YLKI Temukan 3 Indikator Buah Beredar Tidak Layak Konsumsi

Ana AmaliaAna Amalia - Senin, 05 Desember 2016
YLKI Temukan 3 Indikator Buah Beredar Tidak Layak Konsumsi

Deskripsi : Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi. (Foto: YouTube)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih Keuangan - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai masih banyak titik rawan atas penyimpanan dan pelanggaran terhadap produk beredar buah segar.

Ketua Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan hasil pengujian menemukan 3 indikator penyebab produk buah segar yang beredar di pasar Jakarta masih rawan dan tidak aman dikonsumsi.

"Indikator dimaksud adalah minimnya akses informasi produk buah segar, rantai distribusi yang masih bermasalah serta penggunaan bahan berbahaya dalam men-treatment buah segar," ujar Tulus saat memberikan paparan di Bakoel Coffee di Cikini, Jakarta Pusat, Senin (5/12).

Menurut Tulus sejauh ini label dalam buah segar belum menyediakan informasi secara jelas, benar, dan jujur seperti yang dibutuhkan konsumen.

"Informasi tersebut meliputi tanggal panen, asal buah dan nutrisi yang terkandung didalamnya. Sejauh ini, informasi buah segar hanya terdapat di peti kemas yang berukuran sedang dan besar, dan tidak terakses oleh konsumen," tuturnya.

Selain akses informasi yang minim, sambungnya, permasalahan rantai distribusi juga menjadi masalah klasik dalam peredaran buah segar.

"Bahkan untuk buah lokal membutuhkan 9 (sembilan) rantai distribusi dari petani sampai ketangan konsumen. Proses distribusi yang tidak efektif ini menyebabkan buah, tak lagi segar ketika sampai konsumen," jelasnya.

Tulus menjelaskan panjangnya rantai distribusi menyebabkan 40% buah lokal yang masuk ke Pasar Induk Kramat Jati kondisinya tidak layak konsumsi.

"Sedangkan sisanya sudah dalam kondisi yang kurang segar dan buah kehilangan banyak nutrisi," tandasnya.(Abi)

BACA JUGA:

  1. Direktur Keuangan Persebaya Tidak Terima Diusir dari Kongres PSSI
  2. Suasana Sertijab Menteri Keuangan
  3. Laporan Keuangan RUPST PT Grand Kartceh Sempat Mengalami Kerugian
  4. Sri Mulyani Siap Jalankan Tugasnya Sebagai Menteri Keuangan
  5. Istana Putih Beralih Fungsi Menjadi Gedung Keuangan Negara
#Buah #Ketua Umum Harian YLKI Tulus Abadi #YLKI
Bagikan
Ditulis Oleh

Ana Amalia

Happy life happy me

Berita Terkait

Indonesia
Mati Listrik Sumatra, Konsumen Merugi, YLKI Minta PLN Tanggung Jawab
Gangguan kelistrikan tentu menyebabkan kerugian, baik dari PLN maupun masyarakat sebagai konsumen.
Dwi Astarini - Senin, 25 Mei 2026
Mati Listrik Sumatra, Konsumen Merugi, YLKI Minta PLN Tanggung Jawab
Indonesia
Pasar Induk Kramat Jati yang Tak Pernah Tidur: Menjemput Berkah di Ambang Ramadan 2026
Di saat sebagian besar warga Jakarta masih terlelap dalam mimpi, Pasar Induk Kramat Jati justru sedang berada di puncak nadinya
Angga Yudha Pratama - Rabu, 18 Februari 2026
Pasar Induk Kramat Jati yang Tak Pernah Tidur: Menjemput Berkah di Ambang Ramadan 2026
Indonesia
YLKI Kritik Penonaktifan PBI BPJS Kesehatan, Dinilai Rugikan Pasien Penyakit Kronis
YLKI mengkritik penonaktifan PBI BPJS Kesehatan. Hal itu dinilai merugikan pasien penyakit kronis.
Soffi Amira - Selasa, 10 Februari 2026
YLKI Kritik Penonaktifan PBI BPJS Kesehatan, Dinilai Rugikan Pasien Penyakit Kronis
Indonesia
Buah Bekas Gigitan Kelelawar Bawa Ancaman Kematian, Bisa Jadi Inang Utama Virus Nipah
Masyarakat diminta tidak meremehkan gangguan kesehatan yang muncul secara mendadak
Angga Yudha Pratama - Selasa, 03 Februari 2026
Buah Bekas Gigitan Kelelawar Bawa Ancaman Kematian, Bisa Jadi Inang Utama Virus Nipah
Indonesia
Cegah Virus Nipah, Menkes Imbau Masyarakat tak Konsumsi Buah Terbuka
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi buah terbuka. Hal itu dilakukan untuk mencegah virus Nipah.
Soffi Amira - Jumat, 30 Januari 2026
Cegah Virus Nipah, Menkes Imbau Masyarakat tak Konsumsi Buah Terbuka
Dunia
Hari Durian Nasional Malaysia Diusulkan Tiap 7 Juli, Bareng Momen Panen Raya
DMA beralasan 7 Juli dipilih sebagai Hari Durian Nasional karena bertepatan dengan puncak musim panen durian di Malaysia.
Wisnu Cipto - Rabu, 12 November 2025
Hari Durian Nasional Malaysia Diusulkan Tiap 7 Juli, Bareng Momen Panen Raya
Dunia
Durian Diajukan Jadi Buah Nasional Malaysia, Tiap 7 Juli Hari Durian Nasional
DMA juga mengusulkan tanggal 7 Juli sebagai Hari Durian Nasional di Malaysia.
Wisnu Cipto - Rabu, 12 November 2025
Durian Diajukan Jadi Buah Nasional Malaysia, Tiap 7 Juli Hari Durian Nasional
Indonesia
Aqua Dianggap Bohongi Konsumen soal Sumber Air, YLKI Minta Pemerintah Lakukan Audit
Aqua kini dianggap membohongi konsumen soal sumber air. YLKI pun meminta pemerintah untuk melakukan audit terhadap produsen air minum tersebut.
Soffi Amira - Jumat, 24 Oktober 2025
Aqua Dianggap Bohongi Konsumen soal Sumber Air, YLKI Minta Pemerintah Lakukan Audit
Indonesia
Harga Beras di Retail Moderen Bisa Capai Rp 130 Per 5 Kilogram, YLKI Pertanyakan Stok Beras Melimpah
YLKI mencatat soal polemik beras, pada sisi konsumen definisi stok beras melimpah seharusnya bukan hanya berada di hulu/gudang saja melainkan harus tersedia di pasaran.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 06 September 2025
Harga Beras di Retail Moderen Bisa Capai Rp 130 Per 5 Kilogram, YLKI Pertanyakan Stok Beras Melimpah
Indonesia
Durian Tembaga Super Klamunod Resmi Diakui Buah Endemik Khas Bangka Barat
Pihak di luar Bangka Barat tidak bisa mengakui durian tembaga super “klamunod“ sebagai komoditas asli daerahnya.
Wisnu Cipto - Senin, 17 Maret 2025
Durian Tembaga Super Klamunod Resmi Diakui Buah Endemik Khas Bangka Barat
Bagikan