Pemimpin Baru Taliban Banjir Pujian

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Jumat, 31 Juli 2015
Pemimpin Baru Taliban Banjir Pujian

Mullah Akhtar Mansour (Foto: Screenshot presstv)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Internasional - Kabar terbaru datang dari Afghanistan. Seperti yang sebelumnya diberitakan, beberapa waktu lalu Afghanistan telah memilih Mullah Akhtar Mansour yang dipilih sebagai pengganti pemimpin taliban sebelumnya Mullah Mohammad Omar yang dikabarkan telah tewas.

Sejak dipilihnya Mullah Akhtar Mansour sebagai pemimpin Taliban yang baru, Mansour pun dibanjiri oleh pujian yang menyebutnya sebagai salah satu rekan Mullah Mohammad Omar yang paling 'terpercaya'.

Taliban Afghanistan pun telah memberikan gelar “Amirul Mukminin” pada pemimpin baru mereka, Mullah Akhtar Mansour, seperti yang dilansir dari abcnews

Rekam jejak Mansour pun di Taliban pun terbilang cukup mumpuni sebagai pemimpin Taliban. Pasalnya Mansour sendiri dikabarkan telah menjadi 'Sutradara aktif” dalam beberapa jihad atau perang suci, selama beberapa tahun belakangan ini.

Namun tak hanya itu, Mansour sendiri dikabarkan telah efektif melakukan aksi pemberontakan selama tiga tahun terakhir ini, dan memiliki loyalitas komandan perang yang baik serta menyebarkan pemberontakan melawan Kabul dalam beberapa bulan terakhir.

Baca juga:

Mullah Akhtar Mansour Ditunjuk Sebagai Pemimpin Baru Taliban

Pemimpin Taliban Meninggal

Tiongkok dan Rusia Gelar Latihan Militer Bersama di Jepang

Polisi Menembak Mati Pemimpin Lashkar-e-Jhangvi

Hanya Karena Jual Tisu, Seorang Anak Dipukuli Pria Dewasa

#Taliban #Afghanistan
Bagikan
Ditulis Oleh

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special

Berita Terkait

Dunia
Pakistan Kembali Lancarkan Serangan Militer ke Afghanistan
Beberapa putaran perundingan sebelumnya telah digelar di Qatar, Turki, dan Arab Saudi, tetapi tidak membuahkan hasil.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 April 2026
 Pakistan Kembali Lancarkan Serangan Militer ke Afghanistan
Indonesia
Konflik Pakistan-Afghanistan Memanas, DPR Desak Opsi Evakuasi WNI Disiapkan
Konflik Pakistan–Afghanistan memanas usai serangan ke Kabul. DPR desak Kemlu siaga lindungi WNI dan siapkan opsi evakuasi jika situasi memburuk.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 28 Februari 2026
Konflik Pakistan-Afghanistan Memanas, DPR Desak Opsi Evakuasi WNI Disiapkan
Dunia
Pakistan dan Afghanistan Perang Terbuka, 133 Anggota Taliban Dikabarkan Tewas
Lebih dari 80 tank, meriam artileri, dan kendaraan lapis baja pengangkut personel milik Afghanistan telah dihancurkan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 27 Februari 2026
Pakistan dan Afghanistan Perang Terbuka, 133 Anggota Taliban Dikabarkan Tewas
Dunia
Tanpa Burka, Perempuan Afghanistan tak Dibolehkan Berobat ke RS
PBB sebut sebagai praktik 'apartheid gender'.
Dwi Astarini - Rabu, 12 November 2025
 Tanpa Burka, Perempuan Afghanistan tak Dibolehkan Berobat ke RS
Dunia
Gempa Afghanistan, Uni Eropa Nyatakan akan Kirim Bantuan meskiJaga Jarak dari Taliban
Pihak EU mengatakan akan mengirim 130 ton pasokan darurat dan membuka dana sebesar 1 juta euro untuk membantu para korban gempa mematikan yang melanda Afghanistan.
Dwi Astarini - Selasa, 02 September 2025
Gempa Afghanistan, Uni Eropa Nyatakan akan Kirim Bantuan meskiJaga Jarak dari Taliban
Dunia
Gempa Afghanistan, Korban Tewas Bertambah Jadi 900, Tim Penyelamat Sisir Pegunungan Cari Penyintas
Gempa tersebut merusak atau menghancurkan ribuan rumah yang sebagian besar terbuat dari batu bata lumpur dan kayu.
Dwi Astarini - Selasa, 02 September 2025
Gempa Afghanistan, Korban Tewas Bertambah Jadi 900, Tim Penyelamat Sisir Pegunungan Cari Penyintas
Dunia
Diguncang Gempa Magnitude 6, Desa-Desa di Afghanistan Timur Hancur, 800 Orang Tewas, dan 2.500 Terluka
Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyatakan gempa berkekuatan 6,0 yang terjadi pada Minggu pukul 23.47 itu berpusat 27 kilometer timur laut Jalalabad.
Dwi Astarini - Selasa, 02 September 2025
Diguncang Gempa Magnitude 6, Desa-Desa di Afghanistan Timur Hancur, 800 Orang Tewas, dan 2.500 Terluka
Dunia
Putin Tegaskan Taliban Sekutu Rusia
Gerakan Taliban Afghanistan kini masuk daftar hitam dan mendapat sanksi PBB
Wisnu Cipto - Jumat, 05 Juli 2024
Putin Tegaskan Taliban Sekutu Rusia
Bagikan