Masa Depan Tak Menentu, Eks Gafatar Resah
logo Gafatar
MerahPutih Peristiwa - Sejumlah warga eks-Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) mengaku resah akan masa depannya. Pasalnya, selama di Kalimantan kelompok eks-Gafatar merasa hidup layak dari bercocok tanam. Bahkan, sebelum rumah dan perkebunan dibakar, lahan yang mereka garap akan menuai hasil.
"Harta benda habis dibakar. Semua harta di sana. Sebenarnya kami keberetan dipaksa kembali ke asal. Setelah di sini, kami bingung. Tidak ada solusi apa pun dari pemerintah," kata Dwiyanto Adinugroho saat ditemui wartawan di Youth Center, Mlati, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (28/1).
Adi meminta pemerintah bertanggung jawab atas pemulangan paksa diri dan kelompoknya ke Yogyakarta. Selama sehari di penampungan sementara di Youth Center, Adi dan eks-Gafatar lainnya mengaku hanya makan tidur.
Adi merupakan salah satu dari lima eks-gafatar yang tiba hari ini di Youth Center. Selain Adi, empat warga lainnya ialah Hadi Suparyino, Eko Novianto, Dwi Adiyanto, dan Ahadi Subroto. Mereka tiba sekira pukul 05.00 WIB dari Jawa Timur. (fre)
BACA JUGA:
Bagikan
Berita Terkait
Gempa Magnitude 4,5 Goyang Bantul, 17 KA Berhenti Sementara
Gempa Bumi Magnitudo 4,5 Guncang Bantul Yogyakarta, Bikin Panik
'Jogja Istimewa', Penghormatan Jogja Hip Hop Foundation pada Identitas Budaya dan Filosofi Kepemimpinan Yogyakarta
Fanny Soegi Hadirkan “Jogja Lantai 2”, Liriknya Memotret Sisi Sunyi Yogyakarta
Sambut Long Weekend Isra Mikraj, KAI Daop 6 Kerahkan 4 KA Tambahan
Tiket KA ke Yogyakarta Paling Banyak Diburu Saat Libur Nataru 2026
Yogyakarta Jadi Tujuan Favorit Wisata Orang Jakarta
Pendaki Hilang di Merapi, 1 Dievakuasi tapi 1 belum Ditemukan
Presiden Prabowo Minta Setiap Kerdatangannya tak lagi Disambut Anak-Anak, Kasihan Lihat Kepanasan dan Ganggu Jam Sekolah
Gunung Merapi Keluarkan 4 Kali Awan Panas Guguran, Masyarakat Diminta Waspada