SBY Sarankan Jokowi Jangan Underestimate dan Bentuk Manajemen Krisis

Luhung SaptoLuhung Sapto - Rabu, 26 Agustus 2015
SBY Sarankan Jokowi Jangan Underestimate dan Bentuk Manajemen Krisis

Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (Facebook)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional-Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendesak diberlakukan manajemen krisis atas pelemahan rupiah yang turun hingga Rp14.000-an per dolar. Menurut SBY, manajemen krisis harus diberlakukan agar Indonesia dapat melewati ancaman krisis ekonomi apalagi ketika pasar dan pelaku ekonomi mulai cemas.

"Menurut saya, manajemen krisis harus diberlakukan. Jangan "underestimate" & jangan terlambat. Apalagi pasar & pelaku ekonomi mulai cemas *SBY*," demikian cuitan SBY melalui akun Twitter ‏@SBYudhoyono, Senin (24/8).

Mantan Kepala Staf Teritorial (Kaster) di era Orde Baru terus mengikuti perkembangan nasional ketika rupiah terus melemah. SBY mengatakan, bahwa masyarakat mulai merasakan dampak. Hal yang mesti dilakukan pemerintah adalah mencegah masyarakat tidak semakin cemas, kehilangan kepercayaan, dan menghindarkan masyarakat dari kehidupan yang semakin sulit.

"Sy masih percaya pemerintah bisa atasi gejolak ekonomi saat ini. Maaf, sebaiknya lebih fokus & serius, serta cegah hal-hal yg tak perlu *SBY*," demikian kata SBY.

SBY juga menyinggung krisis ekonomi 1998. Dalam cuitannya itu, mantan Menkopolhukam di era kepemimpinan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri ini mengatakan Indonesia sering mengalami gejolak. Bahkan, tahun 1998 Indonesia jatuh akibat krisis ekonomi, kemudian pada krisis global 2008 Indonesia berhasil melewatinya. Dari pengalaman-pengalaman masa lalu, SBY menyarankan pemerintah mengambil pengalaman.

"Indonesia memang sering alami gejolak. Dlm krisis '98 ekonomi kita jatuh,tetapi dlm krisis gobal 2008 kita selamat. Ambil pengalamannya *SBY*," kata SBY yang juga Ketua Umum Partai Demokrat. Dalam menghadapi ancaman krisis, diperlukan kepemiminan direktif yang jelas, solutif, kebijakan dan tindakan yang tepat, serta dukungan semua pihak. (Zul)

Baca Juga:

Rupiah Melemah, Ini Wejangan SBY untuk Pemerintahan Jokowi

Harapan Yusril Ihza Mahendra kepada Jokowi Menghadapi Krisis Ekonomi

Rupiah Jeblok, Ini Doa Yusril Ihza Mahendra untuk Jokowi

 

#Perlambatan Ekonomi #Rupiah Melemah #Presiden Jokowi #Susilo Bambang Yudhoyono
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Pameran SBY Art Community 2026 Dibuka di TIM, Pramono Soroti Kolaborasi Indonesia-Jerman
Pramono Anung membuka Pameran SBY Art Community 2026 di TIM. Pameran Art for Peace and a Better Future mempertemukan seniman Indonesia dan Jerman.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 19 Agustus 2026
Pameran SBY Art Community 2026 Dibuka di TIM, Pramono Soroti Kolaborasi Indonesia-Jerman
Indonesia
Megawati dan SBY Absen di Sidang Tahunan MPR/DPR 2026, Jokowi Dipastikan Hadir
Megawati dan SBY absen di Sidang Tahunan MPR/DPR 2026. Namun, Jokowi dipastikan hadir dalam sidang tersebut.
Soffi Amira - Jumat, 14 Agustus 2026
Megawati dan SBY Absen di Sidang Tahunan MPR/DPR 2026, Jokowi Dipastikan Hadir
Indonesia
Istana Pastikan SBY tak Hadiri Upacara HUT ke-81 RI
Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat itu tengah menjalani pemeriksaan kesehatan rutin.
Dwi Astarini - Rabu, 12 Agustus 2026
Istana Pastikan SBY tak Hadiri Upacara HUT ke-81 RI
Indonesia
Rupiah Terancam Melemah usai Perry Warjiyo Mundur, Ekonom Beberkan Penyebabnya
Ekonom mengingatkan, Rupiah terancam melemah usai Perry Warjiyo mundur dari Gubernur BI.
Soffi Amira - Senin, 27 Juli 2026
Rupiah Terancam Melemah usai Perry Warjiyo Mundur, Ekonom Beberkan Penyebabnya
Indonesia
IHSG dan Rupiah Kompak Anjlok Berjamaah Akibat Sentimen Ekonomi pada Pembukaan Perdagangan Hari Ini
Perbandingan menunjukkan posisi sebelumnya berada di level Rp17.936 per dolar AS
Angga Yudha Pratama - Jumat, 24 Juli 2026
IHSG dan Rupiah Kompak Anjlok Berjamaah Akibat Sentimen Ekonomi pada Pembukaan Perdagangan Hari Ini
Indonesia
Rupiah Amblas Dekati Rp18.000 Per Dolar AS,Sentimen Perang Global Hantam Pasar Keuangan Domestik
Konflik militer terbuka antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran jadi penyebab lonjakan harga minyak mentah dan memperkuat indeks dolar AS
Angga Yudha Pratama - Senin, 20 Juli 2026
Rupiah Amblas Dekati Rp18.000 Per Dolar AS,Sentimen Perang Global Hantam Pasar Keuangan Domestik
Indonesia
Rupiah Hancur Lebur Tembus Rp18.109 Per Dolar AS Sore Ini akibat Perang Rudal Amerika-Iran
Pembatalan pembukaan Selat Hormuz memicu kekhawatiran datangnya guncangan inflasi jilid baru akibat kenaikan biaya logistik dunia
Angga Yudha Pratama - Senin, 13 Juli 2026
Rupiah Hancur Lebur Tembus Rp18.109 Per Dolar AS Sore Ini akibat Perang Rudal Amerika-Iran
Indonesia
Dolar Amerika Perkasa Tabrak Rupiah, Pergerakan IHSG Kamis Pagi Tawarkan Sedikit Harapan
Kelompok saham berkapitalisasi besar ikut mendorong laju indeks sektoral berada pada zona hijau
Angga Yudha Pratama - Kamis, 02 Juli 2026
Dolar Amerika Perkasa Tabrak Rupiah, Pergerakan IHSG Kamis Pagi Tawarkan Sedikit Harapan
Indonesia
Rupiah dan IHSG Kompak Melemah, Stabilitas Makroekonomi Jangka Pendek Jadi Kunci
Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menegaskan pentingnya menjaga stabilitas makroekonomi dalam merespons dinamika global yang penuh ketidakpastian.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 30 Juni 2026
Rupiah dan IHSG Kompak Melemah, Stabilitas Makroekonomi Jangka Pendek Jadi Kunci
Indonesia
Rupiah Hampir Jebol ke Rp 18.000, IHSG Langsung Kejang-Kejang Masuk Zona Merah pada Penutupan Perdagangan Rabu (24/6)
Status Indonesia pada ulasan Morgan Stanley Capital International (MSCI) belum mengalami perubahan positif, sehingga bursa domestik kehilangan daya dongkrak jangka pendek
Angga Yudha Pratama - Rabu, 24 Juni 2026
Rupiah Hampir Jebol ke Rp 18.000, IHSG Langsung Kejang-Kejang Masuk Zona Merah pada Penutupan Perdagangan Rabu (24/6)
Bagikan