Wisata Sejarah dan Edukasi di Monumen Jogja Kembali

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Jumat, 23 Oktober 2015
Wisata Sejarah dan Edukasi di Monumen Jogja Kembali

Monumen Jogja Kembali (Monjali) saat menjelang malam, Yogyakarta. (Foto: monjali-jogja.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Wisata - Daerah Istimewa Yogyakarta menawarkan beragam pilihan wisata. Mulai dari wisata panorama alam, edukasi, hingga sejarah. Dari sekian banyak wisata sejarah yang ada di Yogyakarta, Monumen Jogja Kembali atau akrab disebut Monjali merupakan satu pilihan tempat wisata yang tepat di Kota Yogyakarta.

Gedung berbentuk tumpeng yang terletak di sisi utara Kota Yogyakarta ini merupakan museum yang menyimpan beragam koleksi sejarah di Yogyakarta. Anda tidak perlu khawatir ihwal perjalanan menuju Monjali. Lokasinya yang berada di pinggir jalan utama serta bentuk gedung yang khas membuat Monjali mudah dikenali.

Guna meningkatkan wisatawan, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menyediakan halte bus Transjogja di sisi timur Monjali. Hal ini membuat wisatawan tanpa kendaraan pribadi yang ingin mengunjunginya mendapatkan banyak kemudahan.

Begitu Anda sampai di halaman depan Monjali, cukup merogoh kocek sebesar Rp10.000, Anda akan dibawa melanglang buana menuju masa lalu kota Yogyakarta. Demi memudahkan pengunjung dalam mempelajari sejarah Yogyakarta, pengelola Monjali membagi Gedung Monjali ke dalam empat sektor, yaito Diorama, Garbha Graha, Museum, dan Perpustakaan.

Jika Anda mulai merasa lelah mempelajari dan memahami laju sejarah Yogyakarta yang terangkum dalam ruang-ruang Monjali, Anda tidak perlu khawatir. Di luar ruang, Anda akan dapati ruang bermain "Taman Lampion" yang tentunya akan menarik minat putra-putri tercinta. Taman bermain ini menyediakan berbagai macam wahana yang menambah kesan dan kenangan Anda selama berlibur di Yogyakarta. Jadi, silakan coba dan rasakan sendiri bagaimana Monjali membuat Anda tidak merasa bosan untuk mempelajari dan memahami sejarah. (fre)

 

Baca Juga:

  1. Percaya Bawa Berkah, Warga Yogyakarta Berebut Air Jamasan
  2. Oseng-Oseng Mercon Yogyakarta, Berani Coba?
  3. Besok, Harga Gudeg Cuma Rp3.000 di Festival Gudeg Yogyakarta
  4. Besok, Harga Gudeg Cuma Rp3.000 di Festival Gudeg Yogyakarta
  5. Tahun Baru Islam, Baznas Yogyakarta Luncurkan ODOT

 

#Wisata Yogyakarta #Yogyakarta #Monjali
Bagikan
Ditulis Oleh

Noer Ardiansjah

Tukang sulap.

Berita Terkait

Indonesia
Sambut Long Weekend Isra Mikraj, KAI Daop 6 Kerahkan 4 KA Tambahan
Libur panjang akhir pekan kerap dimanfaatkan masyarakat untuk menjelajahi kota-kota dengan nyaman dan aman bersama keluarga dengan naik kereta api.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Januari 2026
Sambut Long Weekend Isra Mikraj, KAI Daop 6 Kerahkan 4 KA Tambahan
Indonesia
Tiket KA ke Yogyakarta Paling Banyak Diburu Saat Libur Nataru 2026
Hingga Senin (29/12) penjualan tiket Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 periode 18 Desember 2025–4 Januari 2026 telah mencapai 3.517.528 tiket.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 30 Desember 2025
Tiket KA ke Yogyakarta Paling Banyak Diburu Saat Libur Nataru 2026
Indonesia
Yogyakarta Jadi Tujuan Favorit Wisata Orang Jakarta
Posisi berikutnya ditempati oleh Semarang dengan 32.962 penumpang, Surabaya sebanyak 22.846 penumpang, Purwokerto sebanyak 22.139 penumpang, dan Bandung dengan 21.186 penumpang.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 27 Desember 2025
Yogyakarta Jadi Tujuan Favorit Wisata Orang Jakarta
Indonesia
Pendaki Hilang di Merapi, 1 Dievakuasi tapi 1 belum Ditemukan
Proses evakuasi korban berlangsung cukup menantang mengingat medan di kawasan Gunung Merapi yang curam dan kondisi cuaca yang berubah-ubah.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Desember 2025
Pendaki Hilang di Merapi, 1 Dievakuasi tapi 1 belum Ditemukan
Indonesia
Presiden Prabowo Minta Setiap Kerdatangannya tak lagi Disambut Anak-Anak, Kasihan Lihat Kepanasan dan Ganggu Jam Sekolah
Prabowo memerintahkan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyurati para bupati dan wali kota terkait dengan arahan tersebut.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Presiden Prabowo Minta Setiap Kerdatangannya tak lagi Disambut Anak-Anak, Kasihan Lihat Kepanasan dan Ganggu Jam Sekolah
Indonesia
Gunung Merapi Keluarkan 4 Kali Awan Panas Guguran, Masyarakat Diminta Waspada
Teramati 4 kali awan panas guguran ke arah barat daya (Kali Krasak) dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter.
Dwi Astarini - Selasa, 11 November 2025
Gunung Merapi Keluarkan 4 Kali Awan Panas Guguran, Masyarakat Diminta Waspada
Tradisi
Daftar Raja Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta yang Dimakamkan di Imogiri
Makam Raja Imogiri atau Pajimatan Imogiri dibangun oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo pada 1554 Saka atau 1632 Masehi.
Dwi Astarini - Kamis, 06 November 2025
Daftar Raja Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta yang Dimakamkan di Imogiri
Tradisi
Astana Pajimatan Imogiri, Kompleks Permakaman Raja-Raja Mataram dari Dulu hingga Kini
Hingga kini, tradisi memakamkan raja keturunan Mataram di kompleks permakaman ini masih dilakukan.
Dwi Astarini - Kamis, 06 November 2025
Astana Pajimatan Imogiri, Kompleks Permakaman Raja-Raja Mataram dari Dulu hingga Kini
Indonesia
Mulai 2026, Jemaah Calon Haji Banten dan DIY Berangkat dari Embarkasi Cipondoh dan Yogyakarta
Siap memberangkatkan jemaah calon haji mulai 2026.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Oktober 2025
Mulai 2026, Jemaah Calon Haji Banten dan DIY Berangkat dari Embarkasi Cipondoh dan Yogyakarta
Indonesia
Kearifan Lokal Jaga Warga Bikin Yogyakarta Cepat Pulih Dari Demo Berujung Rusuh
Stabilitas di daerah menjadi fondasi penting bagi kelancaran kehidupan masyarakat, penyelenggaraan pemerintahan, dan pembangunan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 11 September 2025
Kearifan Lokal Jaga Warga Bikin Yogyakarta Cepat Pulih Dari Demo Berujung Rusuh
Bagikan