Empat Saksi Kasus UPS Datangi Polda Metro
Kabidhumas Polda Metro Kombes Pol Martinus Sitompul. (Foto: MP/Abdi Kurniawan)
MerahPutih Megapolitan - Hari ini, Rabu (11/3), Penyidik Polda Metro Jaya menjadwalkan pemeriksaan 10 saksi kasus Uninterruptible Power Supply (UPS). Dari 10 saksi yang dijadwalkan, hanya 4 saksi yang mendatangi Polda Metro. (Baca: Dalami Kasus Pengadaan UPS, Polda Metro Jaya Panggil 49 Kepsek)
"Dari sepuluh yang akan diperiksa, hingga saat ini baru empat orang yang memenuhi panggilan," ungkap Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) Kombes Pol Martinus Sitompul kepada Merahputih.com, di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan. (Baca Juga: Salah Sebut UPS jadi USB, Haji Lulung Dibully)
Keempat saksi kini tengah diperiksa di Kantor Direktorat Reserse Kriminal, Polda Metro. Keempat saksi tersebut ialah Larson Marbun, Rani Nurani, Saryono, dan Ibnu Haja Sudi.
Kasus UPS merupakan kasus dugaan mark up pengadaan alat penyimpan daya listrik. Kasus ini diuangkap Gubernur DKI Jakarta, Ahok. Mantan politisi Gerindra itu mengungkap keanehan Rancangan APBD DKI Jakarta 2014 mencapai Rp12,1 triliun. Untuk pengadaan UPS ke 49 sekolah, setiap sekolah mendapat alokasi Rp5,8 miliar. (gms)
Bagikan
Fredy Wansyah
Berita Terkait
Kasus Ijazah Palsu Jokowi Masuki Babak Baru, Berkas Roy Suryo Cs Dilimpahkan ke Kejaksaan
Polda Metro Jaya Bongkar Lab Narkoba Etomidate di Apartemen Pluit, 2 WNA China Ditangkap
Polisi Ngaku Belum Lakukan Pemeriksaan Saksi Atas Laporan ke Komika Pandji
Polda Metro Terima 3 Barang Bukti Laporan Pemidanaan Pandji: Flashdisk Hingga Rilis
Penyelidikan Kasus Kematian Arya Daru Dihentikan, Polisi Buka Peluang Jika Ada Bukti Baru
Kasus Kematian Arya Daru Dihentikan, Polda Metro Jaya tak Temukan Bukti Pidana
Dilaporkan ke Polisi, Pandji Pragiwaksono Buka Suara soal Materi Stand Up 'Mens Rea'
Pandji Pragiwaksono Dilaporkan atas Dugaan Penghasutan, Polisi Segera Lakukan Pendalaman
Polda Metro Jaya Gandeng 3 Kejati Sinkronkan KUHP Biar Rakyat Gampang Pantau Kasus
Kapolda Metro Perintahkan Kapolres Perkuat Deteksi Dini, Bikin Jakarta 'Nol' Tawuran