Bengawan Solo Meluap, Warga : Sudah Biasa

Zulfikar SyZulfikar Sy - Minggu, 19 Juni 2016
Bengawan Solo Meluap, Warga : Sudah Biasa

Bengawan Solo meluap (Foto : Win)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih Nasional- Sejumlah warga yang mendiami bantaran sungai Bengawan Solo mulai terbiasa dengan banjir yang kerap datang saban hujan deras mengguyur kota. Hal ini diakui warga setelah semalam sejumlah kelurahan terendam air akibat meluapnya sungai legendaris tersebut.

Suparni (65), seorang warga yang tinggal di kawasan aliran Sungai Bengawan Solo, yang juga menjadi korban banjir akibat hujan, Sabtu (18/6) malam, nampak bingung dan resah dengan kondisi rumahnya. Hingga siang hari, wanita tua itu hanya bisa duduk beralaskan sebuah tikar, sambil terdiam sesekali ia terlihat menghela nafas sembari menahan rasa kantuknya.

Saat didekati dan ditanya, wanita ini menjawab singkat.

Niki banjir mas, kat kolo wau dalu (Ini banjir mas, sudah sejak semalam),” ucapnya kepada merahputih.com dengan nada lirih, Minggu (19/6).

Ibu satu orang anak ini mengaku, jika banjir sudah tak asing baginya. Bahkan, hampir setiap tahun jika hujan tiba, rumah yang ia tempati bersama putranya selalu terkena banjir.

Yen banjir pun biasa, naming biasane mung dumugi latar. Naming kat wau dalu, toyone mlebet ngriyo (Kalau banjir sudah biasa, tetapi biasanya sampai halaman saja. Namun, sejak tadi malam, airnya sudah masuk rumah,” imbuhnya.

Ia juga mengakui, beberapa waktu lalu pemerintah sudah memintanya untuk berpindah. Namun, ia merasa nyaman tinggal disitu.

Teng mriki mpun 30an tahun mas (Tinggal disini sudah 30-an tahun mas),” tegasnya.

Walau bergitu, ia berharap agar air segera surut. Sehingga ia bisa kembali ke rumahnya. (Win)

BACA JUGA:

  1. Bengawan Solo Siaga, BPBD Terus Evakuasi Korban Banjir
  2. Sejumlah Kecamatan di Solo Terendam Banjir
  3. Menu Opor Ayam Pedas Manis Solo Untuk Hari Raya
  4. Malam Lailatul Qadar, Keraton Kasunanan Solo Bagikan 1.000 Tumpeng Kecil
  5. Keunikan Menara Azan dan Jam Matahari di Masjid Agung Solo
#Solo #Banjir
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Tak Ingin Bebani Tempat Ibadah dengan Pajak, Walkot Solo Gratiskan PBB
Kebijakan tersebut berlaku bagi rumah ibadah yang mengalami peralihan hak untuk kepentingan keagamaan dan sosial.
Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
Tak Ingin Bebani Tempat Ibadah dengan Pajak, Walkot Solo Gratiskan PBB
Indonesia
Johan Budi Temui Jokowi secara Tertutup Selama 1,5 Jam, Ngaku sudah Keluar PDIP
Budi mengaku tujuannya datang ke Solo untuk mengundang ke acara podcast The Johan Budi Untold Stories.
Dwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
Johan Budi Temui Jokowi secara Tertutup Selama 1,5 Jam, Ngaku sudah Keluar PDIP
Indonesia
Kebakaran TPA Putri Cempo belum Padam, ASN Solo Salat Istisqa Memohon Hujan
Salat istisqa tersebut dilakukan di tengah musim kemarau panjang dan kebakaran TPA Putri Cempo yang belum padam
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
Kebakaran TPA Putri Cempo belum Padam, ASN Solo Salat Istisqa Memohon Hujan
Indonesia
PB XIV Hangabehi Kukuhkan Penerus PB XIII, Konflik Keraton Solo Makin Rumit
PB XIV Hangabehi resmi dikukuhkan sebagai penerus PB XIII lewat upacara jumenengan. Sebelumnya Purbaya sudah mendeklarasikan diri sebagai PB XIV. Konflik daualisme kepemimpinan makin rumit.
Wisnu Cipto - Sabtu, 05 September 2026
PB XIV Hangabehi Kukuhkan Penerus PB XIII, Konflik Keraton Solo Makin Rumit
Indonesia
Polda Jateng Lakukan Water Bombing Padamkan Api di TPA Putri Cempo, Guyurkan 13 Ribu Liter Air
Pelaksanaan water bombing difokuskan pada sisi timur TPA Putri Cempo yang masih mengeluarkan asap.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Polda Jateng Lakukan Water Bombing Padamkan Api di TPA Putri Cempo, Guyurkan 13 Ribu Liter Air
Indonesia
Respati Tetapkan Status Tanggap Darurat, Pemadaman TPA Putri Cempo Dibantu Water Bombing
Pemadaman dibantu menggunakan water bombing yang akan dilakukan mulai Jumat (4/9).
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Respati Tetapkan Status Tanggap Darurat, Pemadaman TPA Putri Cempo Dibantu Water Bombing
Dunia
5.083 Orang Masih Hilang Akibat Banjir Bandang Nepal, Keluarga Upacara Pemakaman Simbolis
Para korban yang kehilangan semuanya dan sedang berupaya mencari tempat di Kathmandu juga tak dapat menemukan fasilitas publik yang layak untuk melakukan ritual.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 04 September 2026
5.083 Orang Masih Hilang Akibat Banjir Bandang Nepal, Keluarga Upacara Pemakaman Simbolis
Indonesia
KLH Sebut Kebakaran TPA Putri Cempo karena Gas Metana, belum Tetapkan Status KLB
Gas metana merupakan salah satu penyebab kebakaran dan ada bahan yang mudah terbakar.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
KLH Sebut Kebakaran TPA Putri Cempo karena Gas Metana, belum Tetapkan Status KLB
Indonesia
Api di TPA Putri Cempo masih Menyala, Titiknya Berkurang
Sejumlah titik api yang sebelumnya berkobar mulai padam. Kepulan asap membumbung tinggi ditiup angin masih terlihat di lokasi kebakaran.
Dwi Astarini - Kamis, 03 September 2026
Api di TPA Putri Cempo masih Menyala, Titiknya Berkurang
Indonesia
Kebakaran TPA Putri Cempo belum Padam, Pemkot Bersiap Bantu Warga Terdampak
Ada dua RW yang berpotensi terdampak apabila kebakaran terus meluas dan sulit dipadamkan.
Dwi Astarini - Kamis, 03 September 2026
Kebakaran TPA Putri Cempo belum Padam, Pemkot Bersiap Bantu Warga Terdampak
Bagikan