Warung Mbah Marto, Bukti Peninggalan Kuatnya Pedagang Nasi Bantul

Ana AmaliaAna Amalia - Jumat, 12 Agustus 2016
Warung Mbah Marto, Bukti Peninggalan Kuatnya Pedagang Nasi Bantul

Kuliner mangut lele Mbah Marto, di Saraban, Panggungharjo, Sewon, Bantul, DI Yogyakarta. Mangut lele racikan Mbah Marto terkenal lezatnya saat disantap bersama nasig gudeg. (Foto: MerahPutih/Fredy Wan

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Kuliner - Pada era sebelum kemerdekaan, Pasar Beringharjo menjadi pasar sentral di Yogyakarta. Tak ayal, banyak pedagang dari luar Kota Yogyakarta datang untuk jual-beli di pasar ini. Mereka datang dari Gunungkidul, Bantul, hingga Kulonprogo.

Pedagang nasi Panggungharjo, Bantul, salah satunya. Dahulu, para pedagang tersebut rela berjalan kaki jauh-jauh dari Panggungharjo, Bantul, ke Panggungharjo. Mereka saban pagi membawa bakul dagangan, dengan jarak tempuh 7 hingga 10 kilometer.

Biasanya para pedagang nasi Panggungharjo berangkat bersama-sama. Namun, mereka pulang sendiri-sendiri. Meski begitu, dagangannya dikenal luas para pengunjung pasar. Nasi itu pun dikenal dengan nasi Panggungharjo.

Pariman, anak Mbah Marto, salah satu pedagang nasi yang berasal dari Panggungharjo, menyatakan bahwa orangtuanya merupakan satu bukti peninggalan tradisi berdagang di masa lalu. Bukti ini pun menunjukkan kuatnya perempuan di masa lalu karena mampu berjalan kaki berkilo-kilometer.

"Sebelum di sini, si Mbok (red, ibu), jualannya di luar rumah, di Pasar Beringharjo. Si Mbok bakulannya digendong, setiap hari jalan kaki ke sana," katanya menceritakan saat ditemui merahputih.com, di Panggungharjo, Sewon, Bantul, DI Yogyakarta, Kamis (11/8).

Saat itu, Mbah Marto telah berdagang nasi gudeg dengan lauk lele mangut. "Si Mbok dari umur 20 tahun udah jualan ini (mangut lele). Jualannya ya udah sekitar 60 atau 70 tahun. Usia si Mbok sekarang udah 90-an," katanya menjelaskan.

Sejak dahulu hingga saat ini, jelas Pariman, resep mangut lele sang ibu tidak pernah berubah. Tidak ada perbedaan bahan bumbu. Namun, kini jadi lebih dikenal karena pedagang nasi dengan mangut lele sudah jarang ditemui. "Dulu si Mbok cuma habisin lele 2 kilo. Sekarang ya puluhan kilo kan," kenangnya. (Fre)

BACA JUGA:

  1. Yuk, Icip-Icip Ikan Lele Tongseng Bu Kun di Jogja
  2. Rumah Makan Pecel Lele Pak Jo Serpong ini Ajib Banget
  3. Pedagang Pecel Lele Cabuli Bocah Perempuan dan Laki-Laki
  4. Resep Botok Lele Belimbing Sayur yang Menggugah Selera
  5. Resep Ikan Kuah Kuning Khas Papua Maknyus
#Wisata Kuliner Yogyakarta #Yogyakarta #Warung Mangut Lele Mbah Marto
Bagikan
Ditulis Oleh

Ana Amalia

Happy life happy me

Berita Terkait

Indonesia
Sambut Long Weekend Isra Mikraj, KAI Daop 6 Kerahkan 4 KA Tambahan
Libur panjang akhir pekan kerap dimanfaatkan masyarakat untuk menjelajahi kota-kota dengan nyaman dan aman bersama keluarga dengan naik kereta api.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Januari 2026
Sambut Long Weekend Isra Mikraj, KAI Daop 6 Kerahkan 4 KA Tambahan
Indonesia
Tiket KA ke Yogyakarta Paling Banyak Diburu Saat Libur Nataru 2026
Hingga Senin (29/12) penjualan tiket Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 periode 18 Desember 2025–4 Januari 2026 telah mencapai 3.517.528 tiket.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 30 Desember 2025
Tiket KA ke Yogyakarta Paling Banyak Diburu Saat Libur Nataru 2026
Indonesia
Yogyakarta Jadi Tujuan Favorit Wisata Orang Jakarta
Posisi berikutnya ditempati oleh Semarang dengan 32.962 penumpang, Surabaya sebanyak 22.846 penumpang, Purwokerto sebanyak 22.139 penumpang, dan Bandung dengan 21.186 penumpang.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 27 Desember 2025
Yogyakarta Jadi Tujuan Favorit Wisata Orang Jakarta
Indonesia
Pendaki Hilang di Merapi, 1 Dievakuasi tapi 1 belum Ditemukan
Proses evakuasi korban berlangsung cukup menantang mengingat medan di kawasan Gunung Merapi yang curam dan kondisi cuaca yang berubah-ubah.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Desember 2025
Pendaki Hilang di Merapi, 1 Dievakuasi tapi 1 belum Ditemukan
Indonesia
Presiden Prabowo Minta Setiap Kerdatangannya tak lagi Disambut Anak-Anak, Kasihan Lihat Kepanasan dan Ganggu Jam Sekolah
Prabowo memerintahkan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyurati para bupati dan wali kota terkait dengan arahan tersebut.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Presiden Prabowo Minta Setiap Kerdatangannya tak lagi Disambut Anak-Anak, Kasihan Lihat Kepanasan dan Ganggu Jam Sekolah
Indonesia
Gunung Merapi Keluarkan 4 Kali Awan Panas Guguran, Masyarakat Diminta Waspada
Teramati 4 kali awan panas guguran ke arah barat daya (Kali Krasak) dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter.
Dwi Astarini - Selasa, 11 November 2025
Gunung Merapi Keluarkan 4 Kali Awan Panas Guguran, Masyarakat Diminta Waspada
Tradisi
Daftar Raja Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta yang Dimakamkan di Imogiri
Makam Raja Imogiri atau Pajimatan Imogiri dibangun oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo pada 1554 Saka atau 1632 Masehi.
Dwi Astarini - Kamis, 06 November 2025
Daftar Raja Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta yang Dimakamkan di Imogiri
Tradisi
Astana Pajimatan Imogiri, Kompleks Permakaman Raja-Raja Mataram dari Dulu hingga Kini
Hingga kini, tradisi memakamkan raja keturunan Mataram di kompleks permakaman ini masih dilakukan.
Dwi Astarini - Kamis, 06 November 2025
Astana Pajimatan Imogiri, Kompleks Permakaman Raja-Raja Mataram dari Dulu hingga Kini
Indonesia
Mulai 2026, Jemaah Calon Haji Banten dan DIY Berangkat dari Embarkasi Cipondoh dan Yogyakarta
Siap memberangkatkan jemaah calon haji mulai 2026.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Oktober 2025
Mulai 2026, Jemaah Calon Haji Banten dan DIY Berangkat dari Embarkasi Cipondoh dan Yogyakarta
Indonesia
Kearifan Lokal Jaga Warga Bikin Yogyakarta Cepat Pulih Dari Demo Berujung Rusuh
Stabilitas di daerah menjadi fondasi penting bagi kelancaran kehidupan masyarakat, penyelenggaraan pemerintahan, dan pembangunan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 11 September 2025
Kearifan Lokal Jaga Warga Bikin Yogyakarta Cepat Pulih Dari Demo Berujung Rusuh
Bagikan