Kemenhan Bantah Tiongkok Ajak Latihan Perang Bersama

Bahaudin MarcopoloBahaudin Marcopolo - Senin, 19 Oktober 2015
Kemenhan Bantah Tiongkok Ajak Latihan Perang Bersama

Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu (Antara Foto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Peristiwa - Tiongkok mengusulkan latihan 'penyelamatan laut dan penanganan bencana' gabungan kepada negara anggota ASEAN di Laut Cina Selatan pada tahun 2016. Menurut Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu, proposal tersebut bukan untuk mengajak latihan bersama, melainkan hanya patroli.

"Bukan latihan bersama, tapi patroli bersama. Kalau patroli kan Bapak yang ajak duluan itu betul. Kan mau mengamankan Laut Cina Selatan," kata Ryamizard di Gedung DPR, Jakarta, Senin (19/10).

Ryamizard menuturkan, patroli bersama jelas berbeda dengan latihan bersama. Patroli bersama berrtujuan untuk menjaga perdamaian di kawasan tersebut. Sementara, latihan bersama bertujuan untuk mengantisipasi perang fisik.

"Patroli bersama ini patroli untuk perdamaian. Latihan (bersama) itu untuk perang. Di dalam UUD disebutkan kita ikut menjaga ketertiban dan kedamaian dunia," tuturnya.

Tiongkok mengusulkan latihan "penyelamatan laut dan penanganan bencana" gabungan kepada negara anggota ASEAN di Laut Cina Selatan pada tahun 2016. Usulah tersebut disampaikan Menteri Pertahanan Tiongkok, Chang Wanquan dalam pertemuan informal menteri pertahanan yang sedang diadakan di Beijing, Jumat (16/10).

Proposal ini dibuat Tiongkok tak lama sesudah Amerika Serikat mempertimbangkan untuk mengirimkan kapal ke wilayah yang dipersengketakan di Laut Cina Selatan. Cina membalas hal itu dengan menyinggung Amerika Serikat saat menyalahkan sejumlah negara yang terus menerus menggunakan kekuatan militernya di kawasan itu.

Selama ini, kegiatan reklamasi Tiongkok meningkatkan ketegangan dengan negara-negara tetangga. Pasalnya, Filipina dan Vietnam mengklaim wilayah yang sama dengan yang diakui oleh Tiongkok.

Usulan latihan ini bertujuan memecahkan perselisihan bersama-sama dan mengendalikan risiko.(Mad

BACA JUGA: 

  1. Analis Pertahanan: Program Bela Negara untuk Atasi Ancaman Non Militer 
  2. Program Bela Negara Dipandang Sebagai Terobosan 
  3. Intip Atraksi Ribuan Personel TNI AD Peragakan Beladiri Yongmoodo 
  4. Jokowi: TNI Tidak Boleh Lukai Hati Rakyat 
  5. Ribuan Warga Antusias Hadiri HUT TNI ke-70 di Cilegon

 

 

 

 

 

#Menteri Pertahanan #Ryamizard Ryacudu
Bagikan

Berita Terkait

Berita Foto
Prosesi Pemakaman Militer Mantan Menhan Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu di TMP Kalibata
Prosesi pemakaman militer mantan Menteri Pertahanan (Menhan) almarhum Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (1/6/2026).
Didik Setiawan - Senin, 01 Juni 2026
Prosesi Pemakaman Militer Mantan Menhan Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu di TMP Kalibata
Indonesia
Prabowo Datangi Kemenhan, Beri Penghormatan Pada Jenderal TNI Purnawirawan Ryamizard Ryacudu
Kedatangan dia langsung disambut oleh Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dan Wamenhan Donny Ermawan Taufanto yang sudah menunggu di depan gedung utama Kemhan.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 01 Juni 2026
Prabowo Datangi Kemenhan, Beri Penghormatan Pada Jenderal TNI Purnawirawan Ryamizard Ryacudu
Indonesia
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Klaim Batalyon Teritorial Turunkan Kriminalitas dan Gerakkan Ekonomi Daerah
Pemerintah memutuskan membentuk 750 Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan hingga 2029.
Dwi Astarini - Selasa, 19 Mei 2026
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Klaim Batalyon Teritorial Turunkan Kriminalitas dan Gerakkan Ekonomi Daerah
Indonesia
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Jelaskan Alasan Pembentukan Batalyon Infanteri Teritorial di Berbagai Daerah
Program ini merupakan bagian dari revitalisasi pertahanan negara yang ditargetkan menjangkau seluruh kabupaten di Indonesia. 

Dwi Astarini - Selasa, 19 Mei 2026
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Jelaskan Alasan Pembentukan Batalyon Infanteri Teritorial di Berbagai Daerah
Indonesia
Konflik AS vs Iran Memanas, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Sebut BoP Belum Dapat Dijalankan
BoP merupakan inisiatif Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk membantu penanganan krisis kemanusiaan di Jalur Gaza.
Dwi Astarini - Selasa, 19 Mei 2026
Konflik AS vs Iran Memanas, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Sebut BoP Belum Dapat Dijalankan
Indonesia
Pengamat Peringatkan Potensi Ancaman Izin Otomatis Lintas Udara Bagi AS
Connie memperingatkan, pemberian izin menyeluruh (blanket clearance) tanpa evaluasi kasus per kasus berpotensi menimbulkan sejumlah ancaman.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 30 April 2026
Pengamat Peringatkan Potensi Ancaman Izin Otomatis Lintas Udara Bagi AS
Indonesia
Di Depan para Mantan Panglima, Menhan Ingatkan Prinsip TNI Taat Aturan Konstitusi hingga ‘Terbatasnya’ Informasi ke Publik Terkait Pertahanan Negara
Amanat yang menjadi pijakan TNI tidak lepas dari amanat konstitusi.
Dwi Astarini - Jumat, 24 April 2026
Di Depan para Mantan Panglima, Menhan Ingatkan Prinsip TNI Taat Aturan Konstitusi hingga ‘Terbatasnya’ Informasi ke Publik Terkait Pertahanan Negara
Indonesia
Indonesia dan AS Tingkatkan Kerja Sama Operasional Pertahanan
Dalam pertemuan mereka, Menhan Sjafrie dengan Menhan Hegseth berkomitmen untuk memperluas cakupan dan kompleksitas latihan bilateral maupun multilateral, seperti Super Garuda Shield.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 14 April 2026
Indonesia dan AS Tingkatkan Kerja Sama Operasional Pertahanan
Indonesia
Pasukan TNI Siaga untuk ke Gaza, Operasional Tunggu Komando Board of Peace
Terkait jadwal keberangkatan, Kementerian Pertahanan masih memantau perkembangan situasi geopolitik serta menunggu instruksi resmi dari Board of Peace
Angga Yudha Pratama - Kamis, 12 Maret 2026
Pasukan TNI Siaga untuk ke Gaza, Operasional Tunggu Komando Board of Peace
Indonesia
Indonesia Siapkan 8.000 Prajurit TNI untuk Misi Perdamaian di Gaza, Menhan: Tunggu Keputusan Internasional
Menhan sebut sekitar 8.000 prajurit TNI disiapkan untuk misi perdamaian di Gaza. Indonesia menunggu keputusan BoP terkait pembentukan pasukan stabilisasi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 12 Maret 2026
Indonesia Siapkan 8.000 Prajurit TNI untuk Misi Perdamaian di Gaza, Menhan: Tunggu Keputusan Internasional
Bagikan