Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Mess TKP Pembunuhan Sadis EF Minim Pengawasan

Zulfikar SyZulfikar Sy - Jumat, 20 Mei 2016
Mess TKP Pembunuhan Sadis EF Minim Pengawasan

Mess Karyawan Korban Pembunuhan sadis EF (Foto: MerahPutih/Rizki Fitrianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih Nasional- Mess karyawan putri PT Polita Global Mandiri yang menjadi lokasi pembunuhan sadis EF (19), minim pengawasan.

Mess yang berlokasi di Desa Jatimulya, Kosambi, Kabupaten Tangerang tersebut diketahui tidak menggunakan tenaga pengamanan khusus, seperti sekuriti atau pengawas tetap.

Selvi (20), penghuni mess nomor 13 mengatakan meski ada peraturan tidak boleh membawa tamu pria berkunjung ke mess, tetap saja sejumlah laki-laki nekat masuk atas izin penghuni kamar.

Diakuinya, hal itu terjadi lantaran minimnya pengawasan dari pihak perusahaan, ditambah lagi tidak adanya tenaga pengamanan di pintu masuk mess.

"Ada sih larangan pria masuk, tapi kan kalau penghuninya mengizinkan? mau gimana lagi," katanya, Kamis (19/5).

Terkait peristiwa pembunuhan sadis yang menimpa rekan kerjanya EF (19), diakui perempuan yang sudah sejak setahun tinggal di mess tersebut, tidak mengetahui adanya pria yang masuk sebelum kejadian tersebut.

"Pintu masuk mess biasanya selalu terbuka, sebab karyawan disini kerja shift pagi dan malam, jadi selalu terbuka," imbuhnya.

Lebih lanjut, katanya, soal pengawasan dari perusahaan bisa dibilang jarang sekali. "Kalau ada maunya saja baru kesini, seperti ada pengumuman dari perusahaan," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, EF (19) salah satu karyawan pabrik plastik PT Polita Global Mandiri ditemukkan tewas mengenaskan di messnya Desa Jatimulya, Kosambi, Kabupaten Tangerang, Jumat (13/5).

Sebelum ditemukan, diketahui EF mengalami penyiksaan keji oleh sejumlah pelaku yang tak lain adalah orang yang sudah cukup mengenalnya. Selain luka bekas cakaran benda tumbul di wajah dan tubuhnya, EF ditemukan tewas dengan kondisi alat vital yang tertembus gagang cangkul.

Atas kejadian itu, polisi kemudian bergerak cepat mengejar dan menangkap tiga orang pelaku, yaitu RAR alias Arif, RAI alias Alim, dan IH alias Imam. Ketiga pelaku di ketahui merupakan orang yang sudah lama menaroh hati terhadap korban. 

BACA JUGA:

  1. Ayah EF Yakini Anaknya Korban Pembunuhan Berencana
  2. Penghuni Mess TKP Pembunuhan Sadis EF Trauma
  3. Ayah Korban Pembunuhan Sadis EF Bantah Anaknya Pacaran Dengan Pelaku
  4. Bercak Darah Mengering di TKP Pembunuhan EF
  5. Hasil Autopsi, Gagang Cangkul Tembus ke Paru-Paru EF

 

#Pembunuhan Sadis EF #Kasus Pemerkosaan #Pembunuhan Sadis
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
DPR Kecam Pemerkosaan 27 Pria terhadap Gadis 15 Tahun di Sampang, Desak Pelaku Buron Ditangkap
DPR mengecam kasus pemerkosaan 27 pria terhadap remaja 15 tahun. Polisi pun didesak menangkap 15 pelaku yang masih buron.
Soffi Amira - Senin, 13 Juli 2026
DPR Kecam Pemerkosaan 27 Pria terhadap Gadis 15 Tahun di Sampang, Desak Pelaku Buron Ditangkap
Olahraga
Kapten Timnas Tanjung Verde Diduga Terlibat Kasus Pemerkosaan, Polisi Selandia Baru Kumpulkan Bukti
Kapten Timnas Tanjung Verde, Ryan Mendes, diduga terlibat kasus pemerkosaan di Selandia Baru. Kini, polisi masih menyelidiki kasus tersebut.
Soffi Amira - Senin, 29 Juni 2026
Kapten Timnas Tanjung Verde Diduga Terlibat Kasus Pemerkosaan, Polisi Selandia Baru Kumpulkan Bukti
Indonesia
Taufik Hidayat Ganti Gaya Rambut Saat Ditangkap Polisi, Begini Tampang Terbarunya
Foto terkini pascapenangkapan yang didapat Merahputih.com memperlihatkan perubahan mencolok pada penampilan fisik Taufik
Angga Yudha Pratama - Selasa, 23 Juni 2026
Taufik Hidayat Ganti Gaya Rambut Saat Ditangkap Polisi, Begini Tampang Terbarunya
Indonesia
DPP Perempuan Bangsa: Pengingkaran Tragedi Pemerkosaan Mei 1998 Tak Bisa Dibenarkan
Nihayatul Wafiroh menegaskan negara tak boleh mengabaikan tragedi pemerkosaan massal Mei 1998. Ia mendukung perjuangan pendamping korban demi keadilan.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 April 2026
DPP Perempuan Bangsa: Pengingkaran Tragedi Pemerkosaan Mei 1998 Tak Bisa Dibenarkan
Olahraga
Didakwa sejak 2023, Achraf Hakimi Kini Hadapi Sidang Kasus Dugaan Pemerkosaan
Bek kanan PSG, Achraf Hakimi, didakwa atas kasus pemerkosaan. Hal itu terjadi pada 2023 lalu. Kini, ia akan menghadapi sidang kasus tersebut.
Soffi Amira - Rabu, 25 Februari 2026
Didakwa sejak 2023, Achraf Hakimi Kini Hadapi Sidang Kasus Dugaan Pemerkosaan
Indonesia
Gara-Gara Utang BP Tega Bunuh Ibu Kandung, Jasad Dibakar Dibuang di Jalan
Pelaku BP juga diduga membakar dan membuang jasad korban di pinggir jalan setelah melakukan aksi keji membunuh ibunya sendiri.
Wisnu Cipto - Selasa, 27 Januari 2026
Gara-Gara Utang BP Tega Bunuh Ibu Kandung, Jasad Dibakar Dibuang di Jalan
Indonesia
Ibu Alvaro Dipulangkan untuk Cocokkan DNA dengan Kerangka Diduga Milik Sang Anak
Nicolas menekankan bahwa kondisi psikologis Arum harus diperhatikan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 28 November 2025
Ibu Alvaro Dipulangkan untuk Cocokkan DNA dengan Kerangka Diduga Milik Sang Anak
Indonesia
Sakit Hati Diludahi Motif Pembunuhan Sadis Desa Bunder, Pisau Pelaku Ditemukan di Pasar Kemis
Tersangka secara sadis menggorok leher korban dengan pisau dapur saat korban tertidur, lalu membekap wajah dengan bantal hingga tewas kehabisan nafas.
Wisnu Cipto - Kamis, 27 November 2025
Sakit Hati Diludahi Motif Pembunuhan Sadis Desa Bunder, Pisau Pelaku Ditemukan di Pasar Kemis
Indonesia
Makam Alvaro di Bintaro Berukuran 120 Sentimeter, Keluarga Tinggal Tunggu Hasil Tes DNA
Tragedi ini semakin rumit setelah Alex Iskandar ditemukan tewas diduga akibat bunuh diri dengan cara gantung diri
Angga Yudha Pratama - Rabu, 26 November 2025
Makam Alvaro di Bintaro Berukuran 120 Sentimeter, Keluarga Tinggal Tunggu Hasil Tes DNA
Indonesia
Polisi Cari Rahang Alvaro di Dekat Jembatan Cilalay, Anjing Pelacak Sampai Dikerahkan
Alvaro Kiano Nugroho diketahui dibuang ke Sungai Cerewed
Angga Yudha Pratama - Rabu, 26 November 2025
Polisi Cari Rahang Alvaro di Dekat Jembatan Cilalay, Anjing Pelacak Sampai Dikerahkan
Bagikan