Sempat Vakum, Palang Hitam Muncul Kembali Tahun 90-an
Relawan Palang Hitam saat mengurusi mayat (Foto: MerahPutih/Fachruddin Chalik)
Merahputih Megapolitan - Petugas pemulasaraan jenazah terlantar, yang sejak zaman Belanda, mereka sudah disebut sebagai petugas palang hitam. Pernyataan itu diungkapkan Kepala bidang pemakaman Umum, M Yuswardi. Saat merahputih.com menyambangi ruang kerjanya di Kantor Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta, Jl KS Tubun Nomor 1. Jakarta Pusat. Senin (26/10)
"Kalau palang merah itu untuk merawat yang sakit, kalau palang hitam itu untuk merawat korban jenazah yang terlantar, tidak terurus, tidak ada keluarga dan tidak dikenal," Ujar Yuswardi
Menurut pria yang akrab disapa Yus , awalnya para relawan ini merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Namun seiring berjalannya waktu, seluruh relawan habis karena usia tua dan pensiun. Dan tidak ada recruitment lagi setelah itu. Hingga akhirnya pada tahun 90-an muncul kembali nama Relawan Palang Hitam. Mereka di recruit, namun tidak memiliki kejelasan status dalam kedudukannya di pemerintahan DKI Jakarta.
"Mereka pekerja harian lepas dengan gaji upah minimum provinsi (UMP), sebesar 2,7 Juta. Jadi kalau nggak masuk nggak dibayar, sejak jamannya Ahok, semua yang dilapangan menggunakan sistem PHL (pekerja harian lepas), kalau dulu jamannya sebelum pak Ahok, gaji mereka lebih besar dan mendapat gaji bulanan, bukan harian seperti sekarang ini," pungkasnya. (aka)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
Penuhi Pasokan Daging di 2026, Pemprov DKI bakal Impor 7.500 Sapi dari Australia
Bukan Rp 100 Miliar, Gubernur Pramono Tegaskan Pembongkaran Tiang Monorel Rasuna Said hanya Rp 254 Juta
Warga Pesisir Jakarta Diminta Waspada Banjir Rob hingga 20 Januari 2026
El Clasico Barcelona vs Real Madrid Siap Digelar di Jakarta, Gubernur Pramono Siap Berikan Dukungan
Sejumlah Warga Asrama Polisi di Mampang Terjebak Banjir Besar, Prioritas Evakuasi
Gubernur Pramono Jawab Tuntutan Buruh soal Subsidi Upah Rp 200 Ribu
Pemprov DKI Tata Kawasan Pasar Baru Hingga Kota Tua pada Pertengahan 2026
PSI Soroti Kurangnya Pengolaan Sampah di Jakarta
Pakar Sebut Operasional RDF Rorotan yang Dilaksanakan secara Bertahap sudah Tepat
Dinkes DKI Jakarta Minta Warga Tak Panik Terkait Virus Super Flu, Tapi Tetap Waspada