Album Debut Matter Mos 'Pronoia' Bakal Hadir dalam Bentuk NFT
Matter Mos siap rilis debut album. (Foto: Instagram/@mattermos)
SEPERTI yang tertulis pada judul, ini menjadikan musisi bernama asli Fadil Mcgee sebagai rapper pertama di Indonesia yang memasarkan karyanya dengan metode non-fungible token (NFT).
Namun sebelum membahas tentang album debut Matter Mos, ada baiknya kita mengenal tentang apa itu NFT. Dirangkum dari berbagai sumber, NFT merupakan sebuah teknologi kripto, semacam sertifikat digital yang menyatakan pihak yang memiliki hak foto, video, atau bentuk virtual lainnya.
Baca juga:
Aset-aset dengan NFT akan terdaftar dalam blockchain atau semacam ‘buku besar’ digital yang mirip dengan jaringan (network) yang mendukung beberapa aset mata uang kripto, seperti Ethereum atau Bitcoin.
Salah satu keunggulan dari NFT, ketika sudah dienkripsi di blockchain pada suatu karya, maka karya tersebut tidak bisa direplikasi atau diduplikasi secara massal.
Kepada Merah Putih, rapper yang telah mulai berkarier di belantika musik sejak 2014 menceritakan awal mula ketertarikannya dengan metode NFT ini.
“Gue suka banget sama konsepnya cryptocurrencies, sistem yang decentralized & pure. It made me feel good about the future. Kehadiran NFT mengizinkan seniman untuk dapat kesempatan ekstra untuk showcase what we actually worth. Selama gue mencari tahu dan belajar tentang NFT, gue makin suka sama konsepnya,” ungkap Matter Mos, Rabu (28/4).
Pengumuman tersebut awalnya muncul ketika Matter Mos membagikan sebuah video teaser berdurasi 2.40 menit di kanal YouTube miliknya pada 11 Maret 2021. Teaser tersebut menyajikan beberapa rekaman Matter Mos tengah mengerjakan kegiatan recording. Pada akhir video terlihat tulisan “Pronoia. Debut album by Matter Mos 2021. DSP NFT Soon.”
Pronoia merupakan kumpulan dari lagu-lagu dari Matter Mos sejak bertahun-tahun lalu, dan telah melalui perjalanan panjang sehingga terciptalah karya terbaik versi Matter Mos di album debut ini.
Baca juga:
View this post on Instagram
“Ini adalah debut pertama gue, kumpulan ‘anak-anak’ gue yang dikumpulin secara bertahun-tahun. Sebuah pengeksplorasian tentang apa yang manusia inginkan di dunia. Lebih tepatnya, untuk mengetahui, merasakan, dan melihat,” jelas rapper yang pernah masuk nominasi di Anugerah Musik Indonesia (AMI) 2018 dan 2019 ini.
Kata pronoia merupakan neologism yang diartikan sebagai perasaan yang berbanding terbalik dengan paranoia. “Paranoia adalah orang yang menderita karena merasakan kalau dunia ini berkonspirasi untuk menghancurkannya, sedangkan pronoia adalah perasaan dimana dunia berkonspirasi untuk membantu atau menolong dirinya. ini terinspirasi dari sebuah podcast yang saya tonton dan perasaan banyaknya orang yang membantu saya sebagai executive producer untuk make this album happen,” tutup Matter Mos. (far)
Baca juga:
Mea Shahira dan Matter Mos Hadirkan Single Kolaborasi 'Apple of My Eyes'
Bagikan
Berita Terkait
Burgerkill Tegaskan Perlawanan Lewat Single 'Kontinum', Berikut Lirik Lengkapnya
Mitski Gelar Tur Dunia 'Nothing’s About to Happen to Me', Sambangi Jakarta Juli 2026
Timurnesia, Genre Baru Musik Indonesia Timur Resmi Digaungkan Pemerintah
Album 'Awal Masa' Jadi Ruang Paling Personal Raissa Faranda lewat Proyek GUNGS
Single 'Nol' Jadi Cara Monkey To Millionaire Lepas Energi Kolektif
Kolaborasi Global PREP dan Sunset Rollercoaster Hadirkan Single 'Do What You Gotta'
Fresly Nikijuluw Rilis 'Manyasal Pakai Hati', Lagu tentang Penyesalan dalam Cinta
Palm Trees Rilis 'Gojod Bae', Lagu Kritik Sosial yang Ajak Generasi Muda untuk Bergerak
Lirik Lagu “Rindu” Karya Terbaru Angel Pieter Ajak Hati Berdamai
Konser Comeback BTS di Gwanghwamun Tayang Live Streaming di Netflix pada 21 Maret, Hadiah Lebaran buat ARMY Nih