Viral! Mengidap Penyakit Langka, Perempuan Ini Kebal Stres, Depresi, dan Rasa Sakit Seorang perempuan mengalami mutasi genetika hingga membuat tubuhnya 'kebal' (foto: pixabay/qimono)

BELUM lama ini tengah viral di media sosial tentang sebuah penyakit langka, yang mengidap seorang perempuan bernama Jo Cameron.

Perempuan berusia 71 tahun asal Skotlandia itu, merupakan salah satu dari dua orang di dunia yang memiliki mutasi genetik langka. Mutasi genetika langka itu mengakibatkan mereka nyaris kebal terhadap rasa sakit.

Menariknya Cameron bejalar tentang 'kekuatan super' di usia 65, ketika dokter menemukan, jika dia tak memerlukanobat penghilang rasa sakit, usai menjalani operasi serius di tangannya.

Pihak dokter telah memperingatkan, jika dia akan mengalami rasa sakit yang hebat usai operasi. Namun dia tak merasakannya sama sekali. Hingga ahli anestesi, merujuknya pada ahli genetika nyeri di University College London dan Oxford University.

Cameron memiliki mutasi genetika yang sebelumnya tak diketahui (foto: pixabay/typhographyimages)

Hasil tes menunjukan jika Cameron memiliki mutasi genetika yang sebelumnya tak diketahui. Gen yang diyakini oleh para ilmuwan, memaikan peran utama dalam pensinyalan rasa sakit, suasana hati dan ingatannya.

Baca juga: Viral! Perusahaan Ini Tawarkan Kopi Hasil 'Roasting' dari Luar Angkasa

Terkait mutasi genetika itu. Seseorang akhirnya memutuskan menyelidiki masalah tersebut dengan lebih teliti. Mereka menemukan kerusakan sendiri yang masif, di mana bagi kebanyakan orang mustahil untuk hidup tanpa obat penghilang rasa sakit.

Cameron pun lantas mengganti pinggulnya dan mengatasi rasa sakit hanya dengan dua tablet parasetamol sehari.

Saat dirinya memulihkan diri dirumah sakit, dokter khawatir jika jari Cameron cacat akibat osteoartritis, dan menjadwalkannya untuk operasi ganda.

Operasi ganda merupakan sebuah prosedur yang menurut para ahli cukup menyiksa. Tapi anehnya Jo tak merasakan sakit sama sekali.

"Saya sadar saya tak membutuhkan obat penghilang rasa sakit, namun jika kamu tak membutuhkannya, kamu tak perlu mempertanyakan mengapa kamu tak melakukannya, Saya hanya jiwa bahagia yang tak menyadari ada suatu berbeda tentang saya" ucap Cameron, seperti yang dilansir dari laman odditcentral.

Selain itu, menurut para ilmuwan yang mewawancarai dan menguji Jo Cameron, mereka mengetahui bahwa dia tak merasakan sakit saat melahirkan anak-anaknya.

Cameron pun juga pernah membakar tangannya diatas kompor, dan hanya merasakan bau. Selain itu Tungkai yang patah, luka, dan memar pun tak pernah menyebabkan rasa sakit juga. Bukan hanya rasa sakit yang pernah dirasakan Jo Cameron, dia bahkan hampir kebal.

Sementara itu, untuk tes stres dan depresinya, perempuan asal skotlandia itu mendapat nilai nol, angka tersebut menurut para ilmuwan sangat luar biasa.

Hal itu juga tampak dikesehariannya. Dia selalu ceria dan tak pernah panik, bahkan pada situasi di mana sebagian besar dari kita akan gemetar hebat.

Seperti contohnya, saat terjadi kecelakaan mobil pada tahun lalu. Jo hanya turun dari mobil yang atapnya telah terbalik, dan bergegas untuk menghibur pengemudi yang menyebabkan kecelakaan tersebut. Dia bahkan tak menyadari luka yang ada ditubuhnya.

"Saya tau jika saya beruntung, tapi saya tak sadar bahwa saya berbeda, saya tak tahu ada hal aneh yang terjadi sampai saya berusia 65 tahun" jelas Cameron.

Cameron pun mengatakan, jika dia tak akan mengubah apapun tentang dirinya. Namun dirinya menyadari bahwa rasa sakit itu penting. Hal itu lah yang membuatnya tahu bahwa ada sesuatu yang salah.

Baca juga: Viral! Seorang Perempuan Nekat Suntikkan Jus Buah ke Aliran Darah, Efeknya Sangat Mengejutkan!

Namun mutasi genetik itu memiliki kelemahan, yakni membuatnya lebih pelupa dibanding orang-orang pada umumnya.

Melihat kondisi Cameron, dokter berharap bahwa penemuan kondisi luar biasa tersebut, bisa membantu para ilmuwan mengembangkan obat penghilang rasa sakit baru. Karena berpotensi bisa meredakan nyeri pasca-operasi yang lebih efisien.

Dr. Devjit Srivastava mengatakan bahwa, terlepas dari semua kemajuan dibidang obat penghilang rasa sakit. Satu dari dua pasien operasi saat ini, masih mengalami nyeri sedang hingga berat. (Ryn)

Kredit : raden_yusuf

Tags Artikel Ini

Raden Yusuf Nayamenggala