Sukhyar: Smelter Beri Manfaat Berkesinambungan Perusahaan Tambang
Ketua Asosiasi Smelter Indonesia R. Sukhyar dalam seminar tentang Implementasi Smelter demi pertambangan berkesinambungan di Jakarta, Rabu (16/12). (Merahputih.com / Rizki Fitrianto).
MerahPutih Bisnis - Konsistensi pemerintah mengimplementasikan program hilirisasi mineral melalui kewajiban membangun fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) sesuai amanat UU Minerba No 4 Tahun 2009 patut didukung semua stakeholder pertambangan. Sebab, smelter menjamin keberlangsungan operasional tambang secara berkesinambungan.
Ketua Asosiasi Smelter Indonesia R. Sukhyar mengatakan kewajiban membangun smelter menyebabkan pola bisnis perusahaan mineral tambang dalam negeri berubah dari sebelumnya eksplorasi, produksi, pengolahan dan pemurnian, dan pengangkutan (dalam dan luar negeri) menjadi eksplorasi, produksi, dan pengangkutan (dalam dan luar negeri).
"Perubahan pola bisnis membawa dampak perubahan pada investasi, strategi, dan proyeksi keekonomian untuk setiap perusahaan," ujar Sukhyar usai jumpa pers di acara seminar "Smelter dan Pertambangan Berkesinambungan", di Jakarta, Rabu (16/14).
Sukhyar menambahkan kewajiban untuk membangun smelter ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan nilai tambang yang optimal bagi industri dalam negeri, pendapatan negara, dan manfaat untuk masyarakat.
"Konsisten pemerintah dalam menerapkan program hilirisasi melalui kewajiban membangun smelter tersebut patut didukung karena akan membawa perubahan mendasar pada manfaat yang akan timbul dalam jangka panjang yang secara berkesinambungan dirasakan oleh negara dan masyarakat," tuturnya.
Kendati demikian, lanjutnya, upaya mewujudkan hilirisasi tambang ini tidak harus dibebankan sepenuhnya pada pengusaha. Pemerintah dan pihak swasta harus bekerjasama agar perubahan pola bisnis perusahaan mineral tambang tetap dapat kompetitif sesuai dengan kondisi ekonomi saat ini. (Abi)
BACA JUGA:
Bagikan
Berita Terkait
Viral Pesan Berantai Penambang Emas Tewas di Area Antam, Begini Penjelasan Polisi
Tambang di Bogor yang Ditutup Dedi Mulyadi Kembali Dibuka, Pemkab Berdalih Ekonomi Warga Harus Jalan
Legislator Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Penganiayaan Lansia Pelawan Tambang di Pasaman
Prabowo Siap Sikat Habis Tambang Ilegal, Tegaskan Uang Rakyat Tak Boleh Hilang 1 Persen Pun
Polisi Tangkap Jurnalis di Morowali, Tegaskan Bukan Terkait Profesi Pers
Penyidikan Kasus Tambang Konawe Utara Dihentikan, KPK Ungkap Alasannya
KPK Hentikan Kasus Tambang Konawe Utara, MAKI Siap Gugat Praperadilan dan Minta Kejagung Ambil Alih
Ada Penambangan di Gunung Slamet. Pemprov Ajukan Jadi Kawasan Taman Nasional
Konsesi Tambang Picu Perpecahan PBNU, Gus Yahya Rela Kembalikan ke Negara dengan Syarat
Cuma Bikin Ribut, KH Said Aqil Suruh Pimpinan PBNU Lepas Konsesi Tambang Balik ke Negara