Waspadai Gejala Depresi pada Karyawan Tanda depresi pada karyawan lebih berat daripada stres. (foto: pixabay/JShoots-COM)

KINERJA baik karyawan dalam menyelesaikan proyek merupakan aset bagi perusahan. Meskipun demikian, tak jarang karyawan harus berjuang mati-matian demi memenuhi ekspektasi para bos dan petinggi. Di lain hal itu, para karyawan harus berjibaku dengan stres di rumah.

Ironisnya, kesehatan mental para pekerja acap terabaikan. Hal itu bisa dilihat dari berapa banyak kantor yang mengizinkan karyawan mereka 'cuti sakit' untuk memulihkan diri dari stres. Percayalah, tak banyak korporasi yang punya kebijakan itu.

BACA JUGA: 3 Zodiak Ini Anti Banget Pakai Aplikasi Cari Jodoh

Stres berat di kantor yang tak tertangani dapat berujung pada depresi klinis atau justru memperparahnya, yang lama kelamaan dapat merugikan kinerja karyawan dan kredibilitas perusahaan itu sendiri dalam jangka panjang.

Padahal, penting bagi petinggi dan supervisor untuk tahu dan mewaspadai tanda depresi yang ditunjukkan karyawan sehingga dapat bertindak segera untuk memberikan pertolongan yang tepat.

Seperti dilansir Hellosehat, tanda-tanda depresi jauh lebih rumit daripada gejala stres. Kemunculannya bisa bertahap dan terus berlanjut sehingga sulit untuk benar-benar menyadari kapan depresi pertama kali menyerang. Berikut berbagai gejala depresi pada karyawan yang biasanya terjadi.

1. Karyawan kehilangan motivasi kerja

sleepy
Karyawan tak lagi semangat dalam bekerja. (foto: sleepsavvy)

Gejala depresi klasik biasanya ditandai kehilangan semangat dan motivasi, mood buruk yang konstan, serta makin merosotnya energi dan stamina untuk beraktivitas. Untuk para bos atau atasan, coba perhatikan apakah karyawan Anda tiba-tiba tidak produktif atau antusias dengan tugas yang diberikan? Jika ya, hal itu bisa menjadi salah satu ciri awal depresi yang harus diwaspadai.

2. Produktivitas berkurang

laptop
Sulit berkonsentrasi. (foto: pixabay/stocksnap)

Depresi bisa menyebabkan seseorang sulit berkonsentrasi dan mengingat, sulit mengambil keputusan. Selain itu, penderita depresi terus berpikiran negatif, termasuk mudah kecewa, marah, dan tersinggung. Jika karyawan mulai selalu melesat dari tenggat yang atasan berikan hingga melakukan hal yang ceroboh saat bekerja, terutama jika hal ini tidak pernah terjadi sebelumnya, tak ada salahnya untuk berbicara kepada karyawan tersebut dan tanyakan keadaannya.

BACA JUGA: Awas Gangguan Mental pada Remaja!

3. Menarik diri tiba-tiba

worried girl, depressed
Tak lagi berinteraksi dengan teman. (foto: pixabay/RyanMcGuire)

Depresi umumnya juga bisa ditandai dengan menarik diri dari lingkungan sosial dan keluarga, dan selalu merasa sedih seolah-olah tidak ada harapan lagi. Waspadalah bila melihat atau mendapat laporan bahwa ada karyawan yang tiba-tiba berhenti berhubungan dengan rekan kerja dan lebih suka sendirian setiap saat.

4. Ketidakhadiran

out of office
Sering bolos kerja. (foto: oxen.tech)

Para manajer, bos, ataupun pemimpin perusahaan harus mulai waspada ketika karyawan mulai suka tidak masuk berhari-hari karena alasan sakit atau bahkan mungkin tanpa alasan khusus. Depresi dapat menyebabkan seseorang sulit menjalani kegiatan sehari-hari karena selalu diselimuti rasa nelangsa, sedih, dan keputusasaan. Depresi juga membuat seseorang hilang minat pada hal-hal yang biasanya dinikmati. Absen kerja juga mungkin menandakan ia sedang berpikiran atau mencoba bunuh diri akibat depresi.(*)

BACA JUGA: Tidak Banyak Diketahui, Ini 3 Manfaat Berpelukan untuk Kesehatan Mental


Tags Artikel Ini

Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH