Vanessa Angel Laporkan Penyidik Polda Jawa Timur, Propam Turun Tangan Terdakwa kasus dugaan penyebaran konten asusila Vanessa Angel (tengah) di PN Surabaya, Jawa Timur, Kamis (16/5) (ANTARA FOTO/Moch Asim)

Merahputih.com - Kadiv Humas Polri, Irjen M Iqbal menyebut Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri akan melakukan investigasi terhadap laporan yang dibuat kuasa hukum tersangka dugaan kasus prostitusi daring Vanessa Angel, Milano Lubis terhadap penyidik Polda Jawa Timur.

"Nanti pasti akan kami investigasi benar atau tidaknya tindakan-tindakan yang dilakukan oleh penyidik," ujar Iqbal, Kamis (17/5).

BACA JUGA: Sidang Perdana Vanessa Angel Jadi Perhatian Para Napi

Iqbal mengaku mengetahui laporan tersebut dari media tentang dugaan kesalahan prosedur yang dilakukan oleh penyidik Polda Jatim.

Ia mengapresiasi langkah yang diambil kuasa hukum Vanessa Angel dan mempersilakan dugaan dibuktikan melalui mekanisme yang ada.

"Kami persilakan kalau ada ketidakpuasan dalam mekanisme proses penyidikan yang dilakukan Polda Jatim atau Polri secara umum, ada mekanismenya, itu sudah benar (melaporkan). Kanalnya sudah benar, jalurnya sudah benar," ujar M Iqbal.

Vanessa Angel saat mencoblos di dalam Rutan Klas I Surabaya, di Medaeng Sidoarjo, Rabu (17/4) (ANT/Indra)

Sebelumnya, Pengacara Vanessa Angel, Milano Lubis menyebut ada rekayasa dalam kasus UU ITE terkait penyebaran konten asusila yang dilakukan Vanessa dan meminta pihak Propam Mabes Polri untuk membongkar kasus tersebut.

"Kami melihat ada permainan dari kepolisian, kami akan meminta supaya pihak Propam Mabes Polri untuk membongkar kasus ini," jelasnya dikutip Antara.

Ia menyebut pihaknya malah menemukan fakta baru di mana yang mentransfer uang senilai Rp80 juta untuk pembayaran kepada terdakwa, dilakukan oknum dari petugas kepolisian. "Bahkan, setelah dilakukan pengungkapan kasus ini, ternyata masih ada transaksi yang dilakukan atas rekening tersebut," sebut dia.

Ia mengatakan, segala bentuk bukti tersebut sudah diberitahukan kepada pihak hakim, dengan tujuan supaya hakim bisa menilai dengan kasus ini. (*)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH