiga, sebaiknya langsung menutup telepon. Publik juga harus bisa mengenali dengan jelas dan lengkap apabila ada telpon yang mengatasnamakan suatu organisasi tertentu.

Amazon menyatakan sedang menyelidiki kasus ini. Mereka menggarisbawahi bahwa pihaknya tidak pernah meminta pembayaran yang dilakukan di luar situs mereka. Amazon menegaskan tidak pernah membocorkan data pengguna ke pihak ketiga. Sebelumnya, dilaporkan bahwa sudah ada korban penipuan yang terkena modus ini. Pengguna tersebut kehilangan uangnya sebesar 25.000 Euro atau sekitar Rp375 juta. (PP)


Baca Juga:

Mengenal Google Collection, Fitur Baru yang Resmi Diluncurkan Hari Ini


Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH