BI Optimis Pertumbuhan Ekonomi Semester II Meningkat

Eddy FloEddy Flo - Kamis, 02 Juli 2015
BI Optimis Pertumbuhan Ekonomi Semester II Meningkat

Bank indonesia (Foto: MP/Rizki Fitranto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Keuangan - Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi Republik Indonesia (RI) pada semester ke II akan jauh lebih baih baik jika dibandingkan pada semester pertama. Hal tersebut dikarenakan, serapan belanja pemerintah akan lebih tinggi pada semester kedua nanti dibandingkan pada semester pertama.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan, dengan realisasi belanja pemerintah yang semakin meningkat tentu akan mendorong transaksi kegiatan ekonomi dalam negeri khususnya.

"Yang mendorong itu dari sisi fiskal. semester II nanti realisasi belanja akan jauh lebih baik, jadi dapat mendorong kegiatan ekonomi," tuturnya di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu, (1/7).

Perry mengatakan, bahwa pertumbuhan ekonomi yang diprediksi meningkat pada semester II ini akan terus berlangsung hingga tahun 2016 mendatang.

Peningkatan tersebut didorong oleh belanja masyarakat, pertanian, dan UMKM yang terus meningkat. Bahkan menurutnya, peningkatannya akan mencapai hingga 5,8 - 5,4 persen.

"Tahun depan bisa 5,4 - 5,8 persen," sambungnya.

Berdasarkan laporan realisasi APBN-P 2015 pada semester I, Kementerian Keuangan mencatat bahwa perkiraan pertumbuhan ekonomi sampai semester I ini adalah 4,9 persen jadi meningkat dibandingkan triwulan I yang mencapai 4,7 persen. Sementara, Inflasi masih 7,4 persen karena masih Year On Year (YoY). Kemudian tingkat bunga 5,7 persen. Nilai tukar rata-rata hingga semester I ini adalah Rp. 12.964/dolar AS lebih tinggi dari asumsi awal Rp12.500/dolar AS. Harga minyak mentah mencapai 56 dolar/ barel masih dibawah 60 dolar/barel dan lifting minyak 750.000 barel/hari dan lifting gas 1,16 juta barel/hari setara minyak.(rfd)

 

Baca Juga:

Wantimpres: Transaksi Keuangan Domestik Wajib Memakai Rupiah

Bank Indonesia Pertahankan BI Rate 7,5%

Erwin Riyanto Jadi Gubernur Bank Indonesia Baru

Suharso Minta Bank Indonesia Disupervisi

 

 

#Pertumbuhan Ekonomi Indonesia #Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo #Bank Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Berita Foto
Aida S. Budiman Jalani Fit and Proper Test Calon Deputi Gubernur Senior BI di Komisi XI DPR
Calon Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Aida S. Budiman saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan bersama Komisi XI DPR di Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Didik Setiawan - 50 menit lalu
Aida S. Budiman Jalani Fit and Proper Test Calon Deputi Gubernur Senior BI di Komisi XI DPR
Indonesia
Bakom Tegaskan tak Ada Niat Menempatkan BI di Bawah Pemerintah
Independensi tidak boleh mengorbankan koordinasi antarlembaga.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Bakom Tegaskan tak Ada Niat Menempatkan BI di Bawah Pemerintah
Indonesia
Ekonom Minta Pemerintah tak Intervensi BI, Indonesia Kembali ke Masa Purba
BI merupakan bank sentral yang wewenangnya bebas dari campur tangan pemerintah atau pihak lain.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Ekonom Minta Pemerintah tak Intervensi BI, Indonesia Kembali ke Masa Purba
Indonesia
Bakom Bantah Wacana Jadikan Bank Indonesia Bagian Dari Pemerintah
Pernyataan tersebut disampaikan Tenaga Ahli Utama Bakom RI Fithra Faisal Hastiadi di tengah sorotan terhadap independensi bank sentral.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 20 Agustus 2026
Bakom Bantah Wacana Jadikan Bank Indonesia Bagian Dari Pemerintah
Indonesia
Ingat! Uang Digital Tidak Gantikan Uang Kartal
Digitalisasi dan penggunaan rupiah secara fisik akan terus dikembangkan secara bersamaan guna memberikan pilihan kepada masyarakat dalam melakukan transaksi.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 19 Agustus 2026
Ingat! Uang Digital Tidak Gantikan Uang Kartal
Indonesia
3 Perbedaan Kartu Kredit Indonesia dengan Kartu Kredit Konvensional
Apa perbedaan Kartu Kredit Indonesia dengan kartu kredit konvensional? Berikut beberapa poin pentingnya.
Yusuf Abdillah - Selasa, 18 Agustus 2026
3 Perbedaan Kartu Kredit Indonesia dengan Kartu Kredit Konvensional
Indonesia
Posisi Utang Luar Negeri Indonesia Naik Lagi, Tembus Rp 8,09 Kuadriliun di Triwulan II-2026
BI melaporkan ULN Indonesia triwulan II-2026 naik 4,4% yoy menjadi USD 453,4 miliar dengan rasio ULN terhadap PDB 30,6%.
Wisnu Cipto - Selasa, 18 Agustus 2026
Posisi Utang Luar Negeri Indonesia Naik Lagi, Tembus Rp 8,09 Kuadriliun di Triwulan II-2026
Indonesia
Angin Segar 'in this Economy', BI Gratiskan Biaya QRIS Merchant Mulai 1 Oktober
Bank Indonesia resmi gratiskan biaya QRIS 0 persen untuk transaksi hingga Rp100 ribu di semua merchant mulai 1 Oktober 2026.
Wisnu Cipto - Selasa, 18 Agustus 2026
Angin Segar 'in this Economy', BI Gratiskan Biaya QRIS Merchant Mulai 1 Oktober
Indonesia
BI Luncurkan Kartu Kredit Indonesia untuk Masyarakat Umum, Bisa Dipakai Transaksi QRIS
Bank Indonesia (BI) bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) resmi meluncurkan Kartu Kredit Indonesia (KKI) untuk segmen ritel atau masyarakat umum.
Yusuf Abdillah - Senin, 17 Agustus 2026
BI Luncurkan Kartu Kredit Indonesia untuk Masyarakat Umum, Bisa Dipakai Transaksi QRIS
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Bank Indonesia Cetak Uang Baru untuk Dukung Asta Cita Prabowo
BI memastikan tidak ada pencetakan uang baru untuk mendanai program-program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui Asta Cita.
Frengky Aruan - Sabtu, 15 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Bank Indonesia Cetak Uang Baru untuk Dukung Asta Cita Prabowo
Bagikan