MerahPuitih Nasional - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira membenarkan pendapat Fadli Zon yang pernah mengatakan korupsi adalah "oli" pembangunan.
Peningkatan pembangunan tersebut bisa terjadi lantaran subsidi yang terus menerus diberikan pemerintah. Bahkan, titik puncak peningkatan pembangunan yang sejalan dengan korupsi pernah terjadi tahun 1996.
"Ternyata di tahun '96 merupakan puncak ekspansi ekonomi di sepanjang sejarah. Dan saat itu, puncak korupsi terjadi," ucap Bhima saat menjadi narasumber Diskusi Publik dan Launching Sekolang Anti Korupsi Tanggerang Selatan di Universitas Pamulang, Selasa (16/8).
Namun, lanjut Bhima, peningkatan pembangunan yang beriringan dengan korupsi bisa dilaksanakan hanya pada pemerintahan diktator. Sebaliknya, tanpa sistem pemerintahan yang diktator, meningkatnya korupsi malah akan memperlambat pembangunan.
"Artinya korupsi bisa membangun pertumbuhan ekonomi ketika ada kediktatoran. Dengan model demokratis, pembangunan akan tumbang bila banyak korupsi," katanya. (Yni)
BACA JUGA:
- Ekonom Indef Benarkan Teori Korupsi Adalah "Oli" Pembangunan
- KPK Bakal Tindak Korporasi atau Perusahaan yang Terlibat Korupsi
- Dirjen Bimas Buddha Jadi Tersangka Korupsi, Layanan Publik Tetap Jalan
- Politisi Malaysia Puji Kepemimpinan Jokowi dan Pemberantasan Korupsi di Indonesia
- Reaksi Ahok Setelah KPK Sebut Tidak Ada Korupsi dalam Pembelian Lahan Sumber Waras

