WHO Peringatkan Dunia Bersiap Hadapi Penyakit X

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Kamis, 18 Januari 2024
WHO Peringatkan Dunia Bersiap Hadapi Penyakit X

Ilustrasi vaksinasi. (Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Setelah dunia berkutat dengan virus COVID-19 dalam tiga tahun terakhir ini. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan sinyal pada seluruh dunia untuk siap menghadapi penyakit X atau penyakit tidak dikenal.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengungkapkan, harapannya berbagai negara akan mencapai kesepakatan terkait pandemi pada Mei tahun ini, untuk mengatasi Penyakit x yang akan menjadi musuh bersama.

Baca Juga:

Keputusan Kontroversial WHO Larang Vape di Seluruh Dunia

Kesepakatan perjanjian pandemi pada Mei 2024 sesuai batas waktu yang ditetapkan. bakal memberikan harapan pada generasi yang mendatang memiliki pengalaman langsung dengan pandemi COVID-19.

"Perjanjian pandemi dapat menyatukan seluruh pengalaman, tantangan yang sudah dihadapi dan semua solusi menjadi satu," katanya dalam Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, Rabu (18/1)

Tedros mengatakan, ada kemungkinan hal-hal yang belum diketahui bisa terjadi di masa depan, dan hal itu hanya soal waktu, bukan jika. Penelitian dan pengembangan, infrastruktur kesehatan, dan tenaga kerja sangat penting untuk bersiap menghadapi Penyakit X.

Ia menekankan pentingnya kesehatan primer, seperti yang telah ditunjukkan oleh pandemi COVID-19. Bahkan masyarakat dapat bersiap-siap menghadapi Penyakit X.

"Kesehatan masyarakat, pendidikan, dan komunikasi harus menjadi prioritas utama," ungkapnya.

Tedros menekankan, pentingnya perjanjian pandemi dan menegaskan bahwa kesepakatan itu dapat membantu dunia mempersiapkan masa depan dengan lebih baik.

"Tanpa respons bersama, yang dimulai dari kesiapsiagaan, akan menghadapi masalah yang sama seperti COVID-19. Demi anak cucu, harus mempersiapkan dunia untuk masa depan," katanya dikutip Antara.

WHO memperkenalkan istilah Penyakit X pada 2018 untuk menggambarkan penyakit yang tidak diketahui. (*)

Baca Juga:

WHO Ungkap 160 Anak Terbunuh di Gaza Setiap Harinya

#Penyakit Menular #WHO #COVID-19
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
[HOAKS atau FAKTA ] : WHO Anjurkan Konsumsi Ivermectin Tiap Hari untuk Cegah Hantavirus
Pencegahan utama hantavirus dilakukan dengan menghindari kontak dengan tikus, urine, kotoran, dan lingkungan yang terkontaminasi tikus.
Dwi Astarini - Senin, 25 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA ] : WHO Anjurkan Konsumsi Ivermectin Tiap Hari untuk Cegah Hantavirus
Dunia
WHO Tetapkan Status Darurat Wabah Ebola, CDC Larang Warga 3 Negara Afrika Masuk AS
CDC melarang sementara warga Kongo, Uganda, dan Sudan Selatan masuk ke AS selama 30 hari akibat wabah Ebola
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
WHO Tetapkan Status Darurat Wabah Ebola, CDC Larang Warga 3 Negara Afrika Masuk AS
Dunia
Ebola Bunuh 134 Orang di Kongo, WHO Nyatakan Kekhawatiran atas Skala dan Kecepatan Penyebaran
Virus tersebut menyebar tanpa terdeteksi selama berminggu-minggu setelah kematian pertama yang diketahui.
Dwi Astarini - Rabu, 20 Mei 2026
 Ebola Bunuh 134 Orang di Kongo, WHO Nyatakan Kekhawatiran atas Skala dan Kecepatan Penyebaran
Dunia
Senggolan Bawa Petaka! Kemenkes Uganda Haramkan Warga Jabat Tangan Demi Cegah Penularan Wabah Ebola
Data terbaru otoritas DRC mencatat 131 kematian akibat virus tersebut terjadi di negara tetangga Uganda
Angga Yudha Pratama - Rabu, 20 Mei 2026
Senggolan Bawa Petaka! Kemenkes Uganda Haramkan Warga Jabat Tangan Demi Cegah Penularan Wabah Ebola
Dunia
WHO Resmi Tetapkan Wabah Ebola Darurat Internasional
WHO telah mengirim tim ahli ke Uganda sejak Januari untuk membantu pemerintah setempat menangani wabah.
Wisnu Cipto - Minggu, 17 Mei 2026
WHO Resmi Tetapkan Wabah Ebola Darurat Internasional
Dunia
WHO Sebut Total 11 Kasus Hantavirus Dilaporkan dari MV Hondius
MV Hondius kini berlayar kembali ke Belanda. Di sana, kapal pesiar itu akan dibersihkan dan didisinfeksi.
Dwi Astarini - Rabu, 13 Mei 2026
 WHO Sebut Total 11 Kasus Hantavirus Dilaporkan dari MV Hondius
Indonesia
Taipei Umumkan Satu Orang Meninggal Diduga Akibat Hantavirus
Tenaga ahli pemantauan dan pengendalian hewan pengerat telah dikerahkan untuk membantu warga dalam upaya pencegahan penyebaran virus.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 09 Mei 2026
Taipei Umumkan Satu Orang Meninggal Diduga Akibat Hantavirus
Dunia
WHO Sebut Mungkin akan Muncul Lebih Banyak Kasus Hantavirus, Tetap Terkendali asalkan Langkah Pencegahan Cepat Dilakukan
Nasib kapal MV Hondius memicu kekhawatiran internasional setelah tiga orang yang bepergian di atasnya meninggal dunia.
Dwi Astarini - Jumat, 08 Mei 2026
WHO Sebut Mungkin akan Muncul Lebih Banyak Kasus Hantavirus, Tetap Terkendali asalkan Langkah Pencegahan Cepat Dilakukan
Indonesia
Otoritas Kesehatan Global Berupaya Menekan Penyebaran Hantavirus di Kapal Pesiar
MV Hondius membawa sekitar 150 penumpang dan awak dari 23 negara. Kapal itu berangkat dari Argentina dan melintasi Samudra Atlantik
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 08 Mei 2026
Otoritas Kesehatan Global Berupaya Menekan Penyebaran Hantavirus di Kapal Pesiar
Indonesia
Hantavirus Mewabah di MV Hondius, WHO: ini bukan Awal Pandemi
Otoritas kesehatan ini tengah berpacu melacak puluhan orang yang baru turun dari kapal berbendera Belanda MV Hondius.
Dwi Astarini - Jumat, 08 Mei 2026
 Hantavirus Mewabah di MV Hondius, WHO: ini bukan Awal Pandemi
Bagikan