Menelusuri Sejarah Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta

Ana AmaliaAna Amalia - Sabtu, 26 Maret 2016
Menelusuri Sejarah Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta

Masjid Kauman MerahPutih/Ferdywansyah

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Budaya - Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta merupakan pusat dari masjid patok negoro. Selain sebagai tempat ibadah bagi warga sekitar dan umat di keratonan, masjid ini juga sebagai simbol kepemimpinan serta penyabaran agama Islam di Tanah Jawa Yogyakarta.

Masjid Kauman didirikan pada 29 Mei 1779 di era kepemimpinan Sri Sultan HB I. Diarsiteki oleh arsitektur asli Jawa, yakni K Wiryokusumo. Penghulu pertamanya ialah Kyai Faqih Ibrahim Diponingrat.

Bagi umat di bawah naungan keraton, secara simbolik, keberadaan masjid mengartikan pemimpinnya, Sri Sultan, selain pemimpin perang atau pemimpin pemerintahan (senopati ing ngalaga), juga sebagai sayidin panatagama khalifatullah atau wakil Allah di dunia untuk memimpin agama di tanah keraton Yogyakarta.

Dari situlah, Masjid Kauman berfungsi untuk tempat ibadah, penyebaran Islam, serta penegakan tata hukum di daerah kekuasaan kerajaan. Hampir setiap momen keagamaan yang diselenggarakan pihak kerajaan, masjid ini selalu difungsikan sebagai tempat utama. Di antaranya, kegiatan rutin Maulidan atau Mulud atau Peringatan Hari Lahir Nabi Muhammad SAW.

Kerangka atapnya tidak didominasi kubah, melainkan arsitektur Jawa. Atapnya bermodel tumpang tiga. Model ini menyiratkan filosofi Jawa. Maknanya, kesempurnaan hidup dapat dicapai dengan fase, yakni syariat, makrifat, dan hakekat. Di sekitar kawasan ini terdapat pondok pesantren. Di depan bangunannya terdapat gapura semar tinandhu. Sementara di bagian depannya terdapat sepasang pagongan gamelan sekaten. Bahkan, terdapat maksurah yang tidak berfungsi lagi.

Sekeliling bangunannya dipagari tembok. Sementara di sisi utaranya dijadikan sebagai tempat tinggal abdi dalem penghulu atau disebut Dalem Pengulon. Di sisi sebelah baratnya, terrdapat makan Nyai Ahmad Dahlan.

Masjid Kauman mengalami perubahan ketika Yogyakarta terkena gempa. Dua gempa yang membuat masjid ini renovasi, meski tak significan, yakni pada tahun 1867 dan 2006. Pada gempa tahun 1867, serambi masjid runtuh. Akibatnya, serambi dan lantai dasar bagian dalam direnovasi dengan bahan yang baru. Demikian halnya dengan gempa 2006, kolam masjid yang berada di samping rusak. Akibatnya, kini, kolam masjid tidak lagi digunakan. (fre)

BACA JUGA:

  1. Libur Panjang, Taman Impian Jaya Ancol Adakan Berbagai Kegiatan
  2. Indahnya Islam melalui Wisata Religi di Tima Wisata
  3. Ini Cara Pemerintah Genjot Sektor Pariwisata Indonesia
  4. Menpar Optimis Industri Wisata Indonesia akan Kalahkan Malaysia
  5. Pantai Plengkung, Surganya Para Peselancar
#Wisata Yogyakarta #Yogyakarta #Masjid Kauman
Bagikan
Ditulis Oleh

Ana Amalia

Happy life happy me

Berita Terkait

Indonesia
Imbas Gangguan Stasiun Pasar Senen, KA Tujuan Yogyakarta Tiba Telat Hampir 2 Jam
Gangguan terjadi setelah lokomotif KA Jaka Tingkir dan rangkaian KA Serayu mengalami masalah di jalur emplasemen Pasar Senen,
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
Imbas Gangguan Stasiun Pasar Senen, KA Tujuan Yogyakarta Tiba Telat Hampir 2 Jam
Tradisi
Makna Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta, Simbol Syukur dan Berkah
Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta menjadi simbol syukur, berbagi rezeki, dan perpaduan budaya Jawa dengan ajaran Islam yang terus lestari hingga kini.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 13 Mei 2026
Makna Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta, Simbol Syukur dan Berkah
Fun
Rekomendasi Wisata Religi di Jogja saat Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus Mei 2026
Berikut rekomendasi wisata religi di Yogyakarta untuk libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 2026, mulai dari Gua Maria Sendangsono hingga Gereja Ganjuran.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 12 Mei 2026
Rekomendasi Wisata Religi di Jogja saat Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus Mei 2026
Indonesia
DPR Desak Pemerintah Audit Seluruh Daycare Pasca Tragedi Memilukan di Little Aresha Yogyakarta
Maman menilai fenomena ini merupakan pengkhianatan terhadap kepercayaan orang tua yang menitipkan buah hati mereka
Angga Yudha Pratama - Rabu, 29 April 2026
DPR Desak Pemerintah Audit Seluruh Daycare Pasca Tragedi Memilukan di Little Aresha Yogyakarta
Indonesia
DPR Desak Pemulihan Hak Bayi yang Jadi Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta
Secara aturan, kasus ini memenuhi syarat untuk restitusi karena korbannya bayi
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 April 2026
DPR Desak Pemulihan Hak Bayi yang Jadi Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta
Indonesia
Daycare Little Aresha Tak Berizin Siksa Puluhan Anak, Komisi III DPR RI Pemilik Yayasan Segera Dipecat
Sahroni mendesak Komisi Yudisial (KY) dan Mahkamah Agung (MA) untuk mengambil langkah tegas berupa pemecatan
Angga Yudha Pratama - Senin, 27 April 2026
Daycare Little Aresha Tak Berizin Siksa Puluhan Anak, Komisi III DPR RI Pemilik Yayasan Segera Dipecat
ShowBiz
Record Store Day Yogyakarta 2026 Digelar 25–26 April, 71 Lapak Siap Meriahkan XT Square
Record Store Day Yogyakarta 2026 digelar 25–26 April di XT Square. Hadirkan 71 lapak vinyl, kaset, dan CD serta program kreatif kolaboratif.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Record Store Day Yogyakarta 2026 Digelar 25–26 April, 71 Lapak Siap Meriahkan XT Square
Indonesia
Wilayah Yogyakarta Masuki Fase Krusial Potensi Gempa Megathrust, IABI: Ini Bukan untuk Menakut-nakuti
Selain ancaman laut, para ahli mengidentifikasi kompleksitas Sesar Opak yang memicu gempa darat 2006
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 April 2026
Wilayah Yogyakarta Masuki Fase Krusial Potensi Gempa Megathrust, IABI: Ini Bukan untuk Menakut-nakuti
Indonesia
PT KAI Siapkan Perjalanan Pagi dan Sore Dari Jakarta ke Yogyakarta
Untuk relasi Gambir–Yogyakarta, tersedia KA tambahan kelas eksekutif dengan jadwal keberangkatan pukul 05.15 WIB dan tiba di Yogyakarta pukul 13.11 WIB, serta keberangkatan pukul 17.15 WIB dan tiba pukul 00.43 WIB.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 14 April 2026
PT KAI Siapkan Perjalanan Pagi dan Sore Dari Jakarta ke Yogyakarta
Indonesia
Ancaman Perubahan Cuaca Mendadak Intai DIY, BMKG Imbau Kurangi Aktivitas Siang Hari
Masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diimbau untuk mewaspadai ancaman perubahan cuaca mendadak dalam beberapa hari ke depan.
Wisnu Cipto - Kamis, 09 April 2026
Ancaman Perubahan Cuaca Mendadak Intai DIY, BMKG Imbau Kurangi Aktivitas Siang Hari
Bagikan