Mafia Batu Bara Lebih Dekat Dibandingkan Mafia Migas
Foto udara aktivitas pertambangan PT. Semen Bosowa Maros, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Kamis (5/3). (Foto: ANTARA FOTO/Sahrul Manda Tikupadang)
MerahPutih Bisnis - Ketua Komisi VII DPR RI Kardaya Warnika menegaskan bahwa penelusuran mafia batu bara (minerba) jauh lebih mudah dibandingkan mafia minyak dan gas (migas).
Menurut Kardaya, mafia batu bara berada di dalam negeri. Sementara mafia migas berada di luar negeri. "Saya lebih terlihat batu bara. Karena mafia migas kan di luar. Sementara batu bara di Indonesia," tuturnya, di Jakarta, Minggu (24/5).
Saat ditanyai lebih detail ihwal sektor minerba tersebut, Kardaya enggan membeberkan. Ia hanya memaparkan indikator mafia batu bara di Tanah Air.
"Seperti adanya pelabuhan-pelabuhan di Indonesia yang nggak jelas. Termasuk data-data ekspor yang berbeda," ujarnya.
Lebih lanjut Kardaya menjelaskan, sebenarnya DPR telah membentuk suatu panitia kerja (panja). Sehingga, panitia kerja tersebut nantinya akan dijalankan guna menjadikan sumber energi, mineral dan batubara agar lebih dialokasikan secara baik dan efisien. (rfd)
Baca Juga:
Potensi Penerimaan Lima Kontrak Migas Rp29,68 Triliun
AEPI Sebut Pemerintah Begal UU Minerba Melalui MoU
Langgar UU Minerba, DPR Bisa Gunakan Haknya
Bagikan
Fredy Wansyah
Berita Terkait
Ambil Alih Tambang Martabe, Perminas Bakal Kuasai Komoditas Mineral Kritis
Perusahaan Tambang Diambil Pemerintah, ESDM Siapkan Daftar Masalah
Freeport McMoRan Berencana Ajukan Perpanjangan Izin Tambang Usai Rampungkan Pembangunan Smelter
Viral Pesan Berantai Penambang Emas Tewas di Area Antam, Begini Penjelasan Polisi
Tambang di Bogor yang Ditutup Dedi Mulyadi Kembali Dibuka, Pemkab Berdalih Ekonomi Warga Harus Jalan
Legislator Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Penganiayaan Lansia Pelawan Tambang di Pasaman
Prabowo Siap Sikat Habis Tambang Ilegal, Tegaskan Uang Rakyat Tak Boleh Hilang 1 Persen Pun
Polisi Tangkap Jurnalis di Morowali, Tegaskan Bukan Terkait Profesi Pers
Penyidikan Kasus Tambang Konawe Utara Dihentikan, KPK Ungkap Alasannya
KPK Hentikan Kasus Tambang Konawe Utara, MAKI Siap Gugat Praperadilan dan Minta Kejagung Ambil Alih