MerahPutih.com - Isu World War 3 atau perang dunia ke tiga kembali mengguncang jagat maya setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari 2026.
Iran membalas dengan serangan ke target Israel serta fasilitas militer AS di Bahrain. Ledakan juga dilaporkan terjadi di Abu Dhabi, Dubai, Qatar, dan Kuwait.
Di tengah eskalasi tersebut, nama Baba Vanga kembali trending. Ramalannya tentang perang besar pada pertengahan 2020-an dikaitkan dengan situasi terkini. Benarkah 2026 adalah awal Perang Dunia Ketiga?
Baca juga:
Mawar Putih Lyon: Iran Sikat Amerika Serikat Pakai Sepakan Bola, Bukan Hulu Ledak
World War 3
Kronologi Serangan: AS-Israel vs Iran Memanas
Serangan Israel dilaporkan menyasar Teheran, termasuk area dekat kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Pemerintah Israel menyebut operasi tersebut sebagai langkah untuk menghilangkan ancaman eksistensial dari rezim Iran.
Amerika Serikat turut terlibat dalam operasi militer tersebut. Presiden AS menyebut keputusan terhadap Iran sebagai “langkah besar” menyusul ketegangan terkait isu nuklir.
Sebagai balasan, Iran mengklaim menyerang target di Israel dan fasilitas militer AS di Bahrain. Asap tebal juga terlihat di sekitar Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, yang menjadi markas penting bagi pasukan sekutu.
Situasi ini memicu kekhawatiran global. Sejumlah negara seperti Italia, Jerman, Polandia, India, hingga China mengimbau warganya meninggalkan Iran.
Ramalan Baba Vanga 2026: Perang Dunia Ketiga?
Nama Baba Vanga, yang dijuluki “Nostradamus dari Balkan”, kembali mencuat. Ia disebut-sebut pernah meramalkan bahwa tahun 2026 akan menjadi awal konflik besar yang mengubah tatanan dunia.
Baca juga:
Serangan AS-Israel ke Iran Berpotensi Picu Eskalasi Konflik Regional
Menurut berbagai klaim yang beredar:
- Ia memperingatkan dunia akan mencapai titik “terlalu jauh”.
- Akan terjadi konflik besar di pertengahan 2020-an.
- Namun dunia tidak akan berakhir hingga tahun 5079.
Perlu dicatat, tidak ada dokumentasi resmi tertulis dari ramalan tersebut. Sebagian besar prediksi berasal dari kesaksian pengikutnya.
Sepanjang hidupnya, Baba Vanga juga diklaim meramalkan peristiwa seperti serangan 9/11 dan pandemi COVID-19. Meski demikian, klaim tersebut tidak pernah diverifikasi secara ilmiah.

Tangkapan layar Wilayah Urmia yang mendapat serangan AS-Israel (Google Maps)
Nostradamus Juga Disebut Ramalkan Perang Besar
Selain Baba Vanga, nama Nostradamus ikut diseret dalam diskusi publik. Beberapa tafsir atas puisinya menyebut tahun ini bisa menyaksikan:
- Pembunuhan tokoh penting dunia
- Kudeta politik
- “Perang besar” selama tujuh bulan
Baca juga:
Namun seperti ramalan Baba Vanga, interpretasi ini bersifat subjektif dan terbuka untuk berbagai penafsiran.
Apakah 2026 Benar-Benar Menuju World War 3?
Hingga saat ini, belum ada deklarasi resmi perang global yang melibatkan kekuatan besar dunia seperti dalam Perang Dunia I atau II. Namun sejumlah titik panas memang mengkhawatirkan:
1. Ketegangan Iran-AS
Konflik terkait nuklir, sanksi ekonomi, dan perang proksi di Timur Tengah terus memperburuk hubungan kedua negara.
2. Perang Rusia-Ukraina
Konflik berkepanjangan ini masih menjadi perhatian global dan berpotensi memperluas keterlibatan negara besar.
3. Pakistan-Afghanistan
Ketegangan perbatasan dan retorika keras kedua negara meningkatkan risiko konflik regional.
Meski begitu, komunitas internasional masih mengedepankan jalur diplomasi. Banyak analis menilai situasi saat ini lebih mencerminkan eskalasi regional dibanding awal Perang Dunia Ketiga.

