Museum Kelas Dunia Ini Benar-benar Dibuat untuk Instagram Kamu Mori Building Digital Art Museum. (Foto: instagram.com/fula_n)

MEDIA sosial, khususnya Instagram, telah mengubah cara kita menikmati seni. Banyak orang ingin menikmati karya seni, mendokumentasikannya, dan berbagi momen itu dengan orang lain. Jadi, tak cukup hanya dengan melihatnya sendiri secara pribadi.

Dikutip Forbes Travel Guide, berikut ini pameran yang tidak hanya menyediakan latar belakang instagrammable, tapi mengubah cara mendefinisikan seni dan pengaturan museum. Dari grafiti yang dikuratori hingga mural digital, berikut empat destinasi museum yang mesti kamu lihat.

BACA JUGA: Solo Travelling tapi Serasa Ada yang Nemenin? Begini Nih Caranya


1. 'Beyond the Streets', Brooklyn, New York

Beyond the Streets Brooklyn. (Foto: instagram.com/blessedblissss)
Beyond the Streets Brooklyn. (Foto: instagram.com/blessedblissss)

Mengisi tempat dua lantai, pameran luas ini memberikan seni jalanan retrospektif New York. Beyond the Streets dimulai di LA, tetapi edisi di sini memiliki ukuran dua kali lipat dan melibatkan 150 seniman internasional, termasuk Eric Haze, yang kemudian membuat logo untuk Beastie Boys dan grup hip-hop lainnya, bersama beberapa nama yang lebih dikenal seperti Takashi Murakami, Jean-Michel Basquiat, dan Keith Haring.

The Guerrilla Girls, sebuah kelompok seniman aktivis feminis anonim, membawa gaya khas mereka dengan sedikit humor untuk mengungkap ketidaksetaraan gender di dunia seni.


2. Mori Building Digital Art Museum, team Lab Borderless, Tokyo

Mori Building Digital Art Museum. (Foto: instagram.com/ashleydhorasoo)
Mori Building Digital Art Museum. (Foto: instagram.com/ashleydhorasoo)

Salah satu museum terpanas di Tokyo (superstar DJ Steve Aoki ialah penggemar beratnya) merupakan fasilitas permanen untuk membebaskan seni dari kendala fisik. Untuk melakukan itu, setiap instalasi di ruang 3,3 hektare membuat kamu menjadi bagian penting dari digital wonderland.

Sekitar 520 komputer dan 470 proyektor video menampilkan Forest of Resonating Lamps, sebuah area yang dipenuhi dengan lentera. Ketika kamu memasuki dan menyentuh lampu, cahayanya merembes ke dua lampu di dekatnya, dan itu terus menyebar melalui perlengkapan lain sampai semuanya terang. Lalu cahaya kembali ke lampu pertama.

BACA JUGA: Enggak Cuma Sepak Bola, Yuk Intip Pantai Terpopuler Brasil untuk Bermain Voli


3. Museum Neon, Las Vegas

Museum Neon. (Foto: instagram.com/pilarperezr)
Museum Neon. (Foto: instagram.com/pilarperezr)

Museum Neon menyimpan tanda-tanda vintage Sin City yang berasal dari tahun 1930 dengan lahan 0,9 hektare. Sementara museum menawarkan tiket masuk umum, pilihlah tur berpemandu untuk mempelajari sejarah di balik semua hal yang ada di sana.

Kiat mengunjung ke sana: Pergi di malam hari untuk melihat beberapa dari koleksi menyala, sebuah pertunjukan 30 menit yang menggabungkan musik dan rekaman arsip.


4. Atelier des Lumieres, Paris

Atelier des Lumieres. (Foto: instagram.com/marilima90)
Atelier des Lumieres. (Foto: instagram.com/marilima90)

Dibuka pada 2018, pusat seni digital ini mengambil karya-karya seniman, seperti Klimt, lalu mengubahnya menjadi pengalaman yang mendalam. Saksikan potongan-potongan dikoreografikan di dinding setinggi 10 meter dan 140 proyektor video laser yang menjadi tontonan gambar yang memukau.

Van Gogh: Starry Night menjadi acara terbaru untuk menerangi Atelier. Warna-warna berani si pelukis dan sapuan kuas pendek sepertinya melompat turun dari dinding.

Proyeksi diputar dalam satu lingkaran, sehingga kamu tidak akan melewatkan apa pun. Karena tempat duduk terbatas, rencanakan untuk bergabung dengan sebagian besar penonton yang duduk di lantai. (*)

Baca Juga: Airport Bersejarah ini Diusulkan Jadi Drive-Trough PSK

Kredit : zulfikar

Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH