Polda Metro Jaya Tertibkan Taksi Uber
Kapolda Metro Jaya Tito Karnavian di sela-sela kegiatan bakti sosial dalam rangka perayaan HUT Bhayangkara ke-69 di Polres Metro Jakarta Barat, Selasa (30/6). (Foto: MerahPutih/Bartolomeus Papu)
MerahPutih Megapolitan - Polda Metro Jaya akan menertibkan transportasi umum yang tidak memiliki izin untuk beroperasi di Ibukota Jakarta. Di antara transportasi ilegal itu ialah Taksi Uber.
"Banyak aturan yang dilanggar, sehingga dapat merugikan transportasi yang legal," ujar Tito kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya Jakarta Selatan, Kamis, (17/9).
Polda Metro Jaya saat ini berhasil menyita 30 unit Taksi Uber. Menurut Tito, kehadiran transpotasi Uber bisa mendapatkan pelanggaran. Dasar hukum penertiban transportasi ilegal tersebut mengacu UU Nomor 22 tahun 2009, PP Nomor 74 tahun 2014 dan KM Nomor 35 tahun 2003.
"Hal ini sangat merugikan terhadap transpotasi lain yang dengan resmi menjadi transportasi legal, khusnya yang beroperasi di wilayah hukum Ibukota," tutupnya. (gms)
Baca Juga:
Polda Metro Jaya Bentuk Satgas Tertibkan Taksi Uber
Ungkapan Terima Kasih, Warga Sumbang 200 Masker ke Polda Metro Jaya
Bagikan
Fredy Wansyah
Berita Terkait
Polda Metro Jaya Segera Periksa Pandji Pragiwaksono terkait Laporan Materi ‘Mens Rea’
3.000 Aparat Polda Metro Jaya Lakukan Operasi Keselamatan Jaya 2026, Wakapolda Ingatkan Jangan Cari-Cari Kesalahan
Geger Tukang Es Gabus Spons Ngaku Dipukul, Polda Metro Jaya Bongkar Fakta Asli Bhabinkamtibmas
Daftar Pelanggaran Prioritas Operasi Keselamatan Jaya 2026
Operasi Keselamatan Jaya 2026: Polisi Janji Tak Cari Kesalahan, Tapi Jangan Kasih Alasan Buat Ditilang
Polda Metro Jaya Ancam Pidanakan Oknum Polisi yang Diduga Main Tangkap Pedagang Es Jadul di Kemayoran
dr Richard Lee Daftar Permohonan Praperadilan Usai Terancam 12 Tahun Kurungan, Begini Respons Polisi
Pandji Pragiwaksono Sindir Ibadah Salat di 'Mens Rea', Novel Bamukmin Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya
Jakarta Dikepung Genangan, Polisi Turun Tangan Cegah Warga Terjebak Banjir
Jual Online 50 Senjata Api Ilegal, Sindikat Pabrik Rumahan Untung Rp 3-5 Juta per Pucuk