Aksi Solidaritas Kaum LGBT Terhadap Kasus Yn

Zulfikar SyZulfikar Sy - Rabu, 04 Mei 2016
Aksi Solidaritas Kaum LGBT Terhadap Kasus Yn

Aksi Solidaritas untuk Yn oleh berbagai elemen dan organisasi (Foto: M. Yani)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih Nasional- Kasus pemerkosaan dan pembunuhan seorang siswi SMP berinisial YN di Bengkulu oleh 14 remaja menimbulkan banyak respon dari berbagai pihak. Di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (4/5) sejumlah elemen melakukan aksi solidaritas untuk YN.

Salah satu yang ikut dalam aksi tersebut adalah organisasi Arus Pelangi. Organisasi yang menaungi masyarakat LGBT ini tampak bergabung dengan organisasi dan komunitas lain. Anggota Arus pelangi yang datang lebih dari 20 orang. Terlihat pula beberapa bendera LGBT yang berkibar di aksi tersebut.

Ketua Arus Pelangi Yuli Rustinawati mengatakan kekerasan terhadap perempuan harus menjadi perhatian yang serius dari pemerintah. Kasus YN menurut Yuli hanyalah salah satu contoh kekerasan terhadap perempuan

"Ini menjadi moment untuk stop kekerasan seksual dan mendorong undang-undang kekerasan seksual. Menurutku itu harus cepat didorong karena ini sudah menjadi darurat," ucapnya kepada merahputih.com.

Lebih lanjut Yuli menjelaskan bila pemerintah tidak serius maka tidak menutup kemungkinan kekerasan terhadap perempuan semakin bertambah. "Mungkin saja dan itu saatnya kemudian untuk menyetop ini," katanya (Yni)

BACA JUGA:

  1. Pemerkosaan dan Pembunuhan Yn di Bengkulu Tak Terkait Miras dan Film Porno
  2. Shanty: Para Pemerkosa Yn Sebaiknya Dipanggang Hidup-hidup!
  3. Lima Fakta Kekejian Pelaku Pemerkosaan Yn
  4. Kasus Pemerkosaan YN, Erlin: Hati Saya Sangat Teriris
  5. Mengaku Dianiaya WS, Tamara Bleszynski Lapor Polisi
#Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan #Kasus Perkosaan Yn Bengkulu #Kekerasan Seksual Anak
Bagikan
Ditulis Oleh

Zulfikar Sy

Tukang sihir

Berita Terkait

Indonesia
PBNU Minta Jangan Hakimi Pesantren Akibat Ulah Bejat Segelintir Oknum Akibat Kasus Kekerasan Seksual
PBNU mendukung penuh langkah penegakan hukum sekaligus penguatan sistem perlindungan santri secara internal
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 30 Mei 2026
PBNU Minta Jangan Hakimi Pesantren Akibat Ulah Bejat Segelintir Oknum Akibat Kasus Kekerasan Seksual
Indonesia
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Beberapa anak terlaporkan mengidap penyakit seperti pneumonia, bronkitis, infeksi saluran kemih (ISK), hingga mengalami stunting akibat kekurangan gizi dan dehidrasi
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Indonesia
DPR Desak Pemerintah Audit Seluruh Daycare Pasca Tragedi Memilukan di Little Aresha Yogyakarta
Maman menilai fenomena ini merupakan pengkhianatan terhadap kepercayaan orang tua yang menitipkan buah hati mereka
Angga Yudha Pratama - Rabu, 29 April 2026
DPR Desak Pemerintah Audit Seluruh Daycare Pasca Tragedi Memilukan di Little Aresha Yogyakarta
Indonesia
Predator Seksual Berkedok Guru di Pasar Rebo Incar Banyak Korban, Diawali Lewat Chat Mesum
Penyelidikan awal mengungkap bahwa dugaan pelecehan ini dilakukan secara terorganisir melalui grup WhatsApp antar-oknum guru
Angga Yudha Pratama - Selasa, 10 Februari 2026
Predator Seksual Berkedok Guru di Pasar Rebo Incar Banyak Korban, Diawali Lewat Chat Mesum
Indonesia
Guru Anggota TPPK Lakukan Kekerasan Seksual, DPR: Harus Dihukum Berat
Wakil Ketua Komisi X DPR RI menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk pengkhianatan terhadap amanah dan kepercayaan yang diberikan kepada seorang guru.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 28 Agustus 2025
Guru Anggota TPPK Lakukan Kekerasan Seksual, DPR: Harus Dihukum Berat
Indonesia
Kasus Kekerasan Seksual Makin Banyak Terjadi, Ketahui Cara Menghindari Lengkap dengan Sanksi Pidana untuk Pelaku
Data Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) menyebut terdapat 2.598 kasus kekerasan seksual sejak Januari 2025.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 16 April 2025
Kasus Kekerasan Seksual Makin Banyak Terjadi, Ketahui Cara Menghindari Lengkap dengan Sanksi Pidana untuk Pelaku
Berita Foto
Anak Korban Kekerasan Seksual Mengadu ke Komisi III DPR
Anak Korban Kekerasan sekaligus Pelecehan Seksual KDY (bertopi) didampingi orang tua dan Tim Kuasa Hukumnya, mengadukan nasibnya, ke Komisi III DPR, Gedung Nusantara II,. Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (19/12/2024).
Didik Setiawan - Kamis, 19 Desember 2024
Anak Korban Kekerasan Seksual Mengadu ke Komisi III DPR
ShowBiz
Marsya Voice of Baceprot Konsisten Lawan Kekerasan Seksual pada Perempuan
Marsya mengatakan salah satu temannya menjadi korban hingga menjadi depresi, sementara itu pelaku yang terlibat tetap menjalani kehidupannya secara normal seperti tak berbuat salah.
Mula Akmal - Minggu, 21 Juli 2024
Marsya Voice of Baceprot Konsisten Lawan Kekerasan Seksual pada Perempuan
Indonesia
Siswa SMP di Bandung Jadi Korban Love Scamming, Pelaku Berada di Lapas Cipinang
Pelaku meminta uang Rp 600 ribu kepada orang tua korban untuk menghapus foto dan video korban.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 02 Juli 2024
Siswa SMP di Bandung Jadi Korban Love Scamming, Pelaku Berada di Lapas Cipinang
Lifestyle
Langkah Orang Tua Hindarkan Anak 5 Tahun Jadi Pelaku Pelecehan Seksual
Penting untuk meningkatkan pemahaman anak terkait hal-hal yang tidak boleh dilakukan, khususnya dalam konteks kekerasan seksual
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 20 Januari 2024
Langkah Orang Tua Hindarkan Anak 5 Tahun Jadi Pelaku Pelecehan Seksual
Bagikan