Minta Pertolongan, Orangtua Korban Vaksin Palsu Temui Ketua DPR RI
mp/Muchammad Yani
MerahPutih Nasional - Perwakilan orang tua yang merasa anaknya diberikan vaksin palsu akhirnya menemui Ketua DPR RI Ade Komarudin untuk menyampaikan keluh kesahnya atas apa yang dialami oleh mereka dan anak-anaknya.
"Kedatangan kami disini ingin menyampaikan keluh kesah dan kebimbangan apa yang terjadi pada anak kami atas ditemukannya vaksin yang diduga palsu," ucap Heri Zulfikri salah satu orang tua korban di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (19/7).
Para orang tua korban mengaku masih tidak percaya dengan statemen Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Farid Moeloek atau ketua Satgas Penanggulangan vaksin palsu Maura Linda Sitandang yang menyatakan vaksin palsu tidak berdampak buruk bagi sang anak.
"Ibu Maura Sitandang pernah menjelaskan kepada kami di Harapan Bunda. Beliau menyatakan bahwa vaksin palsu tidak berdampak buruk, kami tantang beliau kalau memang vaksin palsu tidak berdampak buruk mohon maaf apabila ibu punya cucu atau saudara tolong di vaksin palsu," ucapnya dihadapan ketua DPR RI.
Pertemuan ini dihadiri oleh delapan perwakilan orang tua korban dari rumah sakit Harapan Bunda, ketua DPR RI Ade Komarudin, Fahri Hamzah, Agus Hermanto, Fadli Zon dan Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf.
Ade Komarudin berjanji akan segera melakukan tindakan atas peredaran vaksin palsu ini. "Tentu DPR akan menyanggupi segera dan langsung akan bertindak dan akan melakukan langkah-langkah. Yang pasti kita harus mendorong pemerintah karena ini sudah sangat krusial," pungkas Ade. (Yni)
BACA JUGA:
- Menkes Minta Masyarakat Jangan Anarkis Soal Vaksin Palsu
- Selain Vaksin Palsu, Ternyata Ada Obat Palsu
- Soal Vaksin Palsu, Dede Yusuf Minta Masyarakat Jangan Salahkan Dokter
- Pernyataan Sikap PB IDI Atas Temuan Vaksin Palsu dan Tindakan Anarkis Terhadap Dokter
- Komisi IX Segera Bentuk Tim Penanganan Vaksin Palsu
Bagikan
Berita Terkait
Raker Menkes Budi Gunadi dengan Komisi IX DPR Bahas Program Kesehatan Prioritas Nasional
Pemerintah Terbitkan 156 Izin Prodi Spesialis Kedokteran Baru
Varian Super Flu Mengintai Anak dan Lansia, Pemerintah Diminta Siapkan Puskesmas, Bukan Narasi
62 Kasus Superflu Terdeteksi di Wilayah Indonesia, Peningkatan Terjadi Saat Peralihan Musim
Superflu Mulai Terdeteksi, Dinkes DKI Minta Kenakan Masker Jika Sakit
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
RS Akhirnya Beroperasi setelah Banjir, DPR Ingatkan Optimalkan Layanan
Etomidate Resmi Masuk Narkotika Golongan II, Penyalahgunaan Bisa Dijerat UU Narkotika