Wahid Foundation Minta Kedepankan Pendekatan Kemanusiaan untuk Konflik Papua
Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid saat diwawancarai di Jakarta, Jumat (10/3/2023). ANTARA/Muhammad Zulfikar
MerahPutih.com - Konflik bersenjata di Tanah Papua terus terjadi. Teror oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) tak pernah berhenti. Bahkan, penculikan oleh KKB terhadap pilot Susi Air hingga kini belum terselesaikan.
Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid mengatakan, pemangku kepentingan terkait harus mengutamakan dialog jujur dan tidak emosional untuk menyelesaikan berbagai masalah di Tanah Papua.
"Papua ini ibarat anak yang selama ini tidak mendapatkan kasih sayang, dan sekarang ngambek," kata Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid di Jakarta, Jumat (10/3).
Baca Juga:
KKB Pimpinan Eks TNI Tembak 2 Warga Sipil hingga Meninggal di Dekai
Kekecewaan masyarakat Papua tersebut, lanjut Yenny, tidak hanya pada pemerintah, tetapi juga terhadap orang-orang yang selama ini mendapat mandat di pemerintah di Tanah Papua, malah mengecewakan dengan kasus korupsi.
Akibatnya, angka kemiskinan dan stunting di Bumi Cenderawasih masih tinggi. Dengan kata lain, angka atau indikator tentang kesejahteraan sosial paling rendah di Papua. Dengan beragamnya masalah tersebut, lanjut dia, sudah selayaknya pendekatan keamanan tidak lagi menjadi pilihan utama untuk menyelesaikannya.
"Pendekatan kemanusiaan harus dikedepankan sehingga hatinya terbuka," ujar putri dari Presiden KH Abdurrahman Wahid tersebut, seperti dikutip Antara.
Baca Juga:
KKB Pimpinan Egianus Kogoya Bunuh Anak Kepala Kampung Pimbinom
Menurut dia, dalam menjalankan pendekatan kemanusiaan tersebut, peran tokoh adat, tokoh agama, hingga pengurus gereja harus maksimal. Pasalnya, ketiga elemen masyarakat itu paling memahami apa yang selama ini menjadi persoalan di Tanah Papua.
Meskipun selama ini pemerintah sudah melibatkan tokoh agama, adat, hingga pihak gereja, Yenny berpandangan hal itu perlu lebih dimaksimalkan. Jangan sampai kehadiran mereka hanya sebatas simbol saja. Namun, lebih dari itu harus berperan lebih dan bersifat substantif.
Pada saat berkunjung ke Papua, Yenny mengaku mendapati sebuah klinik yang berjarak 15 kilometer dari Kota Jayapura dibangun atas inisiatif seorang tokoh agama. Hal itu dilatarbelakangi tidak adanya layanan kesehatan yang memadai di sekitar daerah itu.
Ke depan, dia berharap hal-hal seperti itu bisa menjadi perhatian lebih dari berbagai pihak. Tidak hanya pemerintah pusat, tetapi juga dari kementerian dan lembaga (pemerintah pusat). (*)
Baca Juga:
Anggota Satgas TNI Meninggal Ditembak KKB saat Evakuasi Warga
Bagikan
Berita Terkait
Skill Dewa Atlet Panjat Tebing Indonesia Bikin Negara Tetangga Ngiler Ingin Naturalisasi
Serangan Terhadap Warga Sipil Terjadi Jelang Natal di Yahukimo, Polisi Duga Pelaku KKB
Desak Negara Hadir Selamatkan Pendidikan 700 Ribu Anak Papua
Kejar Swasembada Energi, Prabowo Minta Papua Tanam Sawit hingga Singkong
Anggaran Makan Begizi Gratis di Papua Rp 25 Triliun, Lebih Mahal Dibandingkan Jawa
Presiden Larang Dana Otsus Papua Digunakan Buat Perjalanan Luar Negeri
Prabowo Ingatkan Kepala Daerah Papua tak Gunakan Dana Otsus untuk Jalan-Jalan
Belajar dari Bencana, Prabowo Dorong Pembangunan Lumbung Pangan di Papua
Prabowo Targetkan 2.500 SPPG di Papua Beroperasi Penuh pada 17 Agustus 2026
Ibu Hamil Meninggal Setelah Ditolak Berbagai RS di Papua, Ini Respon Prabowo dan Menkes