Trump Jadi Presiden, Warga Amerika Cari Rumah Di Selandia Baru

Zulfikar SyZulfikar Sy - Rabu, 09 November 2016
Trump Jadi Presiden, Warga Amerika Cari Rumah Di Selandia Baru

Properti di Selandia Baru jadi incaran warga Amerika yang tak nyaman akan Donald Trump. (Foto: Pixabay.com/@Mampu/CC0/free_image)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Dalam dua hari terakhir, situs real estate terbesar di Selandia Baru mencatat 141 persen kenaikan, warga Amerika mencari property di negara itu.

Peter Mangin, direktur operasional realestate.co.nz, mengatakan ia telah cukup lama memantau minat warga Amerika terhadap property di negara di belahan bumi selatan itu, dengan mempelajari jumlah pengunjung yang mengakses dari Amerika.

Dua hari jelang pemilu Amerika – 7 dan 8 November, pengunjung situs dari Amerika meningkat 141.07 persen dibanding dua hari yang sama tahun lalu. Hal itu menurut Mangin mengindikasikan bahwa warga Amerika sedang mencari pilihan karena khawatir dengan hasil akhir pemilu.

Realestate.co.nz, yang memiliki jumlah tertinggi daftar properti perumahan Selandia Baru, seperti ditulis NZ Herald, melacak di mana pengunjung berasal ketika mencari properti.

Banyak warga Amerika tertarik untuk mencari namun secara sembunyi-sembunyi.

"Jika mereka tidak ingin lagi tinggal di AS, Selandia Baru memang merupakan pilihan yang menarik bagi mereka," kata Mangin.

Menurut Mangin data terakhir menunjukkan lebih banyak lagi.

Sebulan jelang pemilu - 9 Oktober hingga 8 November – pengunjung dari Amerika naik 51,36 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Rata-rata, mereka menghabiskan hampir tujuh menit di situs, menunjukkan mereka lebih dari sekedar melihat-lihat.

"Menariknya lagi, sebagian besar dari mereka mampir melalui pencarian organik dan pencarian berbayar (64,99 persen) menggunakan istilah pencarian seperti rumah dijual di Selandia Baru", rumah untuk dijual Selandia Baru dan Auckland real estate, mengindikasikan mereka mencari sejumlah pilihan.

"Akan lebih menarik lagi jika hasil akhir pemilu Amerika telah diketahui pemenangnya. Ceritanya jadi lebih panjang. Para pengunjung bisa jadi lebih tenang, mengurungkan niatnya atau malah meningkat. Kami akan menggali informasi lebih banyak dalam satu atau dua minggu mendatang karena pemilu baru akan selesai malam ini waktu selandia baru dan setelah itu baru jelas bagaimana tanggapan secara nasional," terang Mangin.

Situs Realestate.co.nz yang didirikan tahun 2007, setengahnya dimiliki oleh Real Institute Estat dan sebagian lainnya adalah miliki sejumlah lembaga real estate besar di negara Kiwi. (dsyamil)

BACA JUGA 

  1. Pemilu Amerika : Trump Mendominasi Florida, North Carolina dan Ohio
  2. Pemilu Amerika : Trump Nyaris Menguasai Senat
  3. Pemilihan Presiden Amerika : Trump Sementara Unggul
  4. Antara Presiden Baru dan Donat
  5. Seperti Hispanic, Warga Indonesia Juga Berharap Clinton Jadi Presiden
#Donat Gratis #Donald Trump
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Tekno
Bantah Donald Trump, Paus Leo Tegaskan Kekhawatiran AI bukan 'Berita Bohong'
Sejumlah raksasa AI, termasuk Anthropic, telah menyerukan perlambatan dalam pengembangan guna memberikan waktu bagi langkah-langkah keselamatan.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
 Bantah Donald Trump, Paus Leo Tegaskan Kekhawatiran AI bukan 'Berita Bohong'
Dunia
Trump Tolak Rencana Global Kendalikan Kecerdasan Buatan
Trump menyatakan bahwa Washington akan mulai mengubah sebutan kecerdasan buatan menjadi "kecerdasan super"
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
 Trump Tolak Rencana Global Kendalikan Kecerdasan Buatan
Indonesia
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Syekh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, menyerukan dibentuknya kerangka kerja keamanan regional yang menyatukan negara-negara Teluk dan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Dunia
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Sebelumnya, Majelis banding Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menolak gugatan Israel atas legalitas penyelidikan ICC terkait dugaan kejahatan perang di Gaza setelah Oktober 2023.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Indonesia
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran, "Hal Besar Akan Terjadi" Jika Gagal Mengubah Sikap
Trump memberikan peringatan keras dirinya telah memasuki "fase pengambilan keputusan" yang sangat krusial terkait perang yang tengah berlangsung dengan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran,
ShowBiz
Zara Larsson Semprot Gedung Putih, tak Terima Lagunya Dipakai untuk Video Deportasi
Video yang memperlihatkan tindakan penggerebekan penegakan hukum imigrasi itu menggunakan lagu Midnight Sun milik Larsson.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
Zara Larsson Semprot Gedung Putih, tak Terima Lagunya Dipakai untuk Video Deportasi
Dunia
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Iran menegaskan tidak akan membuka akses Selat Hormuz sampai Donald Trump dan Benjamin Netanyahu lengser, memicu krisis minyak global yang kian parah.
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Dunia
AS Klaim Jadi Produsen Minyak Terbesar Dunia, Dapat Konsensi 100 Tahun di 17 Ladang Minyak Venezuela
“Sekarang kami adalah yang terbesar di dunia, dan itu belum termasuk Venezuela, yang baru saja kami tambahkan ke dalam cadangan kecil kami,” kata Trump.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 11 September 2026
AS Klaim Jadi Produsen Minyak Terbesar Dunia, Dapat Konsensi 100 Tahun di 17 Ladang Minyak Venezuela
Dunia
Main Duit, Donald Trump Janjikan Rp 88 Juta untuk Setiap Warga Dewasa AS kalau Partai Republik Menang Pemilu Paruh Waktu
Trump menyampaikan janji itu dalam pidatonya di konvensi Partai Republik yang untuk pertama kalinya digelar di tengah masa jabatan presiden.
Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
 Main Duit, Donald Trump Janjikan Rp 88 Juta untuk Setiap Warga Dewasa AS kalau Partai Republik Menang Pemilu Paruh Waktu
Dunia
Trump Kembali Bikin Geger, Islandia Protes Peta yang Gambarkan Wilayahnya Milik AS
Donald Trump kembali memicu kontroversi setelah mengunggah sebuah peta yang menggambarkan Islandia dan sejumlah wilayah lain berada di bawah bendera AS.
Yusuf Abdillah - Kamis, 10 September 2026
Trump Kembali Bikin Geger, Islandia Protes Peta yang Gambarkan Wilayahnya Milik AS
Bagikan