Turki Ingatkan Rusia untuk Tidak Bermain Api
Recep Tayyip Erdogan dan Vladimir Putin. (Foto: Associated Press)
MerahPutih Eropa - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan telah memperingatkan Presiden Rusia, Vladimir Putin untuk tidak "bermain api" lagi setelah mereka menembak jatuh pesawat jet tempur Rusia.
Erdogan juga mengatakan ia ingin bertatap muka dengan Putin pada pembicaraan iklim di Paris untuk menyelesaikan masalah mereka.
BBC memaparkan pernyataan ajudan presiden Rusia, bahwa Putin ingin permintaan maaf dari Turki sebelum dia berbicara dengan Erdogan.
Rusia telah menghentikan pengaturan bebas visa dengan Turki sebagai tindakan tegas awal yang terlihat seperi tindakan balas dendam.
Turki mengatakan pesawat perang Rusia telah memasuki wilayah udara mereka ketika keputusan menembak jatuh diambil pada hari Selasa (24/11). Rusia pun menegaskan bahwa pesawatnya terbang di atas Suriah pada saat itu.
Ketegangan telah memuncak karena fakta bahwa kedua negara itu memiliki kepentingan yang berbeda untuk Suriah.
Rusia telah melakukan serangan udara terhadap penentang Presiden Bashar al-Assad sejak akhir September, sementara Turki, yang merupakan anggota dari koalisi pimpinan AS, menegaskan Assad harus mundur sebelum solusi politik untuk krisis ditemukan.
BACA JUGA:
Bagikan
Berita Terkait
China dan Rusia Perkuat Kerja Sama Hadapi Hukum Rimba Global
Trump Tetap Salahkan Rusia di Balik Rencana Ambil Greenland
Jadi Tentara Bayaran Rusia, Desersi Brimob Bripda MR ‘Pamer’ Gaji Rubel ke Provos
Bripda Rio Desersi Brimob Aceh Gabung Tentara Rusia Sudah Dipecat Tidak Hormat
Jejak Hitam Bripda MR, Desersi Brimob Aceh yang Gabung Tentara Bayaran Rusia
Tidak Percaya Komitmen Putin, Uni Eropa Sepakat Perkuat Pertahanan di Ukraina
Rancangan Donald Trump Perjanjian Damai Konflik Ukraina: AS Akui Krimea dan Donbas Sah Milik Rusia
Ekor Patah Masih Nekat Terbang, Helikopter Pabrik Elektronik Penyuplai Militer Rusia Jatuh Tewaskan 5 Orang
AS Tidak Punya Penangkal Rudal Burevestnik Milik Rusia
Putin Umumkan Uji Coba Drone Poseidon Sukses, Rudal Nuklir Antarbenua Terkuat Rusia