Waspadai Overdosis Kafein

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 11 Desember 2019
Waspadai Overdosis Kafein

Terlalu banyak mengasup kafein malah bisa merugikan. (foto: pixabay/stocksnap)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BAGI sebagian orang mustahil rasanya menjalani hari tanpa kopi. Aromanya yang kuat ampuh untuk menyegarkan pikiran. Namun, ada juga yang malah gemetar setelah minum kopi. Baik gemetar hanya di tangan atau di seluruh tubuh. Apakah hal itu wajar atau bahaya?

Kafein dalam kopi berfungsi sebagai obat stimulan. Obat stimulan itu bertugas merangsang sistem saraf pusat dalam otak. Sistem saraf pusat merupakan pusat perintah bagi seluruh fungsi tubuh. Oleh karena itu, minum kopi memang bisa menimbulkan macam-macam efek samping pada tubuh kamu.

BACA JUGA: Camilan Praktis dan Sehat saat Liburan, Pilih Kacang

Tangan atau seluruh tubuh gemetar setelah minum kopi merupakan salah satu efek minum kopi. Biasanya hal itu terjadi jika kamu sudah minum kebanyakan (overdosis) kopi atau minuman berkafein dalam sehari.

Akan tetapi, beberapa orang yang sangat peka terhadap kafein juga bisa mengalami efek samping tersebut meskipun baru minum sedikit saja. Apalagi kalau kamu punya kondisi kesehatan tertentu, misalnya gangguan kecemasan.

Kamu bisa gemetar setelah minum kopi. Hal itu disebabkan kafein mengirim sinyal pada sistem saraf pusat agar bekerja lebih keras. Akibatnya, otot-otot kamu jadi terangsang untuk berkontraksi dan bergerak di luar kendalimu. Itulah yang membuat tangan atau seluruh tubuhmu gemetaran.

kopi
Efek samping kafein akan hilang dengan sendirinya. (foto: pixabay/funswork)

Pada dasarnya, gemetar setelah minum kopi tidak membahayakan. Efek samping itu biasanya akan hilang sendiri kalau kafein sudah tuntas dicerna tubuh.


Selain gemetar setelah minum kopi atau minuman berkafein lainnya, kamu juga sebaiknya berhati-hati jika mengalami berbagai gejala overdosis kafein, yaitu sakit kepala atau migrain, insomnia (sulit tidur), gelisah, mudah marah atau merasa bad mood, bolak-balik buang air kecil, sakit perut, dan jantung berdebar.

Namun, jika kamu tetap mengalami gejala tersebut bahkan setelah berhenti minum kopi, segera periksakan diri ke dokter.(*)

Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Bagikan