Ini Yang Dilakukan Trump 100 Hari Awal Pemerintahannya

Zulfikar SyZulfikar Sy - Rabu, 09 November 2016
Ini Yang Dilakukan Trump 100 Hari Awal Pemerintahannya

Pendukung Hillary Clinton lesu melihat kemenangan Donald Trump. (Foto: VOANews.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Dalam kampanye sebelum terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat yang ke 45, Donald J Trump telah mengajukan sejumlah rancangan program kerja unggulan.

Diantara program tersebut, Reformasi Gedung Putih, Imigrasi, Perdagangan, Kebijakan Luar Negeri serta menghapus sejarah tentang Barack Obama akan mewarnai 100 hari pertama masa pemerintahannya. 

Bagi Trump, masalah imigrasi bukan sekedar retorika dan hal itu ia sampaikan dalam kampanyenya.

Melalui undang-undang yang telah dipersiapkan, konglomerat Amerika itu berencana untuk mendeportasi semua imigran gelap dari Amerika Serikat. Imigran ilegal yang akan dideportasi jumlahnya diperkirakan sekitar dua juta orang, (jumlah riil kurang dari 168 ribu orang) yang memiliki catatan kriminal termasuk pelanggaran hukum minor seperti yang pernah kena tilang.

Trump juga memperketat masuknya pengungsi dari negara yang sedang dilanda perang seperti Suriah. Dua tahun mereka harus di screening sebelum diizinkan masuk ke Amerika Serikat.

Produser dan host acara reality show The Apprentice itu juga akan mendorong undang-undang pembangunan dinding di sepanjang perbatasan selatan Amerika Serikat dan akan menagih biayanya pada pemerintah Meksiko.

Donald Trump akan berusaha mereformasi Gedung Putih. Sambil meniru Abraham Lincoln menyampaikan pidato terkenalnya untuk mempersatukan rakyat Amerika, Trump berjanji akan mengembalikan pemerintahan "dari, oleh dan untuk rakyat".

Seorang warga tampak optimis dengan kepemimpinan Donald Trump. (Foto: VOANews.com)

Amandemen konstitusi telah diagendakan pada hari-hari awal pemerintahannya terutama untuk membatasi semua anggota kongres dan lima tahun larangan bagi pejabat Gedung Putih dan pejabat Kongres, menjadi pelobi setelah mereka pensiun sebagai pegawai pemerintah.

Dalam upaya untuk mengefisiensikan pemerintahan, Trump menyerukan pembekuan semua karyawan federal untuk mengurangi tenaga kerja. (membebaskan militer, keamanan publik, dan kesehatan masyarakat).

Di bidang perdagangan, Donald Trump akan menganulir komitmen tradisi Partai republic terhadap perdagangan bebas, memberlakukan kebijakan yang memproteksi penutupan batas-batas ekonomi Amerika.

Trump akan segera menegosiasikan kembali kesepakatan Pasar Bebas Amerika Utara dengan kanada dan Meksiko.
Konglomerat pemilik banyak hotel itu juga akan menentang Tran-Pacific Partnership dan bermaksud membatalkan partisipasi AS dalam kesepakatan dagang dengan 12 negara yang dinilainya kontroversial.

Donald Trump mengusulkan taktik agresif di bidang perdagangan, termasuk memaksa China dan negara-negara lainnya untuk membayar hak istimewa jika ingin menjual barang-barang mereka di AS. Trump juga akan memberi sanksi perusahaan-perusahaan AS yang memindahkan pekerjaan ke luar negeri.

Terkait kebijakan luar negeri, sebagai Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan tidak bisa menjamin perlindungan bagi negara-negara NATO yang diserang.

Dalam wawancara sebelum konvensi Partai Republik Trump mengatakan Amerika hanya akan membantu jika negara tersebut telah memenuhi "kewajibannya" sebagai anggota aliansi.

Pernyataan Trump menandai pertama kalinya pasca era Perang Dunia ke Dua bahwa calon presiden menyarankan menyerahkan kondisi pertahanan Amerika dari sekutu utamanya.

Trump juga telah mengancam untuk menarik pasukannya dari Eropa dan Asia jika sekutu-sekutu tersebut gagal membayar lebih atas perlindungan Amerika.

Trump telah membolak-balikkan isu-isu utama termasuk Suriah. Ia memandang Presiden Suriah Bashar al-Assad, penjahat yang lebih rendah ketimbang kelompok oposisi Islam yang memberontak yang didukung AS.

Trump telah berjanji untuk menghancurkan kelompok ISIL.

Sebagai panglima angkatan bersenjata Amerika yang tertinggi bulan Maret 2017 akan mengirimkan 20 hingga 30,000 pasukannya untuk memerangi ISIL jika diperlukan. Trump mengklaim menentang invasi Irak, namun kenyataannya meskipun sebentar ia sempat mendukung kebijakan luar negeri Amerika tersebut.

Kebijakan yang paling parah adalah rencana Donald Trump menghapus Barack Obama dari buku sejarah Amerika. Terutama efek kebijakan selama Obama menjadi Presiden.

Presiden dari partai Republik itu telah berjanji akan membatalkan semua kebijakan eksekutif, memorandum dan perintah presiden yang diterbitkan oleh Presiden Obama.

Menurut penasehat kampanye Trump, selama kampanye Trump telah mengidentifikasi sedikitnya 25 keputusan eksekutif yang bisa dibalikkan kandidat mereka: “Trump meluangkan waktu berjam-jam menandatangani surat dan dokumen— dan menghapus jejak kepresidenan Obama Presidency,” katanya.

Salah satu kebijakan itu adalah “Obamacare”, kebijakan Presiden yang memberikan jaminan asuransi kesehatan bagi sekitar 12 koma 7 juta orang yang memerlukan dana kesehatan.
Trump telah menyiapkan program penggantinya yaitu “Health Savings Accounts”. (dsyamil)

BACA JUGA 

  1. Pemilu Amerika : Trump Mendominasi Florida, North Carolina dan Ohio
  2. Pemilu Amerika : Trump Nyaris Menguasai Senat
  3. Pemilihan Presiden Amerika : Trump Sementara Unggul
  4. Antara Presiden Baru dan Donat
  5. Seperti Hispanic, Warga Indonesia Juga Berharap Clinton Jadi Presiden

 

 

#Donat Gratis #Donald Trump
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
AS Ancam Sanksi Negara yang Tetap Berdagang dengan Iran, Akses Dolar Bisa Diputus
Negara yang tetap berbisnis dengan Iran setelah menerima tuntutan tersebut disebut berpotensi menghadapi sanksi AS.
Yusuf Abdillah - Kamis, 03 September 2026
AS Ancam Sanksi Negara yang Tetap Berdagang dengan Iran, Akses Dolar Bisa Diputus
Dunia
Manut Perintah Donald Trump, Apple Maps Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika
Perubahan tersebut dilakukan untuk pengguna yang berada di Amerika Serikat, sedangkan pengguna di Kanada tetap akan melihat nama Danau Ontario.
Dwi Astarini - Rabu, 02 September 2026
 Manut Perintah Donald Trump, Apple Maps Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika
Dunia
Perang Dagang dengan Kanada Memanas, Donald Trump Ubah Nama Danau Ontario Jadi Lake America
Dalam sebuah video yang dibagikan melalui akun Truth Social, Trump tampak mencoret tulisan 'Lake Ontario' pada peta dan menggantinya dengan 'Lake America'.
Dwi Astarini - Jumat, 28 Agustus 2026
Perang Dagang dengan Kanada Memanas, Donald Trump Ubah Nama Danau Ontario Jadi Lake America
ShowBiz
Legenda Country Dolly Parton Meninggal Dunia, Donald Trump Perintahkan Bendera Setengah Tiang Selama Satu Pekan
Penyanyi sekaligus aktris musik country asal Amerika Serikat, Dolly Parton, meninggal dunia pada usia 80 tahun.
Yusuf Abdillah - Rabu, 26 Agustus 2026
Legenda Country Dolly Parton Meninggal Dunia, Donald Trump Perintahkan Bendera Setengah Tiang Selama Satu Pekan
Dunia
Trump Mulai Operasi Serangan Penghancuran Ekonomi Iran
Trump mengatakan AS akan berupaya memutus jalur keuangan dan perdagangan yang memberikan dukungan ekonomi kepada Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 20 Agustus 2026
Trump Mulai Operasi Serangan Penghancuran Ekonomi Iran
Dunia
Balas Klaim Trump atas Selat Hormuz, Iran Sebut California Wilayah Barunya
Iran membalas pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyebut Selat Hormuz sebagai "wilayah baru AS".
Yusuf Abdillah - Kamis, 20 Agustus 2026
Balas Klaim Trump atas Selat Hormuz, Iran Sebut California Wilayah Barunya
Dunia
Trump Ancam Bombardir Oman Jika Ikut Campur Kesepakatan Selat Hormuz
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan ancaman keras terhadap Oman.
Yusuf Abdillah - Selasa, 18 Agustus 2026
Trump Ancam Bombardir Oman Jika Ikut Campur Kesepakatan Selat Hormuz
Dunia
Trump Siapkan Hantaman Ekonomi Baru ke Iran
Iran selama beberapa dekade telah menunjukkan bahwa negara tersebut tidak dapat dilumpuhkan dengan langkah-langkah semacam itu.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 12 Agustus 2026
Trump Siapkan Hantaman Ekonomi Baru ke Iran
Dunia
4 Kali Jadi Target Penembakan, Trump Sampai Dikawal 'Avengers' Saat Main Golf
Donald Trump sudah empat kali jadi target penembakan dalam dua tahun terakhir, termasuk insiden peluru mengenai telinganya pada Juni 2024.
Wisnu Cipto - Selasa, 11 Agustus 2026
4 Kali Jadi Target Penembakan, Trump Sampai Dikawal 'Avengers' Saat Main Golf
Dunia
Trump Tutup 5 Konsulat AS di 4 Negara, Termasuk Indonesia
Presiden AS Donald Trump menutup lima misi diplomatik, termasuk Konsulat AS di Medan, Indonesia.
Wisnu Cipto - Kamis, 06 Agustus 2026
Trump Tutup 5 Konsulat AS di 4 Negara, Termasuk Indonesia
Bagikan