Agar Tak Terulang Lagi, Ini Solusi Kak Seto Soal Vaksin Palsu Ilustrasi Vaksin. (MerahPutih/Alfi Rahmadhani)

MerahPutih Nasional - Penyebaran vaksin palsu yang dilakukan beberapa rumah sakit merupakan tamparan keras bagi pemerintah. Ironisnya, kasus tersebut sudah terjadi sejak tahun 2003 silam.

Untuk menghindari hal serupa, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Seto Mulyadi mengatakan harus ada sosialisasi yang dilakukan pihak rumah sakit terhadap IDI (Ikatan Dokter Indonesia).

"Untuk pencegahan dari hal serupa, pihak rumah sakit harus gencar sosialisasikan masalah vaksin palsu dengan memberitahukan sanksi tegas," jelas Seto Mulyadi atau yang lebih akrab disapa Kak Seto kepada merahputih.com, Ahad (17/7).

Hal tersebut, kata Kak Seto, penting dilakukan agar tidak ada lagi kejadian seperti vaksin palsu yang sangat membahayakan pasien. "Risiko sangat besar terhadap korban, apalagi anak. Ini urusan nyawa," kata Kak Seto.

Selain sosialisasi, Kak Seto juga mengimbau pemerintah untuk menutup celah terhadap penyabaran vaksin.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan salah satu pilihan agar menghindari penyebaran vaksin palsu dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Pemberian vaksin harus satu pintu, yakni dari pihak Kemenkes. Bukan maksud memonopoli, tapi memang penting untuk keselamatan. Kalau dibiarkan, hal serupa masih bisa terjadi. Ingat, kasus ini sudah ada sejak tahun 2003," tutupnya. (Ard)

BACA JUGA:

  1. Pelaku Vaksin Palsu, Kak Seto: Pecat dan Polisikan
  2. Kak Seto: Bareskrim Harus Selidiki Lebih Dalam Kasus Vaksin Palsu
  3. Orangtua Korban Vaksin Palsu Minta Pertanggungjawaban Dokter RS Harapan Bunda
  4. RS Harapan Bunda Sedang Lakukan Pendataan Vaksin Palsu
  5. Gunakan Vaksin Palsu, RS Harapan Bunda Mengaku Kecolongan

Tags Artikel Ini

Selvi Purwanti

YOU MAY ALSO LIKE