Kepala BKPM: Indonesia Tujuan Investasi Utama Tiongkok

Selvi PurwantiSelvi Purwanti - Jumat, 22 Juli 2016
Kepala BKPM: Indonesia Tujuan Investasi Utama Tiongkok

Kepala Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Keuangan – Upaya pemerintah Indonesia untuk memperbaiki dan membangun iklim investasi yang lebih baik mendapatkan respons positif dari kalangan investor provinsi Guangdong, Tiongkok.

Hal ini disampaikan oleh Presiden CCPIT (China Council for the Promotion of International Trade) Chen Quiyan dalam pertemuannya dengan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal di Guangzhou, kemarin (21/7). Dalam kesempatan tersebut Kepala BKPM secara khusus memaparkan tentang paket kebijakan ekonomi yang sudah dikeluarkan pemerintah dalam upaya meningkatkan iklim investasi di Indonesia.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Franky Sibarani mengatakan bahwa CCPIT Guangdong merupakan lembaga yg memiliki peranan yang sangat penting untuk membantu memfasilitasi para pengusaha Guangdong melakukan perluasan investasinya ke luar negeri.

“Semua informasi dari CCPIT terkait iklim investasi suatu negara dijadikan pegangan oleh para investor untuk melakukan perluasan investasinya ke luar negeri. Jadi pertemuan dengan CCPIT sangat penting karena lembaga ini dapat mempengaruhi keputusan investor untuk investasi ke luar negeri,” ujar Franky dalam keterangan resmi yang diterima merahputih.com, Jumat (22/7).

Dalam pertemuan dengan Kepala BKPM, Presiden CCPIT Chen Qiuyan juga menyampaikan rencananya untuk membentuk Chambers of Commerce Guangdong-Indonesia untuk membantu para pengusaha Guangdong yang sudah ada di Indonesia maupun yang akan masuk ke Indonesia. “Mereka menargetkan bahwa dalam waktu 3 bulan mendatang Chambers of Commerce ini sudah dapat terbentuk dan akan berkantor di Jakarta,” jelasnya.

Franky menambahkan bahwa saat ini sudah cukup banyak investor dari Provinsi Guangdong yang berinvestasi di Indonesia. “Presiden CCPIT menyampaikan bahwa Indonesia adalah negara yang sangat potensial dan kondusif dan merupakan negara yang sangat penting dalam kerjasama one road one belt (OBOR),” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden CCPIT Guangdong juga menyampaikan rencananya untuk membawa misi investasi dari Guangdong ke Indonesia pada bulan Oktober 2016 sekaligus untuk meresmikan Chambers of commerce tersebut. Selain pertemuan dengan President CCPIT Guangdong, Kepala BKPM juga menjadi pembicara kunci dalam business forum yang dihadiri oleh lebih dari 120 perusahaan Guangdong dari berbagai sektor. Hal ini menunjukkan tingginya minat mereka untuk mengetahui potensi dan iklim investasi di Indonesia. Seperti halnya pertemuan dengan CCPIT, dalam Business Forum Kepala BKPM juga memaparkan tentang perbaikan iklim investasi di Indonesia melalui 12 paket kebijakan ekonomi yang sudah dikeluarkan.

"Dalam paket kebijakan ekonomi yang telah dikeluarkan pemerintah, berbagai perbaikan di bidang investasi sudah dikeluarkan. Seperti formula kenaikan upah, insentif fiskal bagi industri padat karya, serta perbaikan indikator kemudaha berusaha,"jelas Franky.

Business forum tersebut terselenggara atas kerjasama BKPM, KJRI Guangzhou, dan CCPIT Provinsi Guangdong. Dalam sambutannya Konsul Jenderal RI di Guangzhou Ratu Silvy Gayatri menyampaikan bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk berinvestasi di Indonesia mengingat pemerintah Indonesia saat ini telah banyak melakukan perbaikan pelayanan penanaman modal disamping Indonesia memiliki potensi investasi yang sangat besar.

President CCPIT Chen Quiyan juga memberikan keyakinan kepada para peserta bahwa Indonesia adalah negara tujuan investasi yang tepat bagi para investor Guangdong. “Pemerintah Indonesia saat ini memiliki komitmen yang kuat untuk memperbaiki dan membangun iklim investasi yang lebih baik,” kata Chen.

Dari data yang dimiliki oleh BKPM untuk periode 2010-2015, tercatat sudah US$ 52,3 miliar komitmen investasi asal Tiongkok terdaftar di BKPM. Untuk periode triwulan pertama tahun 2016, realisasi dari RRT mencapai US$ 464 juta terdiri dari 339 proyek dan menyerap tenaga kerja 10.167 tenaga kerja. Posisi Tiongkok tersebut berada di peringkat keempat setelah Singapura, Jepang dan Hong Kong (RRT). (Abi)

BACA JUGA:

  1. BKPM Siapkan Tiga Skema Investasi
  2. Kepala BKPM Optimistis Kapolri Baru Dukung Keamanan Investasi
  3. BKPM Dekati Investor dari Australia
  4. Bertemu Menteri Denmark, Kepala BKPM Tawarkan Empat Sektor
  5. BKPM Apresiasi Perluasan Pabrik Tekstil Jateng Serap 6.000 Tenaga Kerja

 

 


#BKPM
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Selvi Purwanti

Simple, funny and passionate. Almost unreal
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
BKPM Tawarkan Bisnis Data Center Indonesia ke Investor China, Market Pasarnya Bisa Tembus Rp 29,8 T
BKPM tawarkan peluang investasi data center Indonesia ke investor China. Nilai pasar diproyeksikan Rp 29,8 triliun pada 2026 dan tumbuh hingga Rp 56,7 triliun pada 2031.
Wisnu Cipto - Jumat, 24 Juli 2026
BKPM Tawarkan Bisnis Data Center Indonesia ke Investor China, Market Pasarnya Bisa Tembus Rp 29,8 T
Indonesia
Indonesia Tawarkan Investasi Data Center ke China, Potensi USD 3,48 Miliar
Nilai pasar data center Indonesia mencapai sekitar 1,44 miliar dolar AS pada 2025 dan diperkirakan meningkat menjadi 1,83 miliar dolar AS pada 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 23 Juli 2026
Indonesia Tawarkan Investasi Data Center ke China, Potensi USD 3,48 Miliar
Indonesia
Realisasi Investasi hingga Semester I Capai Rp 1.010 T, Lokasi Didominasi Luar Jawa dengan Serapan 1,4 Juta Pekerja
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani mengatakan pemerintah telah mencapai 49,5 persen dari target investasi tahun ini.
Dwi Astarini - Kamis, 16 Juli 2026
Realisasi Investasi hingga Semester I Capai Rp 1.010 T, Lokasi Didominasi Luar Jawa dengan Serapan 1,4 Juta Pekerja
Indonesia
Danantara Merger 4 BUMN di Bawah Mandiri Manajemen Investasi, Terbesar di Indonesia
Danantara menggabungkan empat perusahaan asset management BUMN menjadi satu entitas di bawah Mandiri Manajemen Investasi. Konsolidasi ini membentuk perusahaan asset management terbesar di Indonesia.
Wisnu Cipto - Rabu, 08 Juli 2026
Danantara Merger 4 BUMN di Bawah Mandiri Manajemen Investasi, Terbesar di Indonesia
Indonesia
Implementasi KBLI 2025 Dipermudah, Bisa Konversi Otomatis di AHU dan OSS
KBLI 2025 ini juga memberikan dua skema kemudahan, yaitu kebijakan konversi otomatis juga penyesuaian manual.
Dwi Astarini - Kamis, 23 April 2026
Implementasi KBLI 2025 Dipermudah, Bisa Konversi Otomatis di AHU dan OSS
Indonesia
Investasi Capai Rp 498 Trilun di Triwulan 1, Serap 706.569 Tenaga Kerja
Daerah realisasi PMDN dan PMA triwulan I 2026 adalah Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, dan Sulawesi Tengah
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 23 April 2026
Investasi Capai Rp 498 Trilun di Triwulan 1, Serap 706.569 Tenaga Kerja
Indonesia
Indonesia Tawarkan Proyek Pengelolaan Limbah 30 Kota di World Economic Forum
Danantara telah berdiskusi dengan Kamar Dagang Swiss (Swiss Chamber of Commerce) mengenai potensi kerja sama dalam proyek tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 21 Januari 2026
Indonesia Tawarkan Proyek Pengelolaan Limbah 30 Kota di World Economic Forum
Indonesia
Proyek Kilang sampai Budidaya Unggal Bakal Groundbreaking di Februari 2026
Beberapa proyek strategis diantaranya Proyek Bauksit, Alumunium, Bioavtur, Refinery (Kilang), hingga Proyek Budidaya Unggas.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Januari 2026
Proyek Kilang sampai Budidaya Unggal Bakal Groundbreaking di Februari 2026
Indonesia
Hilirisasi SDA Ditargetkan Jadi Pendorong Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Januari hingga September 2025, sektor hilir berhasil menarik investasi sebesar Rp 431 triliun atau lebih dari 30 persen dari total realisasi investasi nasional
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 15 Desember 2025
Hilirisasi SDA Ditargetkan Jadi Pendorong Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Indonesia
Bali Bakal Kendalikan Investor Asing, Rental Kendaraan dan Villa Bakal Ditertibkan
Maraknya investasi asing yang mengambil jatah usaha rakyat seperti rental dan penginapan seperti vila.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 16 November 2025
Bali Bakal Kendalikan Investor Asing, Rental Kendaraan dan Villa Bakal Ditertibkan
Bagikan