Sofyan Wanandi Ancam Potong Gaji Pegawainya Jika Ketahuan Ikut Mogok
Ratusan buruh dari Serikat Buruh Kasbi melakukan konvoi menuju Jakarta dari kawasan industri Bitung, Selasa (24/11). (Foto: MerahPutih/Rizki Fitrianto)
MerahPutih Bisnis - Bos Gemala Grup Sofyan Wanandi menyatakan perusahaannya akan terus beroperasi di tengah ancaman pemogokan buruh di berbagai daerah. Sofyan tak sungkan memotong gaji pegawainya yang ikut-ikutan mogok kerja yang diusung oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).
"Pokoknya perusahaan kita akan tetap berkerja dan tidak ikut mogok. Kalau ada yang ikut mogok kita potong gajinya," ujar Sofyan di Jakarta, Selasa (24/11).
Sofyan yang juga menjabat sebagai Dewan Pertimbangan Asosiasi Pengusaha Indonesia mengatakan aksi buruh yang mengancam mogok kerja bertentangan dengan UU Ketenagakerjaan.
"Demo adalah hak buruh. Tapi, kalau tidak ada perselisihan tidak boleh mogok Tapi kalau masih mau seperti itu yah silakan saja, itu hak mereka," kata Sofyan.
Menurutnya, seharusnya buruh tidak meminta hal-hal dapat menjadi beban tambahan bagi perusahaan di tengah kondisi ekonomi yang tengah mengalami perlambatan.
"Jangan minta hal-hal yang tidak mungkin. Kita kan juga mempertahankan perusahaan masing-masing di tengah persaingan usaha. Capek kita ini kalau terus diancam-ancam," kata Ketua Tim Ahli Wakil Presiden tersebut. (rfd)
BACA JUGA:
Bagikan
Berita Terkait
Upah Dinilai Tak Cukup untuk Hidup di Jakarta, Bos Buruh: Kami Kerja tapi Tetap Nombok
Buruh akan Demo Serentak Kamis (15/1), Tuntut Revisi UMP DKI dan RUU Ketenagakerjaan
Buruh Demo Depan Istana Negara Minta Penaikan UMP 2026, Polisi Ingatkan untuk tak Provokasi
Tolak UMP Jakarta 2026 Naik Jadi Rp 5,7 Juta, Buruh Siap Tempuh Jalur Hukum
UMP Jakarta 2026 Dianggap Terlalu Kecil, Presiden Partai Buruh: Gaji di Sudirman Lebih Kecil dari Pabrik Panci Karawang
Ada Demo Buruh Tolak UMP Jakarta 2026 Hari ini, Polisi Jamin tak Ada Penutupan Jalan
UMP 2026 Terancam Anjlok, Legislator PDIP Tagih Janji Hidup Layak Sesuai Konstitusi
KSPI Batalkan Aksi Buruh 24 November, Tunggu Keputusan Upah Minimum 2026
Antisipasi Demo Buruh, Polisi Siapkan Pengalihan Arus Lalu Lintas di Jakarta
Aksi Buruh Siap Geruduk Istana dan DPR, Kenaikan Upah Rp 90 Ribu Dinilai Terlalu Rendah