May Day, Polisi Kerahkan 14 Ribu Pasukan

Fredy WansyahFredy Wansyah - Rabu, 29 April 2015
May Day, Polisi Kerahkan 14 Ribu Pasukan

Ilustrasi Unjuk Rasa Buruh (Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Megapolitan - Pihak kepolisian telah mengeluarkan sebuah keputusan, melarang para buruh berunjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia pada peringatan Hari Buruh yang jatuh pada Jumat 1 Mei 2015 mendatang. Namun, unjuk rasa yang akan dilakukan di kawasan depan Istana telah mendapatkan izin.

Hal tersebut ditegaskan oleh Pejabat Sementara Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Budi Widjanarko. Dia mengatakan, pusat aksi nantinya akan dilakukan di depan Istana Negara. Sementara Bundaran HI tidak boleh ada aksi apa pun.

"Aksi dilarang di lakukan di Bundaran HI, karena akan menimbulkan kemacetan yang luar biasa," kata Budi, Rabu (29/4), di Mapolda Metro Jaya.

Dijelaskan pula oleh Komisaris Besar Budi Widjanarko, Bundaran HI akan dipakai sebagai titik berkumpul. "Buruh yang datang dari banyak titik, maka dipusatkan dulu di Bundaran HI dan bus yang membawa mereka akan diparkir di kantong-kantong parkir yang sudah ditentukan," tutur Budi.

Kantong-kantong parkir itu antara lain,, yakni Lapangan IRTI Monas, Stasiun Kereta Api Gambir, dan lahan parkir Mesjid Istiqlal. Ia menegaskan, bus tidak boleh diparkir selain dari kantong parkir yang sudah disediakan. Meskipun ada car free day, bus-bus buruh masih boleh melintasi kawasan Sudirman hingga Istana Negara.

Di tempat yang sama Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Risyapudin mengatakan bagi Buruh yang menggunakan sepeda motor harus melewati jalan lain. Pihak Polda Metro Jaya memperkirakan pada peringatan Hari Buruh pada Jumat mendatang jumlah buruh yang akan tiba di Jakarta sekitar 170.000 orang.

Para buruh dari berbagai tempat tersebut akan tiba pada Jumat (1/5) sekitar pukul 09.00 WIB, dengan menggunakan sedikitnya 2.000 bus. Buruh akan berjalan kaki dari Bundaran HI menuju Istana Negara pada pukul 09.30 WIB untuk menyampaikan tuntutannya..

Selanjutnya mereka akan shalat Jumat berjamaah di tempat yang sudah disediakan sekitar Istana. Aksipenyampaian tuntutan dan aspirasi para buruh yang berlangsung di depan Istana ini akan berlangsung hingga pukul 17.00 WIB.

Disusul kemudian pada pukul 13.00 WIB di mana sebagian buruh akan menuju kawasan Senayan untuk menikmati panggung hiburan.

Pada peringatan hari buruh jumat mendatang, pihak kepolisian telah menyiapkan 14.404 personel. Pasukan terdiri dari 5.217 personel dari Polda Metro Jaya, 6.689 personel dari Polres, 1.597 personel dari Mabes Polri, 300 personel dari Mabes TNI, dan 601 personel dari Pemda. (man)

Berita Juga:

May Day, 1 Juta Buruh Bakal Turun ke Jalan

May Day, Jakarta Berlakukan Car Free Day

Hari Buruh, di Monas Tersedia Air untuk Wudu

#Polda Metro Jaya #Hari Buruh Nasional #May Day
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Polda Metro Jaya Kerahkan 8.095 Personel untuk Amankan Sidang Tahunan MPR/DPR
Polda Metro Jaya mengerahkan 8.095 personel untuk mengamankan sidang tahunan MPR/DPR.
Soffi Amira - Jumat, 14 Agustus 2026
Polda Metro Jaya Kerahkan 8.095 Personel untuk Amankan Sidang Tahunan MPR/DPR
Indonesia
Gaya 2 Tersangka Kasus Hafal Ayat Berhadiah Miras Konser Musik Ancol Saat Masuk Bui
Gaya kedua tersangka pun tampak sama-sama memakai topi dengan masker yang menutupi wajah bagian bawah
Wisnu Cipto - Kamis, 13 Agustus 2026
Gaya 2 Tersangka Kasus Hafal Ayat Berhadiah Miras Konser Musik Ancol Saat Masuk Bui
Indonesia
Makam ART Febrie Adriansyah Diekshumasi, Tim Forensik Periksa Jenazah hingga Sampel Tanah
Polda Metro Jaya melakukan ekshumasi makam Sutrimo di Banyumas. Tim forensik memeriksa jenazah dan sampel lingkungan untuk mencari penyebab kematian.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 12 Agustus 2026
Makam ART Febrie Adriansyah Diekshumasi, Tim Forensik Periksa Jenazah hingga Sampel Tanah
Indonesia
Hari Ini Polisi Gali Makam Sutrimo Kuak Misteri Kematian ART Eks Jampidsus
Ekshumasi makam dilakukan 12 Agustus 2026 di Banyumas untuk mengungkap dugaan kematian tidak wajar Sutrimo ART eks Jampidsus.
Wisnu Cipto - Rabu, 12 Agustus 2026
Hari Ini Polisi Gali Makam Sutrimo Kuak Misteri Kematian ART Eks Jampidsus
Indonesia
Kasus Kebakaran Bapenda DKI Diambil Polda, Fokus Penyidik Lantai 16 Ruang Arsip
Kasus kebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta resmi ditangani Polda Metro Jaya. Olah TKP dilakukan tim gabungan
Wisnu Cipto - Selasa, 11 Agustus 2026
Kasus Kebakaran Bapenda DKI Diambil Polda, Fokus Penyidik Lantai 16 Ruang Arsip
Indonesia
Polisi Periksa Orang Dekat Sutrimo, Mantan Pembantu Rumah Tangga Febrie Adriansyah yang Tewas dengan Mulut Berbusa
Pemeriksaan lanjutan salah satunya akan menyasar keluarga Sutrimo di Banyumas.
Dwi Astarini - Senin, 10 Agustus 2026
Polisi Periksa Orang Dekat Sutrimo, Mantan Pembantu Rumah Tangga Febrie Adriansyah yang Tewas dengan Mulut Berbusa
Indonesia
Kasus Kematian Eks ART Mantan Jampidsus Naik Penyidikan, Polisi Siapkan Ekshumasi
Polda Metro Jaya meningkatkan kasus kematian eks ART mantan Jampidsus Febrie Adriansyah ke tahap penyidikan. Polisi akan melakukan ekshumasi jenazah S.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 10 Agustus 2026
Kasus Kematian Eks ART Mantan Jampidsus Naik Penyidikan, Polisi Siapkan Ekshumasi
Indonesia
Polisi Akan Gali Makam Eks Asisten Febrie Adriansyah, Lakukan Autopsi Ulang
Sutrimo tewas misterius tak lama setelah kasus dugaan korupsi yang melibatkan majikannya terbongkar.
Dwi Astarini - Senin, 10 Agustus 2026
Polisi Akan Gali Makam Eks Asisten Febrie Adriansyah, Lakukan Autopsi Ulang
Indonesia
Ada Senjata Tempur Combat Shotgun di Temuan 996 pucuk senjata di Sekolah Kebayoran Lama Jakarta
995 pucuk diduga senjata angin terdiri dari empat pucuk senapan angin kaliber 4,5 milimeter, 215 pucuk pistol angin kaliber 4,5 milimeter, 776 pucuk dan revolver angin kaliber 4,5 millimeter.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 07 Agustus 2026
Ada Senjata Tempur Combat Shotgun di Temuan 996 pucuk senjata di Sekolah Kebayoran Lama Jakarta
Indonesia
Polda Metro Jaya Tegaskan Patroli Besar dan Penyekatan Jakarta Bukan karena Isu Gangguan Keamanan
Polda Metro Jaya menegaskan patroli skala besar dan penyekatan di perbatasan Jakarta bukan karena isu gangguan keamanan, melainkan langkah preventif kepolisian.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 06 Agustus 2026
Polda Metro Jaya Tegaskan Patroli Besar dan Penyekatan Jakarta Bukan karena Isu Gangguan Keamanan
Bagikan