Minta Diangkat Jadi PNS, Ribuan Bidan Desa Datangi Istana
Suasana demonstrasi Serikat Buruh di depan Istana Negara (wm)
MerahPutih Peristiwa- Ribuan Bidan Desa menggelar aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka, menuntut Presiden Joko Widodo terbitkan Kepres Pengangkatan bidan desa sebagai pegawai tetap negara, Senin (28/9)
Unjuk rasa yang didominasi kaum wanita itu juga menuntut agar pemerintah lebih memperhatikan hak-hak mereka sebagai ibu dan calon ibu.
Dalam orasinya, pengunjuk rasa meminta pemerintah untuk segera mengangkat bidan sebagai PNS, para pekerja medis ini juga menuntut pemerintah memperhatikan jumlah hak cuti para bidan.
"Bidan juga meminta pemerintah memperhatikan hak kami sebagai ibu dan calon ibu, terutama cuti saat melahirkan," teriak orator saat melakukan aksi demonstrasi didepan Istana Merdeka, Senin (28/9).
Para bidan menilai jatah cuti melahirkan yang diberikan pemerintah terlalu singkat.
"cuti melahirkan hanya 40 hari, setelah melahirkan, kita sangat keberatan," teriak orator.
Aksi para bidan yang bemula dari Patung Kuda Jalan Merdeka Barat itu hingga bubar terpantau berjalan damai.
Berikut sejumlah tuntutan Bidan saat melakukan aksi unjuk rasa di depan Istana Negara:
-Presiden Jokowi (ini bidan desamu) selamatkan desa PTT sebagai pegawai tetap bidan desa PTT.
-Terbitkan Kepres pengangkatan bidan desa PTT sebagai pegawai tetap negara.
-Stop pengangkatan bidan desa status pegawai tidak tetap (PTT).
-Negara harus menjamin kesejahteraan & melindungi bidan desa! Karena rakyat butuh bidan desa.
-APBN 2016 pastikan anggaran bagi kebutuhan pengangkatan bidan desa PTT sebagai pegawai tetap negara (PNS). (fdi)
Baca Juga:
Kebakaran di Kementerian ESDM Berasal dari Korsleting Listrik
Pejabat Kemendag Belum Tahu Rencana Impor Beras
Soal Impor 1,5 Juta Ton Beras Thailand, Jokowi Beda Pendapat dengan JK
Bagikan
Bahaudin Marcopolo
Berita Terkait
Kelompok HAM Sebut Sedikitnya 648 Pengunjuk Rasa Tewas dalam Penindakan di Iran, Khawatirkan Jumlahnya Bisa saja Lebih Banyak
Buruh Demo Depan Istana Negara Minta Penaikan UMP 2026, Polisi Ingatkan untuk tak Provokasi
Tolak UMP Jakarta 2026 Naik Jadi Rp 5,7 Juta, Buruh Siap Tempuh Jalur Hukum
UMP Jakarta 2026 Dianggap Terlalu Kecil, Presiden Partai Buruh: Gaji di Sudirman Lebih Kecil dari Pabrik Panci Karawang
Ada Demo Buruh Tolak UMP Jakarta 2026 Hari ini, Polisi Jamin tak Ada Penutupan Jalan
UMP 2026 Terancam Anjlok, Legislator PDIP Tagih Janji Hidup Layak Sesuai Konstitusi
Simulasi Baru Polri Dinilai Jadi Langkah Positif Transformasi Penanganan Unjuk Rasa
Polisi Cari Pola dan Model Pengamanan Unjuk Rasa Yang Paling Humanis
KSPI Batalkan Aksi Buruh 24 November, Tunggu Keputusan Upah Minimum 2026
Antisipasi Demo Buruh, Polisi Siapkan Pengalihan Arus Lalu Lintas di Jakarta