Diet Warna Biru, Diet Unik dari Jepang
Ilustrasi diet (pinterest/amerikanki)
MerahPutih Kesehatan – Mempunyai tubuh langsing merupakan impian setiap wanita. Bukan hanya wanita yang bertubuh gemuk, wanita langsing pun menjaga pola makan hingga melakukan diet. Kini diet dapat dilakukan dengan berbagai cara.
Salah satunya adalah cara diet yang khas negeri matahari terbit, Jepang. Di sana ada cara diet yang unik dan aneh, yaitu diet warna biru. Pasti kalian bertanya-tanya, apa sih yang dimaksud diet warna biru ini? Nah, berikut ulasannya. (Baca: Hindari 6 Kebiasaan Buruk Ini Jika Ingin Program Diet Berhasil!)
Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai sumber, diet warna biru ini yaitu makan dengan menggunakan kacamata berwarna biru. Cara ini dianggap bisa mengubah makanan yang kelihatannya menggiurkan menjadi tidak menarik sehingga akan mengurangi nafsu makan.

Menurut Ayumi, wanita asal Jepang, dalam acara Warna-Warni di Trans TV, ia mengatakan di Jepang warna biru dianggap dapat menurunkan nafsu makan. Ayumi juga mengatakan bahwa warna biru adalah warna yang menggambarkan kebusukan. (Baca: Diet Ketat Buat Wanita Seperti Tulang Berjalan)
Bahkan sebuah perusahaan di Jepang memanfaatkan informasi ini untuk menciptakan kacamata diet dengan lensa berwarna biru.
Dan sebaliknya, warna merah dianggap menjadi warna yang dapat membangkitkan nafsu makan. Mungkin ini alasannya mengapa rumah makan atau restoran cepat saji menggunakan warna merah.
Bagikan
Widi Hatmoko
Berita Terkait
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Prodia Hadirkan PCMC sebagai Layanan Multiomics Berbasis Mass Spectrometry
Senang Ada Temuan Kasus Tb, Wamenkes: Bisa Langsung Diobati