Seskab Pramono Anung: Presiden Sudah Dengar Rekaman Pencatutan Namanya
Sekretaris Kabinet Pramono Anung (tengah) turun dari mobilnya saat mendatangi Gedung KPK, Jakarta, Senin (5/10). (Foto Antara/Hafidz Mubarak A)
MerahPutih Peristiwa - Presiden Joko Widodo sudah mengetahui duduk perkara pencatutan namanya oleh politisi kuat. Jokowi sendiri tidak terlalu terpengaruh dengan kehebohan yang terjadi di Tanah Air.
“Presiden sudah membaca, dan Presiden sudah mendengar. Saya juga sudah mendengar. Presiden sudah tahu duduk persoalan yang sebenarnya, detilnya juga beliau sudah tahu. Saya mendengarnya sudah lama, tapi nggak ngomong-ngomong,” kata Seskab Pramono Anung kepada wartawan di kawasan Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (17/11) seperti dikutip dari laman Setkab.go.id.
Pramono hanya mengingatkan, bagi siapapun yang mengatasnamakan Presiden maka perlu hati-hati.
“Tidak baik kalau kemudian simbol negara itu digunakan oleh siapapun untuk hal-hal yang seperti itu,” tuturnya.
Menurut Pramono, proses kontrak karya, perpanjangan kontrak, regulasi dilakukan sudah terbuka.
“Kalau perlu sudah tidak perlu lagi yang namanya dokumen, kemudian tanda tangan, dan sebagainya. Sudah dilakukan secara computerized, termasuk di perpajakan, termasuk di BKPM. Itu memang menjadi keinginan Presiden,” terang Pramono seraya mengatakan, dalam dunia yang sangat terbuka seperti ini kok masih ada yang “bermain-main” dengan menggunakan penyebutan nama-nama yang harusnya menjadi simbol kita. “Itu sangat tidak proper,” katanya.
Pramono menyatakan pemerintah sudah berkomitmen akan menyelesaikan perpanjangan kontrak karya Freeport.
"Presiden berkeinginan untuk menyelesaikan perpanjangan ataupun tidak memperpanjang, ataupun pembahasan yang berkaitan dengan kontrak karya, termasuk dengan Freeport," tegasnya.
BACA JUGA:
Bagikan
Berita Terkait
Pramono Anung Resmikan Waduk Batu Licin di Cipayung, Perkuat Pengendalian Banjir
Pramono Anung Bongkar Tiang Monorel Rasuna Said: Biar Bang Yos Tidur Nyenyak
Hadiri Haul ke-85 M.H. Thamrin, Pramono Anung Tegaskan Komitmen Jaga Nilai Perjuangan
Kuasa Hukum Jokowi: Terlalu Dini Simpulkan Restorative Justice usai Pertemuan dengan Eggi Sudjana
Jokowi Maafkan 2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu, PSI: Proses Hukum Harus Tetap Berjalan
Gubernur Pramono Jawab Tuntutan Buruh soal Subsidi Upah Rp 200 Ribu
JPO Sarinah Dibangun Lagi, Pramono Pastikan Pelican Crossing Tak Ditutup
Revitalisasi Kawasan Tua Jakarta Dimulai 2026, MRT Jadi Kunci Konektivitas
2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu Kunjungi Rumah Jokowi di Solo, Apa Saja yang Dibahas?
PAM Jaya Bangun Gedung Sentra Pelayanan, Gubernur Pramono: Fondasi Layanan Air Jakarta Kian Kuat