Kuliner
Ada Ucapan Syukur ke Sang Pencipta di Balik Sajian Tumpeng Tidak bisa sembarang potong. (Foto: Pixabay/mufidpwt)

KAMU mungkin sudah tidak asing lagi dengan sajian khas Indonesia yang satu ini. Ya, tumpeng biasanya disajikan di berbagai resmi, seperti pernikahan, upcara adat, syukuran, peresmian, atau hari-hari spesial lainnya. Di balik bentuknya yang kerucut dan sajian lauknya, ternyata ada sejarah mengapa tumpeng sering dijadikan sebagai ikon.

Tumpeng biasanya terbuat dari nasi kuning atau putih yang dibentuk mengerucut lalu diletakkan di atas tampah bambu. Bentuk nasinya yang seperti gunung ini biasanya dikelilingi oleh lauk tradisional, seperti ayam goreng, tempe, tahu, ikan teri, urap, telur, dan masih banyak lagi.

Dalam bahasa Jawa, tumpeng merupakan singkatan dari "yen metu kudu sing mempeng" yang artinya "jika keluar harus dengan bersungguh-sungguh".

Awal mulanya, tumpeng sering digunakan masyarakat Jawa dan sekitarnya untuk membuat persembahan kepada gunung-gunung. Tujuannya adalah mereka yakin bahwa sejak dahulu kala, gunung digunakan sebagai tempat bersemayam para Hyang atau arwah leluhur.

Baca juga:

Mengenal Deretan Duel Unik di Negeri Aing

Ada Ucapan Syukur ke Sang Pencipta di Balik Sajian Tumpeng
Beda warna nasi, beda pula artinya. (Foto: Instagram/kreatekitchen)

Ketika agama Hindu masuk ke Indonesia, barulah bentuk tumpeng sendiri berbeda, yakni megerucut yang dibuat untuk meniru Gunung Mahameru. Konon katanya, gunung tersebut menjadi tempat tinggalnya para Dewa-Dewi. Barulah ketika agama Islam masuk ke Indonesia, makna tumpeng sendiri lebih ke arah mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Mengutip laman ANTARA, Presiden dari Indonesia Gastronomy Association (IGA) Ria Musiawan mengatakan Tumpeng merupakan simbol atau lambang permohonan makhluk hidup kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tumpeng juga dapat diartikan dengan simbol hubungan antara pemimpin dengan rakyatnya.

Bila dilihat dengan seksama, ada tujuh varian lauk yang berbeda di sajian tumpeng. Ternyata, pemilihan jenis dan jumlah lauk tersebut juga tidak sembarangan. Dalam bahasa Jawa, tujuh disebut pitu yang artinya sebagai pitulungan atau pertolongan kepada Sang Pencipta agar diberi kelancaran dalam melaksanakan sesuatu.

Baca juga:

Mengenal Tradisi Jamasan Pusaka pada Bulan Sura

Ada Ucapan Syukur ke Sang Pencipta di Balik Sajian Tumpeng
Bentuknya mengerucut menyerupai gunung. (Foto: Instagram/@encim.gendut)

Sajian lauknya juga memiliki makna, seperti telur yang melambangkan kebersamaan, ikan melambangkan keuletan dan perjuangan hidup, serta ayam ingkung dimaknai sebagai sikap pasrah atas kekuasaan Tuhan. Pemilihan ayam jantan sendiri juga melambangkan manusia sebaiknya menghindari sifat jelek pada ayam, misalnya sombong atau ingin menang sendiri.

Nah kalau untuk sayuran urap di nasi tumpeng umumnya memiliki makna yang baik. Sayur yang terdiri atas tauge, kangkung, dan kacang panjang ini maknanya adalah melindungi dan pertimbangan yang baik dalam memilih segala sesuatu.

Ada Ucapan Syukur ke Sang Pencipta di Balik Sajian Tumpeng
Varian lauk yang memiliki makna kehidupan. (Foto: Instagram/@tumpengjakartapusat)

Warna pada nasi pun juga memiliki makna. Jika tumpeng dengan nasi putih artinya melambangkan kesucian, sedangkan kuning pada kekayaan dan moral yang luhur.

Cara memotong tumpeng juga tidak boleh sembarang dilakukan karena berpotensi merusak nilai filosofis dalam tradisi tumpengan. Pengerukan tumpeng menurut Ria hanya boleh dikeruk sisi samping dari bawah, kemudian orang yang mengeruk harus mengucapkan doa dalam hati.

Nah kira-kira, begitu sejarah dan nilai kehidupan yang ada di tumpeng. Jadi, lauk apa yang biasanya kamu incar nih? (and)

Baca juga:

Pasar Bekonang Kliwon, Pasar Tumpah Kalender Jawa Negeri Aing

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Svarga Bumi, Destinasi Wisata Magelang Bernuansa Pedesaan Nan Asri
Travel
Svarga Bumi, Destinasi Wisata Magelang Bernuansa Pedesaan Nan Asri

Tempat wisata di Magelang ini bikin kamu gak mau pulang ke kota.

Menghidupkan Kembali Permainan Ketapel Tradisional
Tradisi
Menghidupkan Kembali Permainan Ketapel Tradisional

Sejumlah peserta berlatih permainan ketapel tradisional di lapangan Persatuan Ketapel Tradisional Indonesia Kimpul Kuning, Parung Serab, Kota Tangerang, Banten

Es Tebak Segar Favorit Sajian Berbuka dari Ranah Minang
Kuliner
Es Tebak Segar Favorit Sajian Berbuka dari Ranah Minang

Minuman segar dingin ini sudah menyebar hingga ke Solok, Medan, bahkan hingga Pekanbaru.

Ragam Istilah Kain Nusantara di Masa Lampau
Tradisi
Ragam Istilah Kain Nusantara di Masa Lampau

Di masa lalu, banyak ragam istilah selain kain.

5 Pantai Terindah Versi Susi Pudjiastuti, Kamu Pilih yang Mana?
Travel
5 Pantai Terindah Versi Susi Pudjiastuti, Kamu Pilih yang Mana?

Pantai favorit Susi ini wajib masuk ke daftar liburanmu setelah pandemi COVID-19 berakhir.

Pedagang Keliling Ungkap Keberadaannya Lewat 'Jingle'
Kuliner
Pedagang Keliling Ungkap Keberadaannya Lewat 'Jingle'

Pedagang keliling memiliki 'jingle' untuk memikat hati pembeli.

Trik Agar Daging Empuk Ala Chef Haryo Pramoe
Kuliner
Trik Agar Daging Empuk Ala Chef Haryo Pramoe

Chef Haryo Pramoe membagikan sedikit trik agar daging qurban yang kamu olah menjadi empuk dan enak untuk dikonsumsi.

Cegah Vandalisme, Jalan Sudirman Direvitalisasi dengan Mural
Travel
Cegah Vandalisme, Jalan Sudirman Direvitalisasi dengan Mural

Untuk mempercantik sebuah kota, tentu saja dibutuhkan peran serta semua pihak.

Mengenal Lebih Jauh Tentang Aktivitas Mendaki Gunung
Travel
Mengenal Lebih Jauh Tentang Aktivitas Mendaki Gunung

Perlu persiapan fisik dan emosional sebelum naik gunung.