Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Ekonom Indef Benarkan Korupsi Adalah "Oli" Pembangunan

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Selasa, 16 Agustus 2016
Ekonom Indef Benarkan Korupsi Adalah

Ilustrasi (MerahPutih/Alfi Rahmadhani)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPuitih Nasional - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira membenarkan pendapat Fadli Zon yang pernah mengatakan korupsi adalah "oli" pembangunan.

Peningkatan pembangunan tersebut bisa terjadi lantaran subsidi yang terus menerus diberikan pemerintah. Bahkan, titik puncak peningkatan pembangunan yang sejalan dengan korupsi pernah terjadi tahun 1996.

"Ternyata di tahun '96 merupakan puncak ekspansi ekonomi di sepanjang sejarah. Dan saat itu, puncak korupsi terjadi," ucap Bhima saat menjadi narasumber Diskusi Publik dan Launching Sekolang Anti Korupsi Tanggerang Selatan di Universitas Pamulang, Selasa (16/8).

Namun, lanjut Bhima, peningkatan pembangunan yang beriringan dengan korupsi bisa dilaksanakan hanya pada pemerintahan diktator. Sebaliknya, tanpa sistem pemerintahan yang diktator, meningkatnya korupsi malah akan memperlambat pembangunan.

"Artinya korupsi bisa membangun pertumbuhan ekonomi ketika ada kediktatoran. Dengan model demokratis, pembangunan akan tumbang bila banyak korupsi," katanya. (Yni)

BACA JUGA:

  1. Ekonom Indef Benarkan Teori Korupsi Adalah "Oli" Pembangunan
  2. KPK Bakal Tindak Korporasi atau Perusahaan yang Terlibat Korupsi
  3. Dirjen Bimas Buddha Jadi Tersangka Korupsi, Layanan Publik Tetap Jalan
  4. Politisi Malaysia Puji Kepemimpinan Jokowi dan Pemberantasan Korupsi di Indonesia
  5. Reaksi Ahok Setelah KPK Sebut Tidak Ada Korupsi dalam Pembelian Lahan Sumber Waras
#INDEF
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Ekonomi Tertekan Situasi Global, INDEF Minta Pemerintah Perbaiki Kebijakan Domestik
Fleksibilitas fiskal dan stabilitas nilai tukar rupiah dinilai terus tergerus akibat respons kebijakan dalam negeri yang kurang kredibel dan minim sinkronisasi teknokrasi antarkementerian.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2026
Ekonomi Tertekan Situasi Global, INDEF Minta Pemerintah Perbaiki Kebijakan Domestik
Indonesia
Makan Enak Enggak Harus 'Ngutang', INDEF Bongkar Strategi Fiskal MBG Biar Aman
INDEF memberikan sejumlah rekomendasi agar program unggulan ini tetap berkelanjutan tanpa mengganggu kapasitas fiskal negara
Angga Yudha Pratama - Jumat, 09 Januari 2026
Makan Enak Enggak Harus 'Ngutang', INDEF Bongkar Strategi Fiskal MBG Biar Aman
Indonesia
Omzet Pedagang Kecil Terancam Ambruk Gara-Gara Larangan Jual Rokok, INDEF Sebut Potensi Pengangguran Terselubung Mengintai
Ekonom INDEF M Rizal Taufikurahman kritik keras Raperda KTR DKI Jakarta, menilai larangan penjualan rokok mengancam pedagang kecil dan stabilitas ekonomi rakyat
Angga Yudha Pratama - Rabu, 05 November 2025
Omzet Pedagang Kecil Terancam Ambruk Gara-Gara Larangan Jual Rokok, INDEF Sebut Potensi Pengangguran Terselubung Mengintai
Indonesia
Pengoplosan Beras Ancam Negara, Indef Desak Presiden Turun Tangan
Indef merekomendasikan pemerintah untuk mengubah pendekatan dari reaktif
Angga Yudha Pratama - Senin, 28 Juli 2025
Pengoplosan Beras Ancam Negara, Indef Desak Presiden Turun Tangan
Berita
Mengenang Cinta Faisal Basri pada Tanah Air di Puisi Terakhirnya: Rumah Indonesia, Rumah Kita
Faisal Basri, Ekonom Senior Universitas Indonesia, Meninggal Dunia pada Kamis Pagi Faisal Basri, ekonom senior dari Universitas Indonesia, meninggal dunia pada Kamis pagi sekitar pukul 03.50 WIB.
ImanK - Kamis, 05 September 2024
Mengenang Cinta Faisal Basri pada Tanah Air di Puisi Terakhirnya: Rumah Indonesia, Rumah Kita
Bagikan